
Hari baru dan kebahagiaan baru menyelimuti keluarga Maximo. Suasana rumah yang semula cukup tenang, kali ini terdengar ramai oleh tangis putra Maximo. Baby Jasper, menjadi pusat kehidupan di rumah ini. Semakin hari, kondisi tubuhnya semakin sehat dan bertambah besar. Ia tidak suka menunda rasa laparnya. Tangisannya menjadi alarm siaga bagi Samantha dan Maximo.
Kondisi fisik Samantha pun membaik dengan cepat. Ia tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Pemulihannya bisa dilakukan di rumah sambil membiasakan dirinya merawat Maximo junior. Wanita itu bisa beraktifitas dengan normal. Mengurus sendiri bayinya dan sesekali mendapat bantuan dari Nora.
Penghuni rumah ini memiliki kebiasaan baru. Setiap pagi, Eveline, Nora dan Paul akan menunggu Jasper di tangga menuju ruang makan. Mereka akan menyambut tuan mudanya yang akan menemani sang ibu sarapan. Seperti pai ini, bayi itu sudah terlihat tampan dengan jumpsuit yang dikenakannya. Rambut tebalnya tersisir rapi, lurus mirip dengan rambut Samantha. Eveline yang selalu gemas ingin menggendong bayi itu, tetapi ia harus menahan keinginannya karena sang kakak belum memperbolehkannya.
Bayi itu tampak tenang menemani Samantha sarapan. Saat matahari sedikit meninggi, bayi itu di ajak berjemur. Tubuh mungilnya di posisikan tengkurap dan telanjang di atas kedua paha Samantha. Wanita ini mengusap-usap putranya dengan penuh kasih sayang.
“Aku kagum dengan Samantha, dia begitu menikmati perannya menjadi seorang ibu.” Komentar itu meluncur dari mulut Eveline yang sedang memandangi sang kakak ipar dari kejauhan.
“Ya, karena itu aku memilihnya menjadi istriku,” sang kakak langsung menimpalinya dengan jumawa.
“Ya ya ya... kalian beruntung memiliki satu sama lain, Max.” Eveline menatap sang kakak dengan penuh kekaguman.
“Tentu, hidupku sempurna saat ini,” laki-laki itu tersenyum kecil. Ia menuangkan jus yang baru selesai ia buat. Setiap hari Maximo membuatkan Samantha jus dengan kedua tangannya sendiri, tanpa bantuan Nora. Ia juga selalu sigap menemani Samantha di malam hari saat bayi mereka terbangun. Dengan setia ia memijat punggung Samantha yang seringkali tegang. Tidak mengeluh sedikitpun meski kantung matanya terlihat sangat jelas.
Laki-laki itu membawa jus buatannya pada Samantha. “Apa berjemurnya belum selesai?” tanya Maximo seraya terduduk di samping Samantha.
“Sudah selesai, dady. Lihat, kulitnya sudah kemerahan.” Samantha menyelimuti tubuh bayinya yang putih dengan kain. Bayi itu masih memejamkan matanya, tertidur karena nyaman dengan usapan lembut sang ibu.
“Biar aku yang menggendongnya, kamu minum dulu jusnya,” ucap Maximo.
__ADS_1
“Baiklah,” Samantha segera memakaikan baju Jasper. Setelah rapi ia memberikannya pada Maximo. Mayi itu mengulat dan menguap, perlahan mata kecilnya terbuka. Dahinya mengernyit mirip dengan Samantha.
“Dia bangun,” bisik Maximo.
“Tidak apa-apa. Dia ingin bermain denganmu, Max,” ucap Samantha.
“Okey, ayo kita bermain, Nak.” Maximo menggendong Jasper dengan nyaman, membawa bayi itu menjauh dari sang ibu yang sedang menikmati jus sayur buatannya. Bayi itu memandangi wajah Maximo dengan tatapannya yang lekat.
“Jangan khawatir, kelak kamu akan mewarisi ketampananku, tidak perlu terpesona seperti itu,” ucap jumawa Maximo yang membuat Samantha terkekeh saat mendengarnya. Laki-laki itu memang selalu punya kata-kata Ajaib yang membuatnya ingin tertawa.
Wanita itu memandangi Maximo dari tempatnya. Terlihat sekali perhatiannya yang besar pada dirinya dan Jasper. Ia begitu memanjakan Samantha dan Jasper, hingga bersedia membuatkan minuman ini setiap pagi. Ia juga menyiapkan susu untuk Samantha sebelum tidur, bahkan menyiapkan air mandi untuk Samantha berrendam. Samantha tidak pernah kehilangan waktu untuk dirinya sendiri karena Maximo selalu setia berbagi tugas dengannya.
“Kamu laki-laki terbaik dalam hidupku, Max,” ucap Samantha seraya meneguk habis jus di tangannya. Ia merasa sangat bersyukur memiliki Maximo yang begitu mencintainya.
“Kamu perlu sesuatu?” laki-laki ini memang sangat peka.
“Tidak, aku hanya ingin bersandar dilenganmu, Max. Ini sangat nyaman,” ungkap Samantha seraya memejamkan matanya.
“Kamu merindukanku?” tanya laki-laki itu dengan semangat.
“Sangat. Padahal kamu selalu ada untukku, tapi aku selalu saja merindukanmu.” Samantha mengakui perasaannya dengan sesungguhnya.
__ADS_1
“Apa jusnya sangat enak, sampai kamu berbicara manis padaku?” Maximo malah iseng menggoda istrinya, karena tidak biasanya wanita itu berbicara manis lebih dulu.
“Ya, sangat enak. Tubuhku sangat segar, aku menyukainya. Terima kasih, Max.” Dikecupnya lengan dan pipi Maximo dengan lembut.
Laki-laki itu tersenyum kecil, merasakan dadanya yang menghangat. “Kapan kita akan membuatkan Jasper adik?” pertanyaan random itu tiba-tiba di tanyakan Maximo.
“Max, kamu serius? Aku baru melahirkan,” Samantha langsung protes.
“Hahahahaha... sensitif sekali. Aku hanya mengajakmu membuatkan, bukan memberinya. Jadi hanya prosesnya saja yang kita lakukan. Apa yang salah?” bisa-bisanya laki-laki itu beralasan.
Samantha hanya mendelik kesal, laki-laki ini memang suka bermain dengan kata-kata. “Bersabarlah selama satu bulan ke depan, setelah itu kamu bebas melakukan apapun,” timpal Samantha.
Maximo tidak menimpali, melainkan hanya mengcup kepala Samantha dengan lembut. “Baiklah aku akan bersabar," ucapnya seraya menghembuskan napasnya lega. " Aku merasa hidupku begitu sempurna, Sam. Aku sangat bahagia. Terima kasih telah melengkapiku,” ucap seorang ayah yang sedang menggendong bayinya.
“Aku pun sangat bahagia, aku harap kita akan selalu merasakan perasaan seperti ini hingga kelak kita menua. Mau tetap bersamaku, Max?” Samantha menoleh Maximo yang ada disampinya.
“Tentu, seluruh hidupku adalah milikmu, selamanya,” sahut Maximo dengan penuh kesungguhan. Ia mengecup bibir Samantha beberapa saat, melum4tnya pelan dan penuh perasaan. Lantas ia menempatkan dahinya di dahi Samantha, merasakan hembusan napas Samantha di wajahnya.
Selamanya kita akan seperti ini, selamanya kita akan bersama. Lihat, baby Jasper ikut tersenyum melihat romansa kedua orang tuanya.
"Cerita kami untuk kalian mungkin akan berakhir di sini. Kali ini kami akan berfokus dengan keahagiaan kami di masa sekarang, untuk masa depan. Kalian semua, berbahagialah dengan orang-orang yang kalian sayangi dan cintai. Dari kami, keluarga kecil Maximo."
__ADS_1
With love, Samantha, Maximo and Baby