Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 112


__ADS_3

"Gak gitu kok pah, Andra seneng kok kalau hari ini bisa pulang. Hanya saja, Andre seneng di sini.." jawab Andra.


"Seneng? Andra bilang tinggal di rumah sakit senang? Apanya yang membuat Andra senang sayang? Cucu nenek ini ada-ada saja.." sahut ibu Erin terkekeh.


"Senengan juga tinggal di rumah, sayang. Kan kita bisa main di sana, makan bersama, bernang bersama, main bola, dan masih banyak lagi permainan yang kita lakukan bersama di rumah. Kalau di sini kan kita tidak bisa main bebas, bosan juga mamah."tambah Riska.


'Mulai lagi deh."batin Ima menatap jengah majikannya


'Pipi Riska masih bengkak, dan itu sepertinya bekas tamparan. Tapi siapa yang menampar Riska? Dan dengan siapa dia bertengkar.." batin Andre menelisik wajahnya istrinya.


'Mas Andre ngapain lihatin wajah gue terus sih? Apa jangan-jangan bekas tamparan wanita sialan itu masih membekas di sana? Oh No, mas Andre tidak boleh tahu kalau gue bertengkar dengan perempuan sialan itu. Bisa marah besar dia, terus mencari wanita itu, dan pada akhirnya mas Andre akan balik padanya, secara saat ini perempuan sialan itu benar-benar sudah berubah sangat cantik. Riska sadar, loe bicara apa barusan? Itu sama saja loe menjelekan diri loe sendiri. "batin Riska.


"Andra senang tinggal di sini, karena semua orang perhatian sama Andra. Apa lagi kedatangan kakek semalam, membuat Andra bahagia nek, pah. Maka dari itu Andra betah di sini, karena pastinya kakek akan datang lagi menjenguk Andra.." jawab anak kecil itu tersenyum.


'Ya Tuhan, cucuku. Maafkan kakek sayang.."batin pak Ridwan di ambang pintu.


'Ck ck, lebay sekali anak itu.." Batin Riska berbicara.


"Assalamualaikum.." sahut pak Ridwan.


"Waalaikum salam, kakek.." Andra langsung kegirangan di buatnya...


'Ck ini lagi. "batin Riska.


"Selamat pagi sayang. Gimana kabar Andra pagi ini? Tentunya pasti sehat dong.." Tanya Pak Ridwan memeluk cucunya...


"Sehat dong kek, kan ada kakek di sini.."


"Sesuai janji kakek semalam, kakek membawakan ini untuk Andra.." ucap pak Ridwan memberikan kotak besar untuk anaknya...


"Apa ini kek..


"Mainnan dong sayang.." jawab pak Ridwan mengusap kepala anaknya.


"Horee,,, Andra dapat mainan baru...


"Kamu seneng banget sayang, seperti tidak pernah mendapatkan mainan baru saja.."sahut Andre.


"Memang Andra tidak pernah mendapatkan mainan baru, pah." jawab Andra keceplosan.


"Benarkah? Bukannya mamah selalu memberikan Andra mainan baru setiap minggunya " sahut ibu Erin bingung.

__ADS_1


Andra membulatkan mata setelah sadar dengan ucapannya sendiri. Ia beralih menatap mamahnya, dan saat itu pula mamahnya Andra tengah menatap dirinya sangat tajam, setajam sillet yang membuat Andra langsung ketakutan.


"Mamah emang sering beliin Andra mainnan baru nek. Malah mainan Andra banyak sekali di rumah karena mamah beliin Andra mainan terus. Maksud Andra, Andra seneng mendapatkan mainan baru dari kakek, ini kan mainan pertama yang Andra dapat dari kakek." jawab Andra sedikit terbata.


'Baguss.."batin Riska lega.


"Oh gitu, nenek kira apa.." Ucapnya merasa lega.


'Ya Tuhan, kasihan sekali kamu sayang. Kamu rela berbohong pada semua orang demi mamah kamu. Mamah yang tidak pernah menganggapmu ada, mamah yang tidak pernah memperlakukan Andra dengan baik." batin Ima.


"Iya dong di beliin mainan terus, kan mamah sayang banget sama Andra.." sahut Riska mengecup pelan pucuk kepala anaknya.


Tok


Tok..


"Papah buka pintu dulu ya sayang..


"Iya pah.." Ucap Andra.


