Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 104


__ADS_3

Flasback..


Setelah Riska menghabiskan Uang jatah bulanan anaknya, ia memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam. Tapi sebelum itu, ia mengecek barang belanjaannya terlebih dahulu karena takut ada yang tertinggal. Mengingat belanjaannya yang tidak sedikit membuat Riska was-was.


"Ini ada, ada, ada, semua sudah ada. Sekarang waktunya gue pulang.." ucap Riska memasuki mobil mewah yang di belikan suaminya.


Riska langsung pulang tanpa melihat isi ponsel yang sudah dari tadi berteriak minta di pegang.


"Hufftt, sepertinya mas Andre belum pulang.." ucap Riska bernafas lega, lalu keluar dari mobilnya.


"Kalian berdua, bawakan barang-barang saya ke dalam. Ingat, harus hati-hati ,jangan ada yang lecet sedikitpun atau gaji kalian saya potong.." Ucap Riska pada 2 penjaga rumahnya.


"Baik Nyonya. " Ucapnya langsung mengambil barang-barang Riska di dalam mobil. Gerak gerik penjagapun tidak luput dari pengawasan si pemiliknya.


Riska masuk, setelah ia melihat barang-barangnya mendarat dengan sempurna di tangan dua penjaga itu..


"Letakan di sana, pelan-pelan tapi.." Ucapnya menunjuk sofa.


"Baik Nyonya.." ucap mereka.


"Nyonya, Nyonya.." Teriak Bi Yem berlari dari arah dapur.


"Ssttt, DIAM.."Bentak Riska.


"Tidak sopan sekali loe teriak-teriak seperti itu pada gue hah.? Kaya di hutan saja pake teriak segala."Bentak Riska.


"Maaf Nya, habisnya saya seneng Nyonya pulang..."


"Ada apa.."Sahut Riska cuek.


"Den Andra, an.."


"Kenapa dengan anak itu?." Sahut..


"Den Andra sakit.." jawabnya.


"Ck ck, baru juga sakit udah langsung heboh saja. Kalau orang sakit ya di kasih obat, jangan teriak-teriak, panas tahu gak kuping gue.." ucapnya.


"Lalu, kalau Anak itu sakit memangnya kenapa? Loe mau nyuruh gue bawa dia ke rumah sakit, gitu? Loe gak lihat apa kalau gue baru pulang? Gue capek, butuh istirahat. Suruh si Ima saja kasih tuh anak obat. Bilang padanya, anak itu harus segera cepat sembuh sebelum mas Andre pulang."Lanjut Riska menatap tajam pelayannya.


"Apa Nyonya sudah membuka ponsel.." tanya Bik Yem bingung.


"Ponsel? Kenapa memangnya dengan ponsel gue.." tanya Riska balik.


'Pantas Nyonya Riska santai-santai begini, ternyata dia belum tahu apa yang terjadi pada anaknya..'batin Bik Yem.

__ADS_1


"Hehh, gue tanya kenapa loe malah bengong.."Bentak Riska menyadarkan bik Yem dari pikirannya..


"Maaf Nya, lebih baik Nyonya sekarang periksa ponselnya, siapa tahu ada panggilan dari Tuan Andre.."jawabnya.


"Berani loe ya nyuruh-nyuruh majikan loe, mau loe gue pecat.." ancam Riska.


Bik Yem langsung menundukan kepala, ia bingung harus menjelaskan keadaan Andra dari mana karena takut salah. Maka dari itu bik Yem menyuruh Riksa agar membuka ponselnya biar dia tahu ada apa saja di dalamnya.


Meski kesal, tapi Riska menuruti permintaan pelayannya. Karena sebenarnya ia juga penasaran dengan ponselnya, dan bik Yem juga baru kali ini menyuruhnya untuk mengecek ponsel.


"Kalau gak ada apa-apa, awas l.."Ucap Riska terhenti dengan mata membulat setelah membuka ponselnya..


'789 Panggilan tak terjawab dari mas Andre .'batin nya.


'100 pesan baru. "ucapnya terkejut.


[Riska, kamu di mana. ]


[Tolong angkat panggilan dari mas, kamu sekarang ada di mana]


[Riska.]


[Angkat Riska.]


[Nyonya tolong angkat, Den Andra sakit]Bunyi pesan Ima.


