
"Kenapa mas mengusir mbak Riana? Rumah inikan rumahnya juga, walaupun mas sudah mengambilnya. Aku gak tega lihatnya mas, mau tinggal di mana mereka setelah ke luar dari rumah ini.."Ucap Riska setelah kepergian Riana.
"Sebenarnya mas sudah lama sekali ingin mengusir wanita itu, tapi mas tidak bisa berbuat apa-apa karna rumah ini adalah miliknya. Mas melakukan ini semua demi kamu Ris, mas ingin menjadikan kamu istri mas satu-satunya. Mas sangat cinta sama kamu, dan mas akan melakukan apa saja untuk membuatmu senang.." ucap Andre serius memegang tangan istrinya.
"Tapi mas.." ucap Riska terhenti saat Andre menempelkan jari telunjuk di bibir Riska.
" Sudahlah Ris, kamu jangan pikirkan mereka. Ngapain mikirin wanita itu, Riana saja jahat banget sama kamu. Gara-gara dia kamu harua istirahat dan gak boleh kecapean. Terserah mereka mau tinggal di mana saja mas gak peduli.."ucap Andre menghapus air mata buaya Riska.
"Sudah ya jangan nangis lagi, lebih baik kita istirahat. Mas sangat lelah.." ajak Andre.
"Baiklah.." ujar Riska pasrah.
"Anak papah, baik-baik ya di dalem. Maafkan papah karena sudah lalai menjaga mamahmu. Tapi papah janji kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. I Love you Son.." ucap Andre mencium perut Riska yang sedikit membuncit.
"I love you too papah.." balas Riska menirukan suara anak kecil.
Andre mencubit pelan pipi istrinya karena gemes, lalu mereka terlelap dengan berpelukan. Tanpa memikirkan wanita yang menangis di dalam taksi karena ulah mereka berdua.
'Kalau sampe terjadi sesuatu dengan anakku. Kalian siap-siap saja akan mendapat balasan dari tanganku sendiri.."batin Riana mengusap kasar air matanya.
Kediaman Sallex.
"Tuan Allex.." ucap sekertaris Mike.
"Ya Mike, ada apa.." tanya Tuan Allex sibuk mendatangani berkas-berkas di ruang kerjanya. Setelah istrinya sakit-sakitan tuan Allex memutuskan untuk bekerja di rumah sambil menjaga istri tercintanya.
"Tuan Allex, saya mendapatkan informasi dari anak buah kita, bahwa di rumah sakit Molland Hospital cabang di kota J, ada pasien yang memiliki jenis golongan darah AB- seperti jenis golongan darah anda yang sangat langka, dan anak itu sedang membutuhkan banyak darah karena mengalami kecelakaan di rumahnya. Diam-diam pemilik rumah sakit itu membantu mencarikan golongan darah tersebut. Apa anda berniat akan menolongnya..." tanya Mike ragu.
"Apa golongan darah orang tuanya tidak cocok.." tanya Tuan Allex.
"Menurut keterangan mereka, golongan darah pasien tidak cocok dengan golongan darah ibunya.." jawab Mike.
"Ayahnya.." tanyanya lagi penasaran.
"Kalau ayahnya tidak tahu tuan, karena mereka tidak mendapati keberadaan ayah pasien tersebut." jawabnya.
"Bagimana dengan kedua mertua, atau kedua orang tua dari ibu pasien" tanyanya lagi lebih detail.
__ADS_1
"Mereka juga tidak melihat keberadaan mertua dari ibu pasien itu tuan. Kalau orang tua dari ibu pasien, setelah di selidiki lebih lanjut ternyata ibu pasien seorang anak yatim piatu tanpa sanak saudara di kotanya. Kedua orang tuanya mengalami kecelakaan saat usia ibu pasien menginjak 17 tahun tuan.." jawab Mike sesuai informasi dari anak buahnya.
"Antar saya ke sana mike.." ucap tuan Allex, memberekan pekerjaannya.
"Apa tuan akan menolong gadis kecil itu.." tanya Mike.
"Yah, kau tahu sendiri jenis golongan darah itu sangat langka. Jadi saya akan menolongnya.."jawab tuan Allex.
"Tapi tuan, bagaimana dengan kesehatan an.."ucap Mike.
"Apa kau ingin melihat gadis itu mati karena saya tidak menolongnya.." ujar tuan Allex menyela ucapan Mike.
