
"Sebenarnya ada apa dengan Tuan Raymond? Kenapa ia ngebet sekali ingin mengetahui keberadaan ibu satu anak itu?Apa jangan-jangan Raymond menyukainya.."Han bertanya-tanya sambil melangkah menuju meja kerjanya.
"Sepertinya memang seperti itu..."lanjutnya meletakan berkas yang di bawanya dari ruangan Raymond.
Braakk...
"Bisa-bisa lembur ini mahh..
Sedangkan di kediaman Andre. Pasangan suami istri yang baru di satukan itu tengah bersantai di ruang televisi yang dulu sering di tempati Riana dan anak semata wayangnya.
"Besok mas mau ke mana ." tanya Riska bergelayut manja di lengan suaminya.
"Ya kerja dong sayang, kamu kan tahu itu...:jawab Andre mengecup pipi istrinya.
"Tapi besok aku pengen ke mall mas.."ujar Riska.
"Emang kamu besok tidak kerja ."Tanya Andre lembut.
"Males ."jawabnya singkat.
"kok males sih? Kan kamu sudah lama tidak masuk kantor, masa mau cutti lagi...
"Ya abisnya aku malas gimana dong..
"Besok kamu kerja dulu aja. Pulang kerja kita langsung ke mall, gimana.." Andre mencoba memberikan penawaran untuk istri barunya.
"Entar aku kecapen mas kalau begitu. Kamu kan tahu sendiri, kalau aku tidak boleh kecapean.."ucapnya cemberut.
"Iya mas tahu, tapi kalau kamu cuti terus bisa-bisa perusahaan memecat kamu.."Tentu Andre tidak ingin berjuang sendirian untuk itu.
Bahkan Riana saja dulu bekerja sampai perutnya besar, masa Riska tidak bisa, pikir Andre.
"Di pecatpun tidak apa-apa, kan ada mas yang membiayai aku.."sahut Riska enteng.
"Ya jangan gitu juga sayang. Emang kamu gak sayang gitu sama pangkat yang sudah membesarkan nama kamu di sana. Apa lagi gajimu tidaklah kecil.."Andre harus melakukan cara agar Riska mau berjuang bersama.
__ADS_1
"Ya sayang sih, tapi aku kan lagi hamil mas.."Jawabnya manjaahhh.
"Kan kehamilan kamu masih kecil sayang, tidak parah juga kan. Riana dulu juga seperti itu saat baru-baru hamil Reyna.."ujar Andre, tanpa sadar kalau ia sudah membandingkan istri baru dengan istri tuanya.
'Sialan mas Andre, dia malah bandingin gue sama perempuan sialan itu..'batin Riska kesal.
"Baiklah, besok aku akan kerja. Tapi mas anterin aku ya..",ucapnya pasrah, dari pada harus di banding-bandingkan lebih baik kerja. Dapat duit banyak, dan tentunya di sayangi mertuanya yang matre itu.
"Bukankan dulu juga mas sering antar jemput kamu.."tanya balik.
"Itu beda mas. Maksud aku, mas anterin aku sampai ke meja kerja aku. Aku takut kehamilanku kenapa-napa, dan kalau ada mas kan aku bisa tenang.."jawabnya.
"Baiklah Tuan Putri, perintahmu akan aku kabulkan."Ucap Andre membelai pipi istrinya dengan lembut.
"Terima kasih mas ku, kamu emang suami sempurna yang aku miliki.."Ujar Riska mencium bibir suaminya dengan lembut.
Tentu Andre tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, ia membalas ciuman Riska dengan sangat lembut.
Lembut-lembut pada akhirnya ciuman itu menjadi menintut dan Andre menginginkan hal lebih dari itu.
"Ahhh.."satu ******* lolos dari bibir Riska saat Andre melepaskan ciuman itu dan kini bibir Andre berpindah ke leher jenjang sang istri yang sangat menggoda menurutnya.
"Maass.."Riska merasakan Sensasi yang luar biasa saat Andre memberi tanda kepemilikan di sana.
"Heuumm.."Andre membuka satu-persatu kancing piyama istrinya dan terpampanglah nyata gunung kembar Riska yang menantang di sana.
"So beatifful.."Ujar Andre.
"Sekarang giliran kamu yang memuaskan mas, Cantik.."Lanjutnya, lalu Andre mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar untuk menuntuskan permainannya yang lebih ekstrem namun penuh dengan kenikmatan.
