Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 94


__ADS_3

"Dokter, bagaimana keadaan anak saya dok.?" Tanya Andre setelah sekian lamanya menunggu, akhirnya dokter spesialis anak keluar juga dari ruang rawat Andra.


"Anda orang tuanya.." tanya Dokter.


"Benar dok, saya papahnya.." jawab Andre.


"Syukurlah kalau anda datang, keadaan anak anda sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya. Saya juga sudah menyuntikan obat pada cairan infusnya . Tapi sebelum itu, saya mau tanya terlebih dahulu.." tanya Dokter.


"Tanya apa Dok? Silahkan saja.." tanya Andre was-was, takut anak kesayangannya terkena penyakit serius..


"Apa sebelumnya anak anda pernah demam tinggi seperti ini.." tanya Dokter serius.


"Dari lahir, anak saya tidak pernah yang namanya sakit dok, demam biasa saja dia tidak pernah."jawab Andre.


"Benar dok, saya sendiri suster yang menjaga Den Andre dari kecil, Den Andre memang tidak pernah sakit sebelumnya." tambah Ima.


"Memangnya ada apa dok? Tolong katakan dengan jelas." sahut Andre.


"Anak anda mengalami kejang demam. ."jawab Dokter.


"Kejang Demam?.." Ucap Ima dan Andre terkejut.


"Benar Tuan, suster. Andra mengalami kejang-kejang yang luar biasa, yang di akibatkan lonjakan suhu tinggi pada tubuhnya.." jawab Dokter.


"Apa ini masalah serius Dok.." tanya Andre.


"Tidak Tuan, penyakit ini bisa di tangani dengan cara medis. Saya sendiri yang akan mengobatinya.."ujar Dokter.


"Syukurlah.." Andre maupun Ima bernafas lega mendengarnya.


Namun..


"Tapi ada 1 masalah lagi, yang pastinya ini sedikit sulit untuk di sembuhkan."Ucap Dokter.


Deg..


Jantung Andre langsung berpacu dengan cepat.


"A-apa itu d-Dok.." tanya Andre terbata.


"Mental anak Andra tergangu, Tuan." jawab Dokter.


Deg..


Kini jantung Andre terasa berhenti berdetak di sana.


Mental Andra terganggu? Kenapa?Bagaimana bisa?Bukankah Andra selama ini selalu di perlakukan baik oleh orang-orang di sekitarnya? Apa yang terjadi pada Andra,? Siapa yang membuat anak semata wayangnya seperti ini., pikir Andre.


Ima menutup mulutnya karena terkejut, tapi ia juga sudah menyangka jika hal itu akan terjadi pada Andra karena ia tahu penyebab Andra mengalami gangguan mental seperti itu.


Tapi ia tidak menyangka, jika penyakit mental itu menyerang psikis Andra secepat ini.

__ADS_1


'Ya Tuhan, aku harus menjawab apa jika Tuan Andre bertanya soal penyebab penyakit itu.."batin Ima bertanya-tanya.


Ruangan sebelah..


"Reyna, emh.." Ucap Riana terhenti, begitu ragu untuk mengatakannya.


Sedangkan Reyna menatap bundanya dengan penuh tanda tanya.


'Pasti Reyna marah kalau aku mengatakan yang sebenarnya. Tapi aku tidak punya cara lain, selain mengatakan itu.." batin Riana.


"Reyna sayang, bunda izin keluar, boleh?" Tanya Riana..


Namun Reyna tidak bergeming sedikitpun.


"Boleh sayang, hanya sebentar kok." ujar Riana.


"Jangan bohongi Reyna lagi bun, Reyna tahu ucapan bunda tidak sesuai dengan kenyataan. Bilangnya hanya sebentar, tapi nyatanya berjam-jam." ujar Reyna..


"Reyna gak boleh seperti itu sayang.." sahut Nilla.


"Terus Reyna harus seperti apa kak? Reyna hanya ingin bunda berada di samping Reyna, apa itu salah kak.." sahut Reyna.


"Itu tidak salah sayang, Reyna benar." ucap Riana membenarkan..


"Kalau bunda mau pergi, pergi saja. Jangan fikirkan Reyna.."ujar Reyna membuang muka, hatinyapun sakit berkata seperti itu. Namun ia ingin membuktikan pada bundanya, kalau ia kuat.


"Bunda tidak akan pergi sebelum mendapatkan izin yang ikhlas dari anak bunda ini.." jawab Riana..


"Reyna sudah iklhas, jika bunda mau pergi silahkan saja" Ucap Reyna.


