
"Nilla, Semua keperluan Reyna sudah siap kan.." Tanya Riana.
"Sudah Nona.." jawab Nilla.
"Ini kenapa banyak sekali koper Reyna, Nil.."tanya Riana menatap 2 koper besar di depannya.
"Yang 1 ini perlengkapan Reyna dan yang satunya lagi pakaiannya,Nona.."jawab Nilla..
"Kalau soal pakaian Reyna tidak perlu bawa banyak-banyak Nil, secukupnya saja. Paling tidak 2 atau 3 steel gitu ,Sisanya nanti kita beli di sana. Lagi pula, di rumah sana sudah aku siapkan keperluan Reyna. Jadi, tidak perlu membawa sebanyak ini." Ucap Riana.
"Ohh begitu ya Nona, maaf ya aku tidak tahu.." Ujar Nilla.
"Bukan kamu yang harusnya minta maaf, tapi aku. Maaf, aku lupa memberitahu kamu semalam. Sebagai permintaan maafku, aku akan membantumu membereskan pakaian Reyna kembali.." Ujar Riana..
"Tidak perlu Nona, biar aku saja yang membereskannya. Nona juga tidak perlu minta maaf, karena ini bukan salah Nona sepenuhnya. Ini salahku, aku lupa menanyakannya semalam.."ucap Nilla.
"Baiklah, lebih tepatnya ini kesalahan kita berdua ya,?Dan maaf-maaffan nya sudah, tinggal beresin barang-barang Reyna.."Ucap Riana menengahi.
"Biar aku...
"Biar kita berdua saja, lebih cepat lebih baik.."sahut Riana.
"Baiklah.."Nilla pasrah dan kemudian membereskan kembali barang-barang Reyna ke tempat asalnya.
Sedangkan si empunya, tengah berada di kamar mandi sedang membersihkan badannya.
"Kamu juga tidak perlu membawa pakaian banyak-banyak, karena aku juga sudah membelikan perlengkapan kamu selama di negara kita.." Ucap Riana.
"Tapi..
"Aku tidak menerima penolakan Nilla. Jika kamu menolaknya, siapa yang akan memakai perlengkapanmu? Jika di kembalikan lagi ke tokonya, aku yakin tokonya juga akan menolak barang yang sudah di beli , lalu di kembalikan. Jadi , kamu mau memakainya atau aku yang membuangnya.."sahut Riana.
Tentu Riana tidak serius dengan ucapan terakhirnya, ia hanya mengancam saja supaya Nilla mau menerimanya. Karena ia tahu, Nilla sering menolak pemberiannya.
__ADS_1
"Nona jangan membuangnya, biar aku yang memakainya.." Jawab Nilla pasrah.
Dari pada di buang, kan sayang. Pikir Nilla.
Dan soal harga, Riana tidak tanggung-tanggung. Walaupun terlihat sangat sederhana pemberian majikannya, namun harga tidak bisa di ragukan lagi.
Setelah mendengar cerita dari sang anak, Riana memutuskan untuk mempercepat penerbangannya ke tanah air.
Padahal jadwal penerbangan sudah di bicarakan dengan Om Mike, dan penerbangannya akan di lakukan 1 minggu yang akan datang. Namun Riana tidak bisa menundanya lagi, karena ia sudah tidak bisa menahan kerinduannya lagi pada alm. kedua orang tuanya.
"Kenapa harus sekarang?Bukankah seharusnya 1 minggu lagi kalian berangkat.." tanya Om Mike.
Mendengar keberangkatan Riana di majukan, Om Mike dan Tante Shierra langsung mendatangi kediaman Sallex untuk meminta penjelasan tentang keberangkatan Riana yang sangat mendadak.
"Kita undur lagi ya sayang. Kamu tahu sendiri, kalau perusahaan saat ini tengah membutuhkanmu..." tambah tante Shierra.
"Tidak bisa tante, aku tidak bisa membatalkan penerbangan ini. Kalau untuk perusahaan, aku percayakan ketiganya pada Om dan tante. Aku mohon, hanya satu minggu saja kalian bekerja kembali di sana untuk menangani urusan yang penting. Selebihnya, aku akan mengirim sekertarisku kembali ke sini ." ujar Riana.
"Sebenarnya apa alasanmu mengambil penerbangan yang sangat mendadak ini Riana.?.." sahut Om Mike.
