
"Apa masih sakit.." Tanya Raymond.
"Sedikit,,sssttthh." jawab Riana meringgis kesakitan.
"Wajah anda pucat sekali Nona, kita balik ke rumah sakit saja ya? Saya takut sakit anda tambah parah.." Ujar Raymond panik.
"Anda tenang saja Tuan, ini hal biasa bagi saya. Jadi kita lanjutkan saja perjalanannya.."Tolak Riana..
"Tepi perut anda..
" Perut saya akan baik-baik saja setelah saya mengisinya. Jadi, lebih baik kita cari tempat makan terdekat saja sekarang.." Jawab Riana.
"Benarkah seperti itu? Rasanya sedikit aneh. Atau.."
"Stop.." sahut Riana.
"Stop.." Raymond mengulangi.
"Tolong berhenti di sini saja, saya mau makan itu.." jawab Riana menunjuk tempat makan pinggir jalan.
"Apa.." Reyhan terkejut.
"Stopp..".
"Apa anda tidak salah lihat...
"Tentu saja tidak, Bukan itu gerobak penjual makananan..
"Benar, tapi.." Ucap Raymond terhenti begitu Riana sudah pergi dari mobilnya.
"Tapi anda gak malu gitu makan di pinggir jalan.. " itu yang ingin Raymond katakan pada Riana, namun sepertinya sudah telat karena pemimpin Sallex Group itu sudah duduk manis di sana. Tidak, bukan duduk manis tapi duduk cantik.
Raymond baru tersadar dengan tingkahnya begitu Riana melambaikan tangan ke arahnya. Kapan lagi begitu,pikir Raymond keluar dari mobilnya.
"Pak, satenya satu porsi, pake lontong ya.." Ucap Riana sembari memegangi perutnya.
'Hahh, cantik banget ini perempuan.."batin pedagang sate itu.
"Emhhh, pak.." Riana melambaikan tangannya di hadapan laki-laki paruh baya itu.
"Ehh, maaf Nona, saya jadi melamun. Abisnya saya pangling lihat wajah Nona, cantik banget." Ucap bapak itu jujur.
"Bapak bisa aja, tolong buatkan saya sate satu porsi sama lontongnya ya pak.."Ucap Riana karena sudah tidak sabar lagi ingin segera isi perutnya.
"Siap Non, silahkan Non tunggu sebentar. Bapak mau bakar satenya dulu.. "Ucap bapak itu setelah meletakan teh hangat tawar di hadapan Riana.
"Iya pak, terima kasih teh hangatnya.." jawab Riana meminumnya dengan perlahan. Setelah itu melambaikan tangannya pada Raymond.
"Hanya teh hangat tawar kok Non."Ucap bapak pedagang sate itu.
"Walaupun hanya teh hangat biasa, tapi teh ini bisa mengurangi rasa sakit perut saya pak.."Ujar Riana jujur.
__ADS_1
"Memangnya sakit kenapa Non..
"Karena laper pak.." Jawab Riana terkekeh.
"Ha ha ha, Non cantik ini lucu sekali." Ucapnya sambil mengipas-ngipas satenya..
"Silahkan duduk Tuan.." Ucap Riana mempersilahkan Raymond duduk di sampingnya, namun Raymond sepertinya nampak ragu.
"Anda tenang saja, tempat kursinya bersih kok. Jadi tidak akan mengotori celana mahal anda." ujar Riana..
"Benar Tuan. Walaupun saya pedagang jalanan, tapi saya selalu mentaatti kebersihan supaya pembeli merasa nyaman dan tidak jijik makan di warung saya." sambung pedagang..
"Maaf pak, saya tidak bermaksud merendahkan lapak bapak, ini. Hanya saja saya...
"Saya paham dengan maksud Tuan, Tuan pasti baru pertama kali mengunjungi pedagang seperti saya bukan?."Sahutnya.
"Iya pak.." jawab Raymond.
"Karena ini yang pertama kali bagi Tuan, saya akan membuatkan sate spesial untuk Tuan..
"Tidak usah pak, saya sudah kenyang.." Tolak Raymond.
"Mohon terima saja Tuan, kasihan bapaknya. Kalau setidaknya terjadi sesuatu pada anda, saya yang akan tanggung jawab.."ucap Riana pelan.
"Ya sudah pak, tolong buatkan saya 1 porsi sate saja." Ucap Raymond pasrah..