"Hanya 1 jam, paling lama 2 jam sayang. Boleh ya,? Bunda mau mengurus lahan pembangunan kantor pusat kita di kota ini.." ujar Riana.


"Bunda ingin membangun kantor pusat perusahaan kakek di kota ini.." tanya Reyna menatap wajah bunda'nya untuk mencari kebenaran di sana.


Dan Ya, Reyna mendapatkan kejujuran di sana.


"Iya sayang, kamu mau kan tinggal di kota ini sama bunda.."Ucap Riana..


"Mau-mau saja, tapi Reyna tidak ingin tinggal hanya berdua saja di kota ini.."jawab Reyna, sepertinya ini moment sangat baik untuk menyampaikan keinginan Reyna, pikir anak kecil itu.


"Ya enggak dong sayang, ada kak Nilla, kak Trisstan dan ba..


"Bukan mereka maksud Reyna, bunda.."sahut Reyna.


"Lalu.." Tanya Riana bingung.


"Bertiga.."jawab Reyna.


"Bertiga? Maksudnya apa sayang. " tanya Reyna.


"Reyna pengen ayah, bund.." jawab Reyna menundukan kepala.

__ADS_1


Riana tidak terkejut lagi, karena ia tahu Reyna sudah lama menginginkan seorang ayah.


'Aku tahu Reyna sangat merindukan sosok ayah selama ini, tapi aku belum bisa membuka hati ini karena aku takut gagal dalam membina rumah tangga, dan aku takut jika suamiku kelak berpaling pada wanita lain,, Lagi."batin Riana.


"Bunda. "panggil Reyna menyadarkan bunda Riana dari lamunannya.


"Akan bunda usahakan ya sayang, tapi bunda tidak bisa langsung mengabulkan permintaan Reyna." jawab Riana memegang kedua tangan anaknya.


"Tidak apa-apa bunda, bunda mau berusaha saja, Reyna sudah seneng banget. Itu artinya Reyna akan mendapatkan seorang ayah.." jawab Reyna tersenyum manis.


'Reyna tahu masa lalu bunda seperti apa, maka dari itu Reyna ingin melihat bunda bahagia. Dan kebahagiaan bunda tidak hanya pada diri Reyna saja, tapi pada calon suami bunda kelak." batin Reyna.


'Terima kasih karena sudah menyatukan ibu dan anak ini Tuhan..'batin Nilla, ia paling tidak tega melihat wajah Riana sedih, karena ia tahu perjuangan yang selama 4 tahun belakangan ini Reyna lakukan untuk membuat masa depan putrinya lebih cerah.


"Terima kasih sayang.. Jadi Reyna mengizinkan bunda kan.." Tanya Riana.


"Iya, tapi Reyna ingin mengajukan sesuatu pada bunda.."


"Apa itu.." tanya Riana, pasti Reyna ingin mengatakan yang aneh-aneh lagi, pikir Riana.


"Apa boleh Reyna merekomendasikan seorang suami untuk bunda.."jawabnya.


"Reyna sayang,..


"Hanya rekomendasi saja bund.." sahut Reyna.


"Memangnya siapa yang Reyna ingim rekomendasikan untuk bunda.." sahut Nilla.


"Pemilik rumah sakit ini.." jawab Reyna cepat.


"APA.."Kali ini Riana benar-benar terkejut.


Brakk..


Pintu ruangan VVIP tertutup setelah Riana menutupnya pelan..


'Bagaimana bisa Reyna menginginkan sosok ayah seperti Tuan Raymond? Padahal dia baru ketemu kemaren, apa secepat itu Reyna merasa cocok dengan orang asing seperti Tuan Raymond.? Aneh sekali.."batin Riana tak habis pikir dengan pikiran anaknya. Pasalnya selama ini anak itu paling sulit di dekati, apa lagi orang itu sangat asing di matanya. Terbukti jika ia ikut bundanya ke kantor, ia selalu bersikap jutek pada pria-pria yang menginginkan bundanya.


Tapi kenapa kali ini berbeda? Hanya butuh waktu 7 menit, Raymond bisa mengabil hati putrinya.


'Rasanya ini tidak mungkin.." batin Riana.


Bughh..


"Nona, anda tidak apa-apa.?" Ucap penjaga saat Riana menabrak seorang wanita paruh baya saat ia tidak memperhatikan jalan dengan benar.


"Kalau jalan itu pakai mata dong, jangan pak..."Bentak wanita paruh baya itu terhenti begitu melihat wajah orang yang menabraknya.


"Ri-Riana.." ucapnya terbata.


"Ibu ." Ucap Riana..

__ADS_1


Bersambung..


,


__ADS_2