"Tidak tuan, saya minta maaf. Saya hanya khawatir dengan keadaan anda.." Mike menunduk.
"Terima kasih karna sudah mengkhawatirkan saya mike. Kau memang sahabat serta sekertarisku paling baik.." ucap tuan Allex menepuk bahu Mike.
"Tapi, bagaimana dengan Nyonya Maya. Apa nyonya akan mengizinkan anda untuk melakukan perjalan jauh.." tanya Mike.
"Kau urus saja keberangkatan kita sekarang, masalah Maya biar saya urus..."
"Baik tuan.." Mike segera ke luar dari ruang kerja tuan Alllex dan melakukan perintah sesuai ke inginan tuannya.
"Mommy sedang apa.." tanya tuan Allex, mendapati pujaan hatinya sedang bercermin.
"Astaga, Daddy ngagetin mommy saja,.." ucap Nyonya Maya terkejut.
"Mommy sedang apa.." tanya nya lagi..
"Mommy sedang menatap wajah jelek mommy dari cermin.." jawab nyonya Maya.
"Siapa bilang jelek, mommy masih cantik kok di usia kita sekarang." sahut suaminya.
"Terima kasih dadd,," ucap nyonya Maya tersenyum manis.
"Mom, sebenarnya ada yang mau daddy bicarakan sama mommy.." ucap tuan Allex memeluk istrinya dari belakang.
"Apa.." tanya nyonya Maya menatap suaminya lewat cermin.
__ADS_1
"Hari ini daddy akan melakukan perjalanan ke kota J.." jawabnya jujur.
"Memangnya ada apa? Setahu mommy bisnis kita di sana baik-baik saja, apa yang perlu di bahas..."ucapnya bingung.
"Sebenarnya ini bukan perjalanan bisnis mom, tapi ada masalah penting di rumah sakit Molland Hospital di haruskan untuk datang kesana sekarang.." ucap tuan Allex.
"Masalah apa hingga rumah sakit besar itu menyuruh daddy untuk datang.." tanya nyonya Maya menghadap suaminya.
"Bukan mereka yang menyuruh daddy kesana, tapi ini inisiatif daddy sendiri untuk melihat keadaan pasien langsung yang membutuhkan pertolongan daddy. "jawab tuan Allex.
"Pertolongan apa.."
"Mommy tahu kan jenis golongan darah daddy yang sangat langka di seluruh dunia ini. Bahkan hanya ada 0.36 persen orang yang memiliki jenis golongan seperti itu.."
"Terus masalahnya apa..," tanya nyonya Maya bingung.
"Masalahnya, pasien gadis kecil di rumah sakit itu membutuhkan pendonor darah seperti golongan darah milik daddy. Dan daddy akan memberikan darahku untuk menolong nyawa gadis kecil itu. Apa mommy tidak keberatan..?"tuan Allex minta persetujuan istri untuk tindakan transfusi darah.
"Mom, gimana? Apa daddy di izinkan pergi ke kota itu.." tanya tuan Allex lagi karena melihat istrinya diam saja sambil menatapnya.
"Mommy kenapa nangis, kalau gak di izinin gak apa-apa kok. Tapi mommy jangan nangis ya, daddy sedih lihatnya.." lanjut tuan Allex mendapati nyonya Maya meneteskan air mata.
" Mommy menangis bukan karena tidak mengizinkan daddy untuk pergi. Tapi, Mommy senang melihat daddy peduli terhadap keselamatan orang lain. Terima kasih karna sudah mau berubah, teruslah seperti ini dadd.." ucap nyonya Maya memeluk suaminya erat.
"Syukurlah, daddy kira ada apa. Aku berubah begini demi kamu sayang, lagian usiaku sudah tidak muda lagi sudah waktunya untuk memperbaiki diri.." ujar tuan Allex membalas pelukan.
"Berarti daddy di izinin nih pergi ke kota J.." tambah tuan Allex..
"Ya, tapi mommy ikut yah. Bosan di rumah terus..
"Dengan senang hati Nyonya Mayandra Sallex Robert.." ucap tuan Allex lengkap.
"Ya sudah tunggu apa lagi, mari kita bersiap.." ucap nyonya Maya.
"Tidak perlu membawa baju sayang, bawa seperlunya saja, karena Mike sudah mengirimi daddy pesan. Katanya pesawat sudah siap.."ujar tuan Allex.
"Baiklah....
__ADS_1
Bersambung...