'Mas Andre sudah tahu kalau anak itu sakit. Ya Tuhan, bagaimana ini? Mas Andre pasti marah besar padaku.."batin Riska..


"Kenapa kau tidak memberi tahuku kalau mas Andre sudah pulang hah,? Dasar tidak berguna.." Ucap Riska meletakan tas nya, lalu pergi menuju kamar anaknya karena ia yakin Andre ada di sana.


"Nyonya mau kemana.." tanya bik Yem.


Namun Riska tidak menjawab, benaknya tengah berfikir keras tentang bagaimana menghadapi suaminya di saat seperti ini.


"Tuan Andre dan Den Andra tidak ada di rumah Nya, mereka semua berada di rumah sakit.." Kali ini Bik Yem berhasil menghentikan langkah majikannya.


'Rumas sakit ."batinnya terkejut.


"Apa yang kau katakan..." Tanya Riska memastikan pendengarannya kalau ia tidak salah dengar.


"Den Andra masuk rumah sakit dari pagi tadi, Nya.."jawab Bik Yem.


Degg..


"Kenapa kau tidak mengatakan langsung pada gue kalau anak itu masuk rumah sakit, hah.." Teriaknya emosi.

__ADS_1


"Maaf Nya, saya pikir Nyonya sudah tahu, maka dari itu saya hanya bertanya saja." jawab bik Yem.


"Sial.." Ucap Riska mengambil tas, ponsel, dan kunci mobil.


'Dari pagi? Apa yang sebenarnya terjadi sama anak itu sampai di bawa ke rumah sakit segala? Pasti ini kerjaan Ima sama supir itu, seharusnya mereka memberi tahu gue dulu, bukan malah mas Andre. Sialan, pasti mas Andre benar-benar sama gue.."batin Riska jadi teringat pesan yang terakhir ia buka dari suaminya.


"Cepat buka gerbang.."teriaknya, lalu membawa mobil itu secepat mungkin.


"Rasain loe, Tuan Andre pasti marah besar.." Ucap penjaga melihat kepergian mobil majikannya.


"Biarkan saja, Nyonya Riska pantas mendapatkannya.." sambung temannya.


"Biar sekalian ketahuan tuh kedoknya..


"Wanita bermuka dua.." Ucap mereka.


Dalam Mobil..


"Mudah-mudahan saja Ibu gak ada di sana, kalau ada ibu pasti marah juga sama gue. Kalau bapak sih bukan masalah, karena gue yakin bapak mana mau jenguk cucunya, Andra. Secara yang bapak pikirkan anak mas Andre sama perempuan sialan itu. Tapi wajar saja mungkin, karena anak cengeng itu adalah cucu satu-satunya. Sedangkan Andra?Biarkan saja lah.."batin Riska.


Mobil yang di kendarai Riska berhenti tepat di lobby rumah sakit Molland Group..Bukan lobby, tapi...


"Nona, anda tidak boleh parkir di sana. Itu jalanan umum.."Tegur penjaga.


"Tapi pak..


"Pindahkan, atau saya tidak akan mengizinkan anda untuk masuk." sahut penjaga itu.


'Ck, sial.."batin Riska, dengan terpaksa ia memasuki mobilnya dan memarkirkannya di tempat yang seharusnya..


"Jagain mobil gue, mahal itu. Kalau lecet sedikit saja, saya akan meminta ganti rugi pada kalian.."Ucap Riska langsung masuk ke dalam.


"Ck, baru punya mobil murah gitu saja sombongnya udah minta ampun. Bagaimana kalau punya mobil itu?.."Ucap penjaga sembari menunjuk mobil putih mewah keluaran terbaru.


"Udah gak sombong minta ampun lagi bro, tapi sombong minta mati. " sahut teman nya.


"Ha ha, loe bener.."di sambut gelak tawa oleh temannya..


"Minggir-minggir, jangan halangi jalan gue.."Ucap Riska dengan langkah setengah berlari menuju lift setelah berurusan dengan meja resepsionis.


Karena Riska saat itu tidak terlalu memperhatikan jalannya, secara tidak sengaja ia menabrak bahu seseorang..Riska terjatuh ke lantai, sedangkan wanita yang ia tabrak masih berdiri tegak di sana.


"Brengsek, loe gak punya mata hah. " Teriak Riska..


Flass On..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2