Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 36


__ADS_3

Deg..


Pandangan Andre langsung tertuju pada sosok wanita yang di bencinya tengah duduk di pojokan sana.


'Perempuan itu ngapain di sini? Siapa orang-orang yang bersamanya.."batin Anna bertanya-tanya.


"Mas lihat gak.." tanya Riska.


"Ya, mari kita ke sana.." ajak Andre.


"Ngapain mas,?.." tanya Riska dengan tatapan selidik.


"Kita sapa saja, siapa tahu dia merindukan kita. ", jawab Adrian.


"Mas mungkin yang merindukannya..?"ujar Riska cemburu..


"Heii, kamu ini kenapa?, Cemburu padanya?Ha ha ha, jangan berlebihan sayang. Dia bukan siapa-siapa mas lagi.." sangkal Andrian..


"Tapi mas, tujuan kita ke sini mau makan. Bukan mau menyapa mantan istrimu itu ." ucapnya kesal.


"Menyapa hanya sebentar sayang, abis itu kamu bisa makan sepuasnya di sini. "ujar Adrian.


"Iya deh.."Jawab Riska pasrah.


"Makan yang banyak sayang, biar tubuh Reyna sehat dan kuat." Ucap Tuan Allex mengusap kepala cicitnya.


"Ya Kek, kakek juga makan bial kuat jagain Eyna nantinya..." Ujar Reyna.


"ha ha ha, kamu ini lucu sekali sayang. Percis seperti kakekmu.." sahut Nyonya Maya.


"Sudah mih, jangan membahasnya lagi. Mereka sudah tenang di alam sana.."sahut Tuan Allex.


"Selamat malam semuanya..." ujar seorang pria menggandeng tangan wanita cantik di sampingnya dengan mesra.


'Mas Andre, Riska. ngapain mereka di sini.."Riana memalingkan wajahnya karena tidak sudi melihat pasangan muda mudi yang tak tahu malu itu.


"Malam, siapa kalian.."Tanya Tuan Allex menggunakan bahasa Jerman.


Hahh.."Andre terkejut di buatnya, pasalnya ia tidak mengerti bahasa yang di gunakan Tuan Allex.


"Sayang, mereka ngomong apa.."bisiknya.


"Gak tahu mas, aku juga tidak mengerti.." jawab Riska.


"Siapa kalian? Apa kalian mengenal kami.."Tanya Tuan Allex menggunakan bahasa yang sama.


'Begini kek dari tadi, gue kan mana ngerti bahasa itu.."batin Andre..


"Saya tanya sekali lagi. Siapa kalian? Ada urusan apa mendatangi meja kami? Kalau tidak ada yang perlu di bahas, silahkan kalian pergi dari hadapan kamu.."Ucap Tuan Allex tegas..

__ADS_1


"Ini ayah Eyna kek.." jawab Reyna.


'Ayah? Berartia dia suami cucuku..jadi laki-laki ini yang mempermainkan cucuku? Awas kau, kan ku balas semua perbuatan yang kau lakukan pada cucu dab cicitku.."Batin Tuan Allex menatap tajam laki-laki di hadapannya itu.


"Tenang Tuan, kami hanya ingin menyapa wanita yang di sebelah anda itu.." jawab Riska.


Sedangkan Andre bergidik ngeri melihat wajah Tuan Allex yang menurutnya sangat mengerikan.


"Jadi dia ini suami kamu sayang? Oh tidak, lebih tepatnya mantan suami kamu. " tanya Nyonya Maya beralih menatap cucunya...


"Iya nek. " jawab Riana menundukan kepala.


'Sayang? Kenapa wanita tua itu memanggil si Riana dengan sebutan sayang? Ah sudahlah, mungkin mereka iba dengan Riana dan Reyna makannya mereka terlihat menyayanginya.."batin Riska.


"Mbak Riana sedang apa di sini? Apa lagi makan atau menemani majikannya makan.." tanya Riska sopan, namun penuh dengan sindiran.


"Jaga mulut kau Riska.." ucap Riana emosi.


"Mbak Riana kenapa marah, padahal aku cuma ingin bertanya saja ."-Riska menampilkan wajah sedih agar bisa mendapat perhatian suaminya.


"Kau sudah melihat kami sedang makan bukan? Kenapa kau malah bertanya lagi? Apa kau ingin menyindirku..", Cecar Riana.


"Cukup Riana.." bentak Andre lantang, sampai pengunjung mengarahkan pandangannya ke arah mereka..


