Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 99


__ADS_3

"Seandainya Tuan langsung memberikan sertifikat tanah yang aslinya pada saya, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini Tuan."Ucap Riana menerima sertifikat tanah asli dari Hans.


"Saya minta maaf Nona.." Ucap Rentennir.


"Saya yang justru meminta maaf karena sudah membuat Tuan dan orang-orang Tuan terluka parah seperti ini, saya minta maaf.."Ucap Riana tulus.


"Kalau Nona tidak membuat kami seperti ini, pasti saya tidak akan pernah sadar dengan perbuatan saya selama ini. Dan mungkin saja, Nona sudah mati di tangan saya.." Ucap Rentennir.


"Hidup, mati seseorang ada di tangan Tuhan, Tuan." Ucapnya.


"Jack, tolong ambilkan uangnya di mobil saya.." Titah Riana.


"Baik Nona.." Ucap Jack, setelah sadar dari pingsannya.


Dengan langkah sedikit tertatih, Jack menghampiri mobil Nona'nya, membuka pintu, lalu mengambil dua koper besar yang berisi uang.


"Ini Nona..


"Berikan pada mereka.."Ucap Riana.


Hans langsung menerima tangan gemeteran.


"Nona, saya rasa ini kebanyakan.." Ucap Rentennir terbata.


"Memang saya sengaja melebihkannya, pakailah untuk biaya kalian semua berobat."Jawab Riana.


"Tapi Nona, saya rasa itu perlu. Lagi pula, anak buah saya sudah membuat orang-orang anda terluka parah juga, jadi Jack tolong ambil saja sebagiannya.."ucap Rentennir itu tidak enak hati.


"Biar mereka jadi tanggung jawab saya Tuan, terima saja saya ikhlas..Maaf Tuan, sepertinya saya tidak bisa lama-lama lagi di sini, saya harus pergi sekarang.." Ucap Riana , wajah Reyna terngiang-ngiang di benaknya..


Molland Hospittal..


"Kenapa bunda lama sekali kak? Jangan-jangan mimpi Reyna nyata.."Ucap Reyna belum berhenti menangis..


"Husst, Reyna jangan bicara seperti itu, tidak baik sayang.."ucap Nilla.


"Tapi Reyna takut kak, Reyna takut kejadian itu menimpa bunda.. Hiks hiks.."ujar Reyna.

__ADS_1


'Ya Tuhan, kak Riana mana? ini udah 3 jam lebih, tapi kenapa kak Riana belum kembali juga.."batin Nilla, tidak bisa di pungkiri kalau Nilla merasakan yang sama di rasakan Reyna.


Kamar sebelah..


"Ya Tuhan cucuku..Andra bangun sayang, ini nenek.." Ibu Ida setelah memasuki ruangan cucunya.


"Kenapa kamu bisa begini, apa yang terjadi padamu nak.? Bangun sayang, nenek rindu." ucapnya menangis.


"Andre, gimana keadaan cucu ibu? Kenapa bisa sampai bisa masuk rumah sakit gini.." Tanya Ibu Erin beralih pada anaknya..


"Andra sudah mendingan, sudah di tangani sama dokter tadi. Andra masuk rumah sakit karena pingsan saat Ima mengantarkannya ke sekolah bu.."Jawab Andre tidak membeberkan keadaan anaknya yang sebenarnya. Karena ia takut kena marah ibunya, apa lagi ibu sangat menyayangi cucunya..


Mendengar itu, ibu Erin langsung beralih pada pengasuh anaknya. Ima yang ketakutan, karena mendapat tatapan tajam dari ibu Erin segera menundukan kepala.


"Kau pasti tahu kan kenapa cucu saya masuk rumah sakit.." Tanya Ibu Erin.


"Den Andra demam tinggi Nya, makannya saya bawa ke sini.."jawabnya takut-takut.


"Saya tahu kalau orang sakit itu di bawanya ke rumah sakit. Tapi yang saya tanyakan di sini, kenapa Andra bisa demam tinggi? Kamu apakan cucu saya, hah.." Bentak Ibu Erin.


"Saya mengurus Den Andra seperti biasa Nya. Sumpah, saya tidak melakukan apa-apa pada Den Andra.."jawab Ima apa adanya.


