
"Jadi laki-laki itu yang kamu pilih jadi suami kamu sayang.."Tanya Tuan Allex setelah Andre dan istri barunya pergi.
Riana meanganggukan kepala sambil menenangkan anaknya.
"Dulu mas Andre dan keluarganya sangat baik padaku. Tapi setelah..."Ucapnya sengaja di hentikam karena tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
"Setelah apa sayang.." tanya Nyonya Maya.
"Setelah Reyna lahir, mereka jadi seperti ini padaku.."Riana menatap Reyna yang masih dalam gendongannya. Untung anak itu sudah tidur, seandainya kalau tidak pasti Reyna akan menyalahkan dirinya sendiri.
"Memang ada apa dengan kelahiran Reyna?.. "Tanya Tuan Allex.
"Karena anakku terlahir dengan jenis kelamin perempuan."Jawab Riana menunduk.
"Astaga,..Maksud kamu suami dan mertuamu itu menginginkan kamu melahirkan anak laki-laki gitu.."Tanya Nyonya Maya.
Riana menganggukan kepala.
"Jadi gara-gara itu kamu di perlakukan tidak wajar seperti ini sayang.." Taanya Tuan Allex, sedangkan istrinya menenangkan sang cucu.
Riana kembali menganggukan kepala.
"Keterlaluan.."Tuan Allex emosi mendengarnya..
"Kek, aku mau pulang..", Ucap Riana dengan berlinang air mata.
Tuan Allex menghela nafas panjang.
"Baiklah, ayo kita pulang.."ujarnya lembut..
",Biar kakek gendong Reyna.."Lanjutnya.
"Gak perlu kek, biar aku saja. "tolak Riana halus.
Setelah itu mereka menuju parkiran dan memasuki mobil yang di kawal oleh beberapa anak buah Sallex Group. Namun sebelum itu, Tuan Allex membayar dulu makanan yang di pesannya di sana.
Dari kejauhan, sepasang pasutri tengah menatap ke arah Tuan Allex dan lainnya sampai mobil bergerak membelah jalan ibu kota.
Siapa lagi kalau bukan Andre dan istrinya.
Riska memandang Riana dengan penuh kebencian, apa lagi Riana di perlakukan bukan seperti pembantu dan majikan pada umumnya. Tapi Riana di perlakukan sangat lembut oleh mereka, bahkan Tuan Allex sendiri yang membuka pintu mobil untuknya.
__ADS_1
Sedangkan Andre menatap bingung pandangan di depannya.
"Mas, itu kan keluarga terkaya di Jerman.." ucap Riska.
"Iya mas tahu. Tapi yang bikin mas bertanya-tanya, dari mana perempuan itu mengenal keluarga Tuan Allex? seperti yang kamu bilang, bahwa keluarga terkaya itu dari Jerman. Mana mungkin juga kan mereka jauh-jauh dari sana ke sini cuma ingin cari pembantu? Sepertinya ada yang aneh di sini..", jawab Andre.
"Mungkin mareka pas kebetulan berkunjung ke sini kali mas, terus gak sengaja ketemu mbak Riana. Mungkin iba atau apa, bisa jadi mereka langsung merekrut Mbak Riana sebagai pembantunya.",ucap Riska.
"Bisa jadi seperti. Tapi kenapa Tuan Allex membelanya tadi? sampai wajahnya mengerikan seperti tadi.?."Andre bergidik membayangkan wajah Tuan Allex.
"Mungkin mereka udah sayang kali sama mbak Riana dan anak kamu.."jawab Riska.
"Ha ha ha, mana mungkin mereka sayang sama perempuan begituan sayang. Secara mereka keluarga terkaya dan terpandang, rasanya tidak mungkin langsung Tuan Allex menyayangi wanita ecek-ecek seperti mereka."Ujar Andre memandang rendah.
"Jangan bilang gitu mas, mereka itu masih anak dan istri kamu..",Riska sengaja berkata demikian, supaya Andre beranggapan kalau ia masih menyayangi kakak madunya.
"Kamu gak usah perdulikan mereka. Lagi pula kami sudah jadi mantan kok.."Ucap Andre sambil merangkul istri barunya.
"Mantan itu kalau sudah ketuk palu, kan ini belum..
"Tinggal sebentar lagi kok sayang, sabar ya..
Riska menganggukan kepala dengan wajah sedih.
