Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 126


__ADS_3

"Apa karena ini Tuan tampan marah besar sama gue dan minta rugi sama mas Andre?.." batin Riska bertanya-tanya.


"Jangan-jangan mas Andre juga tahu kalau gue berbohong padanya soal penjelasan kejadian itu...


"Tapi kalau mas Andre tahu, kenapa dia gak marah sama gue. Seharusnya dia tanya gue soal ini lebih lanjut. Tapi kenapa mas Andre sepertinya percaya banget sama gue.."Riska bingung.


"Tapi baguslah kalau mas Andre percaya sama gue ,itu artinya mas Andre sangat mencintai dan memaklumi sikap gue yang tak ingin kehilangannya.." Ucap Riska, akhirnya ia bisa sedikit bernafas lega dengan keadaan tersebut.


"Tapi besok gimana.." Ucap Riska kembali murung. Bagaimana caranya ia bisa keluar dari situasi tersebut? Jika acara itu di batalkan, nanti mereka malah mengatai gue pengecut. Tapi kalau acara itu di lanjutkan, gue harus jawab apa kalau mereka bertanya-tanya soal video ini.." Ucapnya mengguling-gulingkan tubuhnya di ranjang king sizenya itu.


Kota B..


"Bunda, apa kita akan menginap di sini.." tanya Reyna saat senja tiba.


"Reyna maunya gimana.." tanya Riana balik. Sedangan Nila dan yang lainnya sedang di dapur tengah menyiapkan makan malamnya.


"Menginap saja yuk bun,? Kalau kita pulang atau cari penginapan, Reyna takut di perjalanannya. Apa lagi di sini banyak hutannya.." jawab Reyna.


"Ya sudan, bunda ngikut Reyna saja." ucap Riana tersenyum.


"Beneran bun.."


"Iya sayang. Dari pada kita bahaya, mending tidur nyenyak di sini. Sepertinya ini sangat nyaman sekali. Udaranya sejuk..." jawab Riana.


"Di sini terlihat tenang dan damai, Reyna sangat suka tempat yang seperti ini. Tapi kebahagiaan Reyna belum lengkap, karena bunda belum mengabulkan permintaan Reyna..


"Permintaan Reyna yang mana sayang.,


"Soal ayah.."jawab Reyna mengadahkan kepalanya untuk melihat wajah sang bunda.


Deg..


Jantung Riana berdebar sangat kencang mendengar keinginan anak semata wayangnya.


'Ayah?.."batin Riana kosong.


"Bunda kok melamun.." sahut Reyna.


"Enggak kok sayang. Maaffin bunda karena belum bisa mengabulkan permintaan Reyna. Tapi bunda janji, akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Reyna..


"Iya bunda, Reyna ngerti kok.. Bunda tenang saja, Reyna tidak akan mendesak bunda lagi soal ayah. Tapi walaupun begitu, bunda harus berusaha membuka hati bunda untuk pria-pria lain yang ingin masuk ke dalam hati bunda...


"Pinter banget ngomongnya? Belajar soal cinta dari siapa tuh.? Jangan-jangan, anak bunda ini sudah punya pacar ya.." goda sang bunda.


"Ikkhhh, bunda. Apa-apaan sih, siapa yang punya pacar coba. Orang Reyna ngarang-ngarang cerita saja.." jawab Reyna.

__ADS_1


"Kirain punya pacar beneran, soalnya pinter banget ngomongnya. Bunda saja kalah,,"


"Bunda mah bukan kalah, tapi mengalah.." sahut Reyna.


"Tapi Reyna serius loh ini bunda..


"Iya, bunda tahu. Bunda akan berusaha untuk itu..


"Sebenarnya Reyna maunya Om Tampan itu jadi ayah sambung untuk Reyna. Tapi kalau om Tampan itu tidak menyukai bunda dan bukan jodoh bunda, Reyna ikhlas kok.." Ucapnya tersenyum.


"Uhh, ucapan putri bunda ini bijak banget sih.." Ucap Riana terkekeh. Namun dalam hatinya,, ia merasa teriris mendengar itu.


"Bunda, Reyna serius.." ucap Reyna terlihat kesal.


"Iya-iya, bunda tahu kok. Kalau begitu kita ke dapur yuk? Bantuin Nenek Naimah masak.." ajak Riana.