"Sesuai ucapan saya, saya akan membuatkan sate bakar yang spesial untuk Tuan dan pacarnya.."Ujarnya..
uhukh
uhukh
Riana langsung tersendak air mendengar itu.
Sedangkan Raymond tersenyum manis di sana.
"Anda tidak apa-apa Nona.." Tanya Raymond melihat wajah Riana yang kemerahan.
"Saya baik-baik saja Tuan." jawab Riana.
"Sama pacar sendiri kok bicaranya seperti Tuan dan Sekretarisnya saja sih, formal banget. "ucapnya.
"Kami bukan pasangan kekasih pak, tapi teman biasa." jawab Riana meluruskan ke salah fahaman itu.
Raymond kecewa mendengar jawaban Riana, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam karena memang yang di ucapkan Riana benar, kalau mereka tidak ada hubungan apa-apa.
"Waduh kalau begitu saya minta maaf Non, Tuan. Saya pikir Non dan Tuan ini adalah pasangan kekasih, soalnya cocok banget, yang satu tampan dan yang satunya lagi sangat cantik.." ujarnya.
"He he, tidak apa-apa pak." Riana jadi salah tingkah di buatnya, apa lagi Raymond saat ini sepertinya tengah memperhatikan dirinya..
"Silahkan Tuan, Non cantik.." Ucap bapak itu meletakan 2 porsi sate dan 1 porsi lontong.
__ADS_1
"Terima kasih pak." Ucap Riana, lalu membaca do'a dan melahapnya.
"Satenya enak banget pak." puji Riana.
"Aduhh, bapak jadi seneng banget mendapat pujian dari Non cantik, terima kasih Non.."
"Sama-sama pak, tapi ini bukan sekedar pujian loh pak. Sate buatan bapak benar-benar enak..
Bapak itu menanggapinya dengan senyum bungah, dan kembali ke belakang.
"Tuan, satenya kenapa tidak di makan.." Tanya Riana.
"Anda tidak suka sate.." lanjut Riana melihat Raymond tidak bergeming..
"Suka, hanya saja..
"Tempatnya di pinggir jalan.." sambung Riana.
"Heum,.. Jujur saja, saya tidak pernah makan di pinggiran jalan seperti ini Nona, karena menurut saya ini kurang hiegienis.." jawab Raymond jujur.
"Saya paham. Tapi Tuan bisa melihat sendiri gerobak itu?.."
"Bersih bukan? Semua daging tersimpan rapi di tempat tertutup, piring, gelas sama sendoknya juga di cuci di air mengalir. Meja ini saya lihat tidak ada debu sama sekali, jadi saya pastikan tempat ini hiegienis meski di pinggiran jalan." ujar Riana.
Raymond masih nampak ragu melihat satenya.
"Ini rasanya sangat enak, dan saya jamin sate ini tidak akan membuat perut anda sakit Tuan." ujar Riana.
"Apa beneran enak...
"Coba saja dulu, setelah itu anda akan tahu jawabannya.." jawab Riana tersenyum karena merasa lucu dengan tingkah pembisnis sukses nomor 2 seAsia itu yang nampak seperti anak kecil.
'Cantik.."batin Raymond.
Perlahan tangan Raymond mengambil satu tusuk sate yang sudah di lumuri bumbu kacang di sana.
"Cobalah, saya yakin anda pasti ketagihan setelah mencicipinya.." dorong dari Riana.
"Heumm.."
'Semoga yang di katakan Riana benar, kalau sate ini benar-benar enak dan tidak membuatku sakit perut.. Tapi kalau di pikir-pikir lagi sakit perutpun tidak masalah, karena Riana sudah berjanji akan bertanggung jawab soal itu. Dengan begitu, aku bisa bertemu dengannya setiap hari dan itu peluang sangat bagus untuk mendekatinya.."batin Raymond.
"Saya akan memakannya. Tapi anda harus ingat dengan janji anda Nona Riana.."Ujar Raymond.
"Tentu saja, saya akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada perut anda.."Jawabnya enteng, karena ia yakin hal itu tidak akan terjadi pada Raymond.
Perlahan Raymond membuka mulutnya sedikit, lalu memasukan ujung sate itu ke dalam mulutnya.
'Sepertinya enak.."batin Raymond setelah mencicipi bumbunya.
Dan kenapa Raymond membulatkan matanya?Apa yang terjadi padanya.??..
__ADS_1
Bersambung..