"Beraninya kau berucap tidak sopan pada istriku. Ternyata begini kelakukan aslimu Riana. Dasar wanita tidak tahu diri, tidak punya sopan santun. Menyesal saya pernah menikahi .."Bentak Andre.


"Cup cup cup, sayang. Reyna jangan nangis, bunda gak apa-apa kok.."Sahut Riana menenangkan sang anak..


"Dasar cengeng.."Sahut Andre sambil menenangkan istri barunya.


"Pergi kalian dari sini.." sahut Tuan Allex emosi.


"Siapa anda berani memerintah saya.? Apa anda tidak kenal dengan saya? Saya ini.." ucap Andre terpotong.


"Siapa kau tidak penting bagi saya. Silahkan kalian pergi, atau saya panggil satpam untuk mengusir kalian berdua dari sini.." sahut Tuan Allex.


"Mas, lebih baik kita pergi saja. Sepertinya majikan mbak Riana bukan orang biasa. ",bisik Riska..


"Kami akan pergi, tapi bukan berarti kami pergi dari restoran ini. Karena istriku sedang hamil dan mengidamkan makanan mahal dari resto favoritenya .."ujar Andre sengaja memanas-manasi mantan istrinya.


"Terserah kalian mau apa, saya tidak perduli. Yang penting kalian pergi dari hadapan kami sekarang juga. Mengganggu saja..."sahut Tuan Allex.


"Tunggu dulu, karena saya belum selesai bicara dengan wanita ini.."Ujar Andre.


"Mau apa lagi kamu mas? Apa belum cukup mengusiirku dari rumahku sendiri. " cecar Riana pelan, namun penuh penegasan..


"Hu hu hu, itu rumahku, bukan rumah kau lagi Riana. Aku ingin bertanya, di mana sekarang kau tinggal Riana? Karena pihak dari pengadilan agama akan mengantarkan surat perceraian kita kepadamu.."tanya Adrian.


"Antarkan saja ke alamat ini dan kalian silahkan pergi dari sini.." sahut Tuan Allex melemparkan kartu namanya yang baru.

__ADS_1


"Saya bertanya pada wanita ini, kenapa anda yang menjawabnya.."ujar Andre kesal.


Sedangkan Riska memunguti kertas yang di lemparkan Tuan Allex kepada suaminya.


"Allexander Sallex Robert.."Riska membaca kartu nama tersebut..Dan membaca tulisan selanjutnya yang berada di bawah garis nama tersebut.


Riska membulatkan mata setelah membaca keseluruhan di kertas kecil segi empat tersebut.


"Karena wanita yang kau perlakukan kasar ini adalah cu.."Ucapnya terhenti...


"Sudah kek, jangan meladeninya lagi. Mereka bukan orang-orang penting lagi bagiku.." sahut Riana..


"Tapi sayang..


"Kek, aku mohon.." sahut Riana dengan wajah mengiba.


"Sudah dad.." tambah Nyonya Maya.


Akhirnya Tuan Allex menganggukan kepala dan menatap tajam laki-laki di hadapannya..


"Kau mencari perhatian dari majikanmu ini Rian?Hebat-hebat, kau sungguh hebat bisa memenangkan hati kedua majikanmu yang polos-polos ini.." ucap Andre tersenyum sinis.


"Cukup mas, lebih baik kalian pergi dari sini.."Ujar Riana sudah tidak tahan dengan ucapan mantan suaminya yang keterlaluan.


"Berani k.."ucapnya terhenti.


"Mas..", bisik Riska.


"Apa sih, mas lagi marahin peremuan ini sayang.." ujarnya kesal karena di ganggu.


"Mas, lihat ini.."ucap Riska memberikan kartu nama tersebut.


"Lihat apa,? Nanti saja, itu gak penting. Mas belum selesai ini sayang.."ucapnya.


"Tapi mas baca dulu ini.." ujarnya kekeh.


"Apa si.."ucapnya terhenti begitu melihat nama Sallex di sana.


Karena tidak percaya, Andre sampai beberapa kali membaca kartu nama tersebut.


'Allexander Sallex Robert pemilik perusahaan Sallex Group..'batin Andre membulatkan mata.


"Mas ayo pergi..", bisik Riska..


"Riana, urusan kita belum selesai. "Ucap Andre sebelum pergi dari sana.


"Tenang sayang, kami akan selalu ada untukmu.."ucap Nyonya Maya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2