
Setelah kepergian Nyonya Maya, Tuan Raymond beserta lainnya meneruskan langkah ke tujuannya.
'Cekleekkk...
Pintu ruangan Reyna di rawat, di buka oleh dokter spesialis yang akan menangangi transfusion darah tersebut.
Riana yang sedang menunggu anaknya menoleh ke asal suara, dan betapa terkejutnya Riana melihat laki-laki paruh baya dengan tubuh tinggi nan gagah di usianya.
'Kenapa wajahnya mirip sekali dengan ayah. Mungkin hanya kebetulan saja..'batin Riana menatap wajah asing di depannya itu.
"Selamat siang nona.." ucap Dokter itu pada Riana.
"Siang.." jawab Riana.
'Matanya, percis sekali seperti mata anakku, Juan.'.batin Tuan Allex menatap Riana lekat.
"Perkenalkan nona, ini Tuan Muda Raymond Gevano Molland, presdir sekaligus owner rumah sakit ini. Sedangkan pria yang di sebelahnya ini adalah Tuan Allexander Sallex Robert yang membantu anda mendonorkan darahnya untuk anak anda.." ucap Dokter memperkenalkan satu-persatu.
"Tuan terima kasih sudah menolong anak saya.." ucap Riana tanpa sadar memeluk Tuan Allex dengan sangat erat.
Deg...
Jantung Tuan Allex berdetak dengan cepat saat Riana memeluknya, Tuan Allex merasa seperti adayang ikatan batin dengan wanita yang sudah memeluknya.
Semua yang ada di ruangan itu terkejut saat Riana memeluk pengusaha terhebat no 1 dunia, Raymond yang tersadar dari terkejutnya ia segera menyadarkan Riana dari tingkahnya dan merasa takut jika Tuan Allex membatalkan niatnya karna kelakuan ibu pasien yang lancang.
"Ehhemm.." dehem Raymond.
Riana membulatkan mata saat dirinya tersadar dengan kelakuannya sendiri.
"Ma-af Tuan Allex saya sudah lancang memeluk anda.." ucap Riana menundukan kepala dengan wajah menyesal.
'Nona kenapa kau melakukan ini, Tuan Allex tidak suka jika ada orang asing yang memeluknya dengan lancang. Pasti ia akan membatalkan niatannya..'batin Raymond putus asa.
"Tidak apa-apa nona. " ujar tuan Allex tersenyum manis.
Raymond beserta yang lainnya bernafas lega karena melihat tuan Allex tidak marah atas kelakuan ibu dari pasien itu.
"Dokter lakukan transfusi darahnya sekarang juga.." titah Tuan Allex.
"Baik tuan.."ucap dokter.
Deg...
"Ju-uandra.." ucap Tuan Allex saat melihat gadis kecil terbaring dengan keadaan lemah. Wajahnya sangat mirip sekali dengan Juandra versi kecilnya.
Tuan Allex mengambil dompet dan mengeluarkan foto kecil dari dalam dompetnya untuk meyakinkan dugaannya.
Foto itu ia dekatkan dengan wajah gadis kecil di depannya itu.
Dan benar saja, foto Juan saat masih kecil sama percis dengan gadis kecil versi perempuan.
__ADS_1
"Juan anakku.." ucap Tuan Allex pelan, meneteskan air mata.
"Juan, bukankah itu nama anaknya yang sudah menghilang..'batin Sekertaris Han, di dengar langsung oleh tuannya.
'Kau benar Han, om Juan..'batin Raymond.
"Dokter cepaatt.." bentak Tuan Allex khawatir dengan keadaan gadis kecil itu.
Membuat semua orang terkejut mendengarnya.
"Tuan-Tuan, nona, kami minta kerja samanya. " ucap Dokter pada Raymond pada lainnya juga untuk ke luar.
Dengan pasrah akhirnya mereka ke luar dari ruangan itu dengan hati gelisah.
Riana tidak menyadari jika Tuan Allex mengucap nama orang tuanya, fikiran dan matanya terfokus pada sang anak.
'Ya Allah, tolong lancarkan pengobatan anakku'.Do'a nya.
"Nona, suami anda kemana.." tanya sekertaris Mike bingung, pasalnya ia tidak mendapati suami Riana itu saat masuk ke ruangan Reyna. Sekertaris Mike menggunakan bahasa inggris.
"Su-uami sa-aya..."
"Suaminya sedang melakukan perjalanan bisnis Sekertaris Mike.." sahut Raymond menyela ucapan Riana.
Riana menatap Raymond dengan pandangan yang sudah di artikan.