"Let'a go bunda.." Ujarnya dengan hormat.


Riana terkekeh geli, dan bangun dari tempatnya.


"Kak Riana, Reyna. Kenapa kalian ke sini? Tunggu di kamar saja sekalian istirahat. Nanti kalau makan malamnya sudah siap, aku panggil.." cecar Nilla.


"Reyna bosan istirahat mulu kak, pengen bantu kak Nila dan nenek, masak." sahut Reyna.


"Tapi dapurnya kotor, nak. Nanti kaki kalian bisa gatel-gatel.." sahut ibu Naimah. Karena kondisi dapurnya tanpa beralaskan apa-apa, masih tanah..


"Gak apa-apa nek, kan ada sendal." sahut Reyna memakai sendal siapa saja. Tak masalah jika kebesaran, yang penting kakinya beralaskan.


Sedangkan Riana memakai sandal yang di sedorkan Nilla untuknya.


"Terima kasih Nila.


"Sama -sama kak. Hati-hati jalannya kak, takut jatuh." Ucap Nila menghadap tungku api yang sedang.


Ya, mereka masih memasak dengan cara manual. Masih menggunakan kayu, tanpa gas. Tungku api yang besar, mempercepat cara masaknya.


"Ha ha ha.." Reyna tertawa.


"Kenapa Reyna tertawa.." tanya Nila.


"Wajah kak Nila lucu, ha ha haaa.." jawab Reyna.


"Memangnya wajah kakak kenapa sih?Tolong jelasin dong sayang.."


"Banyak noda hitamnya, seperti pasukan tentara yang siap perang.." jawab Reyna memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak ketawa.

__ADS_1


Riana dan ibu Naimah terkejut melihat wajah Nila yang sudah seperti tentara. Banyak noda hitam di area wajah Nilla.


"Ha ha ha, Reyna benar. Wajah kamu udah seperti tentara Nil, lucu banget." sahut Riana.


"Maaffin emak ya sayang.."sahut ibu Naimah dengan raut wajah sedih.


"Loh, kenapa emak malah meminta maaf? Aku tidak masalah kok jika keadaannya seperti ini, aku juga tidak masalah jika wajah aku banyak noda hitamnya seperti ini.." sahut Nila.


"Maafkan emak karena tidak bisa memberi kenyamanan untuk Nila. Maafkan emak, sayang." jawabnya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya..


"Ini bukan salah emak, ini salah Nilla karena tidak bisa membahagiakan emak dan bapak. Maafin Nila ya mak.."


'Ya Tuhan, betapa beruntungnya Nilla waktu kecil di pertemukan dengan orang-Orang sebaik ibu Naimah dan pak Marjo.. Semoga mereka di dalam lindungan'mu Ya Rabb..Amin..:batin Riana merasa kasihan dengan kondisi dapur tersebut.


"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk mereka. Tapi apa ya.." lanjut Riana tengah memikirkan cara tersebut.


'Ahaa, aku dapat iide cemerlang.." batinnya kembali berbicara.


"Ibu Naimah, saya permisi dulu sebentar. Reyna ingat, jangan nakal? ya.."


"Iya nak.." ucap Naimah.


""iya bunda'ku..Reyna janji tidak akan nakal lagi.." Uvcap Reyna.


Riana langsung pergi setelah mendapatkan jawaban dari sang putri semata wahangnya itu..


"Kenapa Nona.." Tanya Jack.


"Saya. punya dia tugas untukmu..


"Tugas-?Tugas apa Non..."Tanya Jack.


"Cepat cari orang-orang handal kita pak. Suruh mereka merenofasi rumah orang tuanya Nila secepatnya.."Perintah mutlak dari Riana.


"BaiK Nona, saya akan melakukan sesuai permintaan Nona. Jika mereka sudah setuju, saya akan langsung memberi tahu soal ini pada anda.." jawab Jack.


"Saya tunggu. Kalau begitu, saya masuk dulu ya..


"Iya Nona, hati-hati.." ucap Jack.


"Terima kasih,.."Ucapnya langsung pergi kembali ke tempat semua.


'Non Riana sangat baik, pantas jika laki-laki mengantri untuk mendapatkannya."batin Jack.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2