"Sayang, kenapa kamu nangis? Apa ada yang sakit?, Bilang sekarang sama mas...?" Andre khawatir.
Dan kini saatnya Riska beracting.
"Gara-gara aku, anak sama istri mas jadi seperti ini, mereka terlantar. Gara-gara aku pula, mbak Riana bekerja dari pembantu..Seandainya malam itu tidak terjadi, mungkin kita..hik hik hik."Riska menangis. Tentu menangis karena ada tujuannya.
"Sudah sayang, jangan membahasnya lagi. mas tidak menyesal kok dengan perbuatan malam itu. Justru mas bahagia kamu bisa datang di kehidupan mas yang benar-benar suram saat itu."Andre memeluk Riska erat.
" Mengenai Riana dan anaknya. Asal kamu tahu, semenjak Riana melahirkan anak perempuan dari situ pula mas membencinya dan segera ingin berpisah dengannya. Namun karena bapak sangat menyayanginya, jadi keinginan mas tertunda, lagi pula mas tidak akan meninggalkan Riana saat itu karena Riana baru melahirkan dan rumah itu masih atas namanya. Dan sekarang kali ini mas benar-benar bahagia. Bisa lepas dari wanita itu, mendapatkan rumahnya, mempunyai istri secantik kamu dan yang lebih penting sebentar lagi kamu akan memberi mas seorang bayi mungil nan lucu.."Betapa bahagia ia saat itu, tanpa memikirkan hati Riana dan Reyna yang kecewa olehnya.
'Waduh, kalau gue melahirkan anak perempuan. Pasti mas Andre bakal buang gue dong, sama hal dengan perempuan itu. Aduh gimana ini, apa lagi gue belum bisa mengetahui jenis kelaminnya. Bagaimana kalau dia perempuan.."hati Riska saat ini sungguh aut-autan memikirkan jalan hidup ke depannya.
"Hei, kenapa kamu melamun.."Andre membuyarkan Riska dari lamunannya.
"Mas, kalau seandainya anak kita perempuan gimana? Apa mas mau memperlakukan aku kaya mbak Riana juga.."Meskipun takut, akhirnya pertanyaan itu ke luar dari mulut Riska.
Andre diam tidak bergeming.
__ADS_1
'Tidak, anakku kali ini pasti laki-laki.'batin Andre.
"Mas..",,panggil Riska.
"Mas yakin, anak kita laki-laki sayang. Jadi kamu tidak usah pikirkan itu dulu, lebih baik sekarang kita makan. Kita beli makanan bergizi untuk kamu supaya anak kita sehat dan tumbuh kuat di dalam sini.."jawab Andre.
"Iya mas..
'Sepertinya mas Andre akan memperlakukan aku sama halnya dengan perempuan itu. Tidak, ini tidak boleh di biarkan. Mas Andre tidak boleh membuangku begitu saja.."batin Riska.
"Mungpung mereka sudah pergi, mending kita masuk. Mas juga udah laper banget.. "Ajak Andre.
"Iya mas..",jawab Riska dengan wajah lesu.
"Riana.." panggil Tuan Allex menghentikan langkah cucunya yang sudah siap masuk ke kediaman barunya..
"Iya kek.. "Riana menoleh ke belakang.
"Letakan Reyna dulu, ada yang ingin kakek bicarakan denganmu.."ucapnya.
Riana menganggukan kepala dan melanjutkan langkah.
"Daddy mau membicarakannya sekarang.." tanya Nyonya Maya di ruang tengah.
"Ya, kita tidak punya waktu untuk menundanya lagi.." Jawab Tuan Allex.
"Bagaimana kalau Riana menolaknya.."Nyonya Maya gelisah.
"Jangam biarkan Riana menolaknya, karena dia satu-satu yang kita miliki setelah kita." ujarnya menerawang jauh.
"Kakek mau bicara apa.." Tanya Riana setelah menidurkan Reyna.
"Begini sayang, kamu tahu kan kalau kami bukan asal kota ini.."Ucapnya.
Riana menganggukan kepala sembari menunggu kelanjutannya.
Tuan Allex bergantian menatap istrinya, dan sang istri menganggukan kepala.
"Pekerjaan kami ada di sana, semua yang berhubungan dengan kami semuanya ada di sana. Kakek dan nenekmu akan segera kembali ke Jerman, dan kakek harap kamu bisa ikut ke tanah kelahiran kami.."Jawabnya.
Deg...
__ADS_1
Bersambung..