"Nona, apa saya boleh bertanya.." tanya Mike.
"Apa anda masih punya orang tua, maaf jika saya lancang. Saya hanya memastikan dugaan saja.." ujar Mike.
"Dugaan.." ucap Raymond mengulangi.
"Iya Tuan Raymond, hanya masalah keluarga.." ujar Mike.
"Saya sudah tidak punya orang tua, saya yatim piatu saat umur saya menginjak 17 tahun.." jawab Riana menunduk.
"Maaf nona, saya tidak bermaksud membuat anda sedih.." ucapnya.
"Tidak papa tuan.." jawab Riana.
'Saya harus menyelidiki wanita ini, sepertinya ada banyak masalah saat aku menatapnya." batin Mike, dapat di dengar Raymond.
"Kenapa sekertaris Mike perduli sekali dengan wanita ini, sebenarnya siapa dia, sampe sekertaris Mike menyelidikinya langsung.."batin Raymond.
"Sekertaris Mike, saya permisi dulu..."
"Silahkan Tuan Raymond.."
"Han, kau ikutlah denganku.." lanjut Raymond..
"Baik tuan.."ucap Han membungkukan badannya di hadapan sekertaris Mike dengan sopan, lalu mengikuti langkah Raymond.
__ADS_1
"Apa kau sudah menyelidiki latar belakang wanita itu Han.." tanya Raymond di lorong rumah sakit.
"Sudah tuan, sepertinya kita membicakan ini di ruangan anda saja. Karena ini masalah pribadi nona Riana.." ucap Han.
"Riana.."
"Iya tuan, ibu dari pasien gadis kecil itu adalah Riana Anastasya.." ujar Han.
'Nama yang cantik.." batin Raymond tersenyum samar tanpa ada yang mengetahuinya.
"Sayang, maaffin Grandpa karena terlambat menemukanmu.." ucap Tuan Allex sangat yakin bahwa gadis itu adalah cicitnya.
"Grandpa akan membayar semua kesalahan grandpa sama kalian semua" lanjutnya, Tuan Alllex merasa hari-hari yang dulu suram kembali berwarna saat melihat fotocopyan anaknya tengah terbaring lemah di samping ranjangnya.
"Sayang, grandpa akan mempertemukan kamu dengan grandma. Pasti grandma senang sekali mempunyai cicit. Tapi siapa cucuku..,"pikirnya bertanya-tanya.
"Tuan Allex, sepertinya sudah cukup transfusi darahnya karena keadaan anda menurun." ucap Dokter.
"Tidak apa dok, yang penting darah gadis kecil ini kembali normal.." tolaknya, merelakan kesehatannya sendiri demi gadis kecilnya yang ia anggap cicitnya itu.
"Tapi Tuan Allex.."
"Lanjutkan.."ucapnya singkat.
"Dokter, boleh saya minta sesuatu.."tanya Tuan Allex.
"Saya akan mengabulkan permintaan anda semampu saya Tuan Allex." jawabnya ramah.
"Lakukan tes DNA darahku dengan gadis kecil ini.." ujar Tuan Allex menyampaikan niatannya.
"Baik Tuan Allex...
"Tapi kau harus ingat, jangan pernah kasih tahukan soal ini pada siapapun. Termasuk Tuan Raymond karena ini masalah pribadi kami. "ucapnya.
"Baik Tuan Allex, perintah anda akan kami laksanakan.."
"Berapa lama hasil DNA itu ke luar.." tanya nya lagi tidak sabar .
"Paling cepat, besok Tuan Allex. Jika hasil tes DNA itu sudah keluar pihak rumah sakit akan mengantarkannya langsung ke tempat penginapan anda.."ucap Dokter.
"Tidak usah, saya akan kembali lagi besok sekalian jengukin gadis kecil ini.." tolaknya halus.
"Baik tuan, sepertinya darah nona kecil ini sudah cukup.." ujarnya melihat tekanan darah Reyna sudah normal kembali.
"Apa kau yakin dok, jika kau menghentikan transfusi darah ini gara-gara mengkhawatirkan keadaan saya, saya akan menyuruh Tuan Raymond menendang anda dari rumah sakitnya.." ancam Tuan Allex.
"Yakin Tuan Allex, saya tidak bohong.." ucapnya terbata.
"Baiklah.." ujar Tuan Allex pasrah.
Dokter itu melepaskan jarum dari tangan Tuan Allex dengan hati-hati, jika membuat kesalahan sedikitpun karirnya akan hancur seketika.
__ADS_1
Bersambung...