"Sudah bu sudah, Andra bisa marah besar kalau ibu memarahi Ima seperti itu. Lagi pula Ima selama ini sudah mengurus cucu ibu dengan baik. kalau demam sedikit wajar saja, namanya juga masih anak-anak, ya daya tahan tubuhnya masih lemah.." sahut Andre pusing mendengar ucapan ibunya.


"Ya kamu kasih Andra vitamin lebih mahal dong Dre, biar daya tahan tubuhnya kuat dan tidak gampang sakit seperti ini."Ucapnya kesal karena Andre malah membela pengasuh cucunya.


"Ibu tahu kan tugas aku hanya mencari uang untuk kalian semua, sedangkan urusan Andra aku serahkan semuanya pada Riska, termasuk obat-obatan keperluan cucu ibu. Jadi aku tidak tahu menahu soal itu, begitu juga dengan Ima.." jawab Andre.


"Mana Riska,?"tanya ibu Erin menoleh kesana ke mari, namun ia tidak menemukan keberadaan menantu kebanggaannya..


"Gak ada." jawab Andre cuek..


"Gak ada gimana maksud kamu?.." Tanya ibu Erin.


"Riska tidak di sini bu, dia juga tidak tahu kalau anaknya sedang sakit." jawab Andre.


"Kamu gak hubungi dia.."

__ADS_1


"Sudah, sudah dari pagi aku menghubunginya dan sampai sekarang gak di angkat-angkat juga. Entah kemana perginya perempuan itu, aku tidak tahu.." jawab Andre..


"Di rumah kali Ndre.."


"Aku sudah hubungi orang rumah, tapi mereka menjawab kalau Riska gak ada di rumah, malah perempuan itu sudah pergi dari tadi pagi katanya. Tau lah, palingan juga sedang foya-foya sama teman sosialita kerenya." ucap Andre.


"Gak mungkin lah Ndre..


"Gak mungkin apanya bu?..


"Ya kali aja saat ini Riska sedang membeli perlengkapan dapur, atau apa gitu yang bisa menghabiskan waktu banyak."Ucap Ibu Erin membela menantunya.


"Kalau itu benar, tapi tidak mungkin selama ini juga kali bu..."sahut Andre pusing.


'Andre benar, tidak mungkin belanja perlengkapan dapur dari pagi sampai sore begini juga. Lalu, apa yang Riska lakukan di luaran sana, sampai anaknya sendiri sakit dia tidak tahu.." batin ibu Erin.


Rumah kecantikan..


"Sudah selesai Dok.." tanya Riska, ternyata wanita itu masih betah di sana..


"Sudah Nona, sekarang anda boleh melihat hasilnya.."jawab Dokter kecantikan.


"Wahh, wajah saya nambah kinclong, terasa kenceng juga dok.." Ucap Riska menatap wajahnya dari cermin.


"Anda puas Nona.."


"Sangat, saya sangat puas dengan perawatannya. Dan hasilnya sesuai keinginan saya, pelayanan dan perawatan di sini memang selalu tokcer deh, pokoknya tidak ada duanya.." jawab Riska di iringi senyum manis yang terpancar di sana.


"Syukurlah kalau anda puas, kami senang mendengarnya dan terima kasih atas pujiannya, Nona.." Ucap dokter.


"Sama-sama dok. Karena semua sudah selesai, jadi saya minta totalnya dok." ucap Riska.


"Sebentar saya, saya tanyakan dulu pada pegawainya ya.."


"Saya tunggu..


'Mas Andre pasti suka lihat wajah istrinya cantik seperti ini, pasti dia makin cinta sama aku. jadi pengen ketemu mas Andre. Apa aku ke kantornya saja ya,? Tapi mas Andre bilang bos'nya sekarang tambah rese. Ya sudahlah, mending aku tunggu di rumah saja, tapi sebelum itu seperti biasa aku akan menghabiskan jatah anak itu terlebih dahulu. Apa lagi mas Andre menjatah anak itu bulan ini sebesar 20 juta, mending aku pake buat beli baju dari pada beli perlengkapan anak itu yang tidak penting-penting amat..'batin Riska.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2