"Dengan senang hati aku akan memuaskan suamiku yang tampan ini..:"Jawab Riska mengalungkan tangannya ke leher sang suami.
Dan terjadilah yang seharusnya terjadi di sana. Bayangin sendiri aja ya guys, hi hi hi hi.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Seperti biasa, ibu satu anak itu sibuk dengan kegiatannya di setiap pagi hari.
Namun ada yang berbeda beberapa hari belakangan ini. Riana yang biasa setiap paginya sibuk beres-beres rumah, cuci baju, cuci piring, menyiapkan sarapan, menyiapkan kebutuhan suami dan anaknya dan lain sebagainya, kini berubah 99%.
Riana tidak perlu lagi memikiran atau mengerjakan pekerjan ibu rumah tangga itu semua, karena pekerjaan itu semua sudah di gantikan oleh pelayan-pelayan barunya.
Berhubung Riana sudah tidak tinggal satu atap dengan sang suami, jadi ia memfokuskan diri pada pertumbuhan anak semata mayangnya saja. memberi kasih dan cinta setiap saat . Menyayangi dan membimbing Reyna tanpa kenal kata lelah.
Kini peran Riana'pun menjadi double. Ia harus bisa menjadi seorang ibu sekaligus menjadi seorang ayah untuk Reyna.
Setelah di rasa semuanya sudah beres, Riana menyuruh baby sitter yang di pekerjaan Nyonya Maya untuk menjaga anaknya kerena ada hal penting yang harus di bicarakan dengan nenek dan kakeknya.
Awalnya Riana menolak karena ia sendiri tidak punya kerjaan jadi ia bisa merawat anaknya sendiri. Namun Nyonya Maya bersikeras memaksakan kehendaknya, tentu dengan alasan yang membuat Riana menerimanya.
Alasan apa lagi kalau bukan soal perusahaan Sallex Group yang akan di serahkan padanya. Jika Riana sudah bergabung di perusahaan itu, otomatis kesibukannya akan bertambah dari sebelumnya. Tanggung jawabnya menjadi double pula, menjadi seorang ibu tunggal untuk anak semata wayangnya dan menjadi seorang pemimpin di dua perusahaan sekaligus.
Riana berharap ia bisa mempertanggung jawabkan keduanya.
'Kasihan sekali kamu sayang, dari kecil tidak mendapat kasih sayang dari ayah kamu. Seharusnya ayahmu melimpahkan semua kasih sayangnya pada mu, bukan malah sebaliknya ayah mencapakanmu nak. Bukan hanya mencapakanku, tapi ayah mencampakan bunda juga demi istri barunya itu. Sungguh kejamnya dunia ini pada kita nak. Tapi kamu tenang saja, bunda berjanji akan selalu ada buat kamu dan membahagiakanmu walaup seorang diri."batin Riana.
"Selamat pagi cucuku. Kamu sedang memikirkan apa? Sepertinya serius sekali..." Ucap Nyonya Maya membuyarkan lamunan Riana.
"Pagi juga nek, aku tidak memikirkan apa-apa. Aku lagi lihatin Reyna main sama susternya.." jawab Riana.
"Wah, ternyata tidak susah ya mengakrabkan Reyna dengan orang lain. Biasanya kan anak kecil paling susah di dekati, tapi Reyna berbeda.." Ucapnya menatap taman..
Sebenarnya itu bukan kemauan Nyonya Maya memanggil babby sitter untuk menjaga cicitnya, melainkan itu kemauan Tuan Allex sendiri.
Awalnya Nyonya Maya akan mengurus cicitnya jika sang cucu sudah bergabung dengan Sallex Group, namun Tuan Allex tidak setuju dengan keinginan istrinya itu.
Bukan karena tidak ingin di repotkan atau tidak sudi menjaga atau mengurus cicitnya, hanya saja usia dan ketahanan tubuh mereka sudah tidak kuat lagi bekerja yang terlalu berat. Daya tahan tubuh mereka sudah lemah sudah waktunya untuk istirahat dan menikmati masa tuanya.
Jadi tugas mereka adalah mengawasi perkembangan tubuhnya dan menjaga cicitnya tetap aman.
"Memang pada dasarnya Reyna seperti itu, gampang dekat dengan orang lain.." Ujar Riana sedih saat mengingat Reyna ingin medekatkan diri dengan ayahnya, malah ayahnya sendiri menolak mentah-mentah keberadaannya.
__ADS_1
Bersambung..