"Dokter, silahkan masuk dok..


"Terima kasih Tuan, maaf jika mengganggu. Saya ingin memeriksa pasien.." ucapnya.


'Mudah-mudah dokter itu tidak mengatakan keadaan Andra yang sebenarnya pada mereka, terutama pada bapak sama Ibu.."batin Andre.


"Hai tampan, dokter periksa dulu ya. "Ucapnya tersenyum, tapi matanya terhenti pada sosok wanita yang membuat rumah sakit tempatnya bekerja itu makin terkenal karena tragedi semalam.


'Bukankah wanita itu yang ada di video pagi ini? Tapi kenapa dia ada di sini?.." batin Dokter..


"Kenapa lihatin saya kaya gitu dok. " tanya Riska bingung.


"Bukankah anda wanita semalam itu.." Tanya baliknya.


Deg..


"Wa-wanita yang semalam apa dok? Saya tidak mengerti dengan ucapan dokter.." tanya Riska pura-pura bingung, padahal saat ini jantungnya berdegup kencang mendengar pertanyaan dokter itu.


"Wanita yang semalam di tam,, ahh sudah lah. Mungkin saya salah orang, maaf jika ucapan saya membuat anda tidak nyaman Nona..


"Huftt, akhirnya.." Riska bernafas lega saat dokter tidak meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


"Tidak masalah dokter."jawab Riska.


'Tam? Tam apa? Tampar maksudnya.." batin Andre.


Sedangkan pak Ridwan menatap menantunya dengan tatapan sangat tajam, karena ia sudah tahu semua apa yang di lakukan menantunya itu pada mantan menantunya.


"Ok tampan, maaf sudah membuat kamu menunggu. Sekarang kita mulai pemeriksaannya ya..


"Iya dok, tidak apa-apa. Andra berbaring dulu kalau begitu..


"Biar kakek bantu.." ucap pak Ridwan perlahan membaringkan tubuh cucunya di sana, Andra yang merasa dirinya saat ini di utamakan oleh sang kakek merasa sangat senang dan bahagia.


Senyum manis benar-benar terpancar dari wajah Andra, yang membuat sang papah bahagia bukan main. Termasuk Ibu Erin dan Ima, tapi tidak untuk Riska.


"Gimana dok.." Tanya pak Ridwan penasaran.


'Ya Tuhan, bantu aku.."bantu Andre.


"Allhamdulillah keadaan Andra baik-baik saja, semua sehat tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, termasuk pada gangguan Me-..


"Allhamdulillah, akhirnya anak papah sembuh juga. Papah senang sekali mendengarnya sayang.."Sahut Andre cepat sebelum dokter mengatakan sebenarnya.


Semua orang merasa bahagia, namun ada sedikit kejanggalan yang terjadi di sana. Terutama pada sikap Andre yang terlihat berbeda dari biasanya. Ia terlihat tidak tenang, gelisah seperti menyembunyikan sesuatu pada keluarganya.


"Apa hari ini anak saya sudah boleh pulang dok.." sahut Andre kembali. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan agar semua orang tidak curiga padanya.


"Kalau mau di bawa pulang ya silahkan, Tuan." Jawab Dokter.


"Ya sudah dok, Dokter boleh pergi sekarang.." ucap Andre langsung mengusir dokter sebelum salah satu dari keluarganya menanyakan sesuatu yang membuatnya takut.


Sebenarnya Andre sendiri merasa terpukul dengan keadaan sang anak, anak yang ia cintai dan ia sayangi menderita kini mengalami gangguan mental ringan. Entah apa yang membuat kesehatan mental Andra terganggu, yang jelas Andre akan membicarakan masalah itu di rumah nanti pada Riska dan Ima, karena mereka berdua paling andil dalam urusan Andra.


"Iya Tuan." jawab dokter langsung keluar dari sana.


"And..".


"Aku keluar dulu sebentar .." sahut Andre menghentikan ucapan ibu'nya. Tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Andre langsung pergi mengikuti dokter.


'Mas Andre kenapa? ."batin Riska bingung.


"Andre kenapa ya? Kok beda banget.." sahut ibu Erin.

__ADS_1


Namun di antara yang lainnya tidak ada yang menjawab pertanyaan Ibu Erin, dan itu berhasil membuatnya kesal.


Bersambung..


__ADS_2