"Mereka selalu datang pada anakku Om.."jawab Riana.
"Mereka? Siapa mereka.." Tanya Om Mike bingung.
"Siapa yang datang pada Reyna, Riana? Kenapa tante tidak tahu..." tambah Tante Shierra.
"Alm. Ayah dan bunda aku Om, tante. Mereka setiap malam datang pada Reyna.."Jawab Riana...
"Maksudnya mereka masuk ke dalam mimpi Reyna, begitu maksud kamu sayang..", Tanya Tante Shierra penasaran..
"Iya Tante. Ternyata selama ini Reyna selalu di datangi oleh kakek dan neneknya. Reyna baru menceritakannya tadi siang padaku, saat aku bertanya tentang tempat yang sangat ingin Reyna datangi."jawab Riana.
"Mereka pasti merindukan kalian sayang.." Ucap tante Shierra.
__ADS_1
"Benar, Juan dan istrinya pasti sangat merindukan kalian, maka dari itu mereka datang lewat mimpi Reyna. Karena mereka yakin, hanya cara itu yang bisa membuat kalian datang ke rumah mereka.." tambah Om Mike.
"Wajar saja jika mereka seperti itu sayang, karena sudah 4 tahun ini kalian tinggal di sini. Dan selama 4 tahun juga, kalian tidak pernah lagi mendatangi tempat peristirahatan terakhir mereka. Tante tahu bukannya kalian tidak ingin kesana, tapi kesibukan kalian di sini benar-benar menyita semua waktumu Riana. Dengan begitu, kalian pergilah. Soal perusahaan, biar Om dan Tante yang menghendle nya.."sahut Tante Shierra.
Tante Shierra sampai rela membatalkan rencananya berlibur bersama keluarga besarnya, hanya untuk membela cucu dari sahabatnya pergi mendatangi rumah alm. keduanya orang tua Riana.
Beliau melakukan itu, karena beliau sangat menyayangi Riana dan anaknya melebihi rasa sayang beliau pada dirinya sendiri. Mengingat pengorbanan yang selama ini Nyonya Maya lakukan untuknya, membuat Tante Shierra sadar dan ia merasa ini adalah waktunya untuk beliau membantu cucu dari sahabat sekaligus Nona'nya itu.
Walaupun bantuan tersebut tidak sebanding dengan apa yang Nyonya Maya lakukan selama ini untuknya, namun tante Shiera berharap dengan bantuan sederhanya , cucu dan cicit sahabatnya itu bisa tenang dan bahagia setelah memenuhi keinginan alm. kedua orang tua Riana yang sangat mengharapkan kedatangan Riana dan anaknya di kejauhan sana.
"Beneran Tan.." Tanya Riana memastikan.
"Benar sayang.." Jawab Om Mike..
Begitupun Om Mike yang mengingat pengorbanan yang selama ini Tuan Allex lakukan dan berikan untuknya. Maka dari itu om Mike langsung setuju menerima permintaan sederhana dari cucu sahabatnya , untuk menghendle 3 perusahaan besar itu selama Riana di tanah kelahirannya.
"Alhamdulilah,, terima kasih om, tante.." Riana memeluk keduanya dengan hati yang tenang.
'Ayah, bunda, tunggu aku. Aku akan pulang membawa cucu kalain.."batin Riana.
"Tante dan Om titip salam sama mereka ya sayang. Katakan permohonan maaf dari kami karena belum sempat mengunjungi rumah mereka."ucap Tante Shierra mengusap punggung Riana.
"Tapi kami janji, suatu saat Om dan Tante akan mengunjungi rumah mereka.."Tambah Om Mike.
"Baik om, tante. Nanti aku sampaikan salam dan permohonan maaf kalian pada mereka. Sekali lagi terima kasih atas pengertian kalian, aku sangat menyayangi kalian berdua..."ujar Riana.
"Kami juga sangat menyayangimu sayang, maka dari itu kami akan melakukan apa saja demi membuatmu dan Reyna bahagia.." Ucap Tante Shierra mengusap air mata Riana.
"Namun, Ini tidak seberapa dengan pengorbanan yang selama ini kakek dan nenekmu lakukan untuk kebahagiaan om dan tantemu ini sayang.." tambah Om Mike.
Ya , karena Tuan Allex dan Nyonya Maya'lah yang membuat dua insan itu menjadi satu.
Bersambung...
__ADS_1