Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 119


__ADS_3

"Kenapa bunda lama sekali.." Tanya Reyna setelah bunda'nya masuk ke dalam mobil.


"Maaf sayang, tadi ada temen bunda di rumah sakit, makannya bunda sedikit lama.." Jawab Riana berbohong.


Tidak mungkin juga Riana berkata kalau dia habis bertemu dengan ayahnya Reyna. Entah kenapa, Riana enggan tidak ingin anaknya itu bertemu dengan ayah kandungnya. Hanya ia yang tahu alasannya.


"Bunda, yang di sebelah Om Tampan itu siapa? Sepertinya Reyna tidak asing dengannya, tapi Reyna tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena om itu berdiri menyamping.." tanya Reyna.


Deg..


Hati Riana seakan berdetak dengan kencang mendengar ucapan anaknya.


Bagaimana ini? Riana harus menjawab apa? Jelas wajah itu tidak asing bagi Reyna, toh itu ayah kandungnya. Tidak ada pilihan selain berbohong, toh itu untuk kebaikannya juga. Jika Riana berkata dengan jujur, Riana takut mental anaknya terganggu kembali, dan mengingat masa lalu yang sangat buruk baginya. Tidak, Reyna tidak boleh teringat dengan masa-masa itu., Pikir Riana menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Bunda kenapa? Bunda sakit ." Tanya Reyna.


"Ti-tidak sayang, bunda tidak apa-apa.Sini Reyna sama bunda, bunda kangen.." Ucap Riana mengambil anaknya dari pangkuan Nilla dan meletakannya di pangkuannya.


'Kenapa dengan kak Riana? Sepertinya ia tengah menyembunyikan sesuatu dari kami. Tapi apa ya? Apa karena laki-laki yang di samping Tuan Raymond? Memangny siapa laki-laki itu? Kak Riana sedikit berubah setelah bertemu dengannya." batin Nilla bertanya-tanya.


"Bunda kenapa sih? Kaya sedang memikirkan sesuatu, cerita dong. Siapa tahu Reyna bisa bantu.." Tanya Reyna sembari menangkupkan kedua tangan di wajah bundanya.


"Bunda gak mikirin apa-apa sayang, beneran. Sekarang Reyna istirahat dulu ya, bentar lagi kan kita mau naik pesawat..."jawab Riana tersenyum.


"Iya bunda, tadi sebenernya tadi Reyna mau nemuin Om Tampan , loh.." Ucapnya kembali berbicara.


"Untuk apa menemuinya? "Tanya Riana bingung.


"Kengen." jawab Reyna singkat.

__ADS_1


"Kangen.." Riana mengulanginya lagi.


"Iya, kan Reyna sudah lama tidak bertemu dengan Om Tampan, jadi Reyna rindu padanya." jawab Reyna.


"Tadinya Reyna ingin manggil om Tampan, eehh bunda malah nyuruh kak Nilla bawa Reyna pergi dari sana. Kesel tahu.." Ucap Reyna.


"Bunda masih ingat dengan pesan Reyna kan? Kalau Reyna merekomendasikan Om Tampan itu untuk menjadi ayahnya Reyna, dan bunda akan berusaha untuk itu. Tapi sejauh ini, Reyna lihat bunda biasa-biasa saja pada om Tampan itu.." Ucap Reyna.


"Lalu bunda harus gimana sayang.." Tanya Riana.


"Ya deketin dong bun,,, kalau bunda gak deketin Om Tampan mana suka sama bunda.." Jawab Reyna.


"Ha ha ha.." Ucapan Reyna di sambut gelak tawa oleh Riana, Nilla dan sang supirnya itu.


"Lohh, kenapa bunda, dan yang lainnya malah tertawa?Apa ada yang lucu.."Reyna bingung.


"Ucapan kamu lucu banget sayang, perut bunda sampai sakit.." Jawab Riana di sela-sela tawanya.


"Kita sebagai perempuan jangan mau deketin laki-laki, sayang. Di mana harga diri kita sebagai perempuan, jika kerjaan kita deketin laki-laki bukan laki-laki deketin kiita. Jika Om Tampan itu tidak menyukai bunda, berarti kita tidak jodoh sayang. Tapi kalau om Tampan menyukai bunda tanpa bunda deketi, bisa jadi jodoh. Tapi belum tentu juga sih sayang, jodoh atau enggaknya hanya Tuhan yang tahu. Kita sebagai perempuan cukup menjalaninya saja, perbaiki diri, pasti Tuhan menyediakan jodoh yang terbaik untuk kita.." Ucap Riana.


"Begitu ya bund? Tapi Reyna harap, jodoh bunda adalah Om Tampan ya.." ucapnya.


"Amiinn.." sahut Nilla sendiri, sedangkan Riana teringat dengan ucapan Raymond kemarin.


'Tuan Raymond juga mengaminkan do'a pedagang sate itu, dan tadi dia juga bilang pada mas Andre kalau Tuan Raymond tertarik padaku. Aku tahu Tuan Raymond tidak serius dengan ucapannya, dia hanya ingin membantuku saja...


"Tapi kalau di ingat-ingat lucu juga ya ucapannya itu.."Batin Riana senyum-senyum sendiri.


'Kak Riana begitu seperti sedang jatuh cinta saja.."batin Nilla geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Molland Hospittal..


"Kamu ngapain sih malah bertengar sama perempuan murahan itu? repot Begini kan jadinya? Untung Tuan Raymond membatalkan ganti ruginya. Kalau tidak, bisa habis uang tabungan kita. Mungkin saja uang kita kurang, pasti kan menutup artikel ini mahal?." Omel Andre kesel..


"Ya maaf mas, abisnya mbak Riana nyerang aku duluan mas,, makannya aku ikut emosi. Padahal aku udah bicara baik-baik sama dia, tapi malah mbak Riana nya saja yang nyolot. Mungkin dia masih marah sama aku karena aku mengambil mas darinya.." ucap Riska membela diri, tentu kenyataannya tidak seperti itu..


"Tadinya aku menyapanya baik-baik, berharap bisa berbincang ringan dengan mbak Riana, kan kangen sudah lama gak ketemu. Pas aku menyapanya, mbak Riana malah terlihat gak suka sama aku mas. Dia malah mendorongku sampai aku terjatuh ke lantai. Aku sudah minta maaf atas kesalahan aku 4 tahun yang lalu, tapi mbak Riana malah gak terima, akhirnya dia menamparku sampai pipi aku terasa sangat sakit, ini saja bekasnya masih ada. Tidak hanya sampai di sana mas, Mbak Riana juga hendak menamparku kembali, tapi untung saja ada yang menahannya tangannya, dan mbak Riana di usir dari rumah sakit ini dengan cara kasar karena sempat memberontak saat penjaga membawanya ke luar. Aku minta maaf karena tidak mengatakan yang sebenarnya karena aku takut, kalau mas kembali padanya..."Lanjut Riska menjelaskan kejadian sebaliknya.


'Penjelasan Riska kenapa beda sekali dengan di video itu..'batin Andre bingung.


"Kamu percaya kan dengan ucapan aku. " Tanya Riska menyadarkan Andre dari lamunannya.


"Kalian ngapain sih masih di sini? Kita kan mau pulang, Andra udah nanyain kamu terus Dre.." Sahut ibu Erin muncul dari belakang Andre..


"Eh, iya bu.." Jawab Andre langsung meninggalkan tempat itu tanpa menjawab pertanyaan Riska terlebih dahulu.


'Mas Andre kenapa diam saja,? Apa jangan-jangan mas Andre tidak percaya dengan ucapanku. Gawat ini mah.." batin Riska gelisah


"Eh tunggu dulu,," Ucap Ibu Erin menahan langkah anaknya.


"Kenapa bu.." Tanya Andre mambalikan tubuhnya.


"Kamu udah urus administrasinya.." Tanya ibu Erin.


"Astaga, belum bu, aku lupa.." Andre menepuk jidatnya sendiri. Pertemuannya dengan Riana membuat Andre tidak bisa berfikir jernih dan melupakan segalanya.


"Aisshhh, kamu ini. Bagaimana kita bisa pulang kalau kamu belum bayar biaya tagihan anak kamu.."sahut ibu Erin kesal.


"Iya, ini aku mau bayar.." Ucappnya lalu pergi ke tempat tersebut.

__ADS_1


'Ck ck ck, kenapa aku jadi begini sih. Penjelasan Riska dan video itu membuat aku bingung. Aku ingin percaya dengan ucapan Riska, tapi tidak bisa di pungkiri kalau video itu mengatakan Riska berbohong padaku.."batin Andre..


Bersambung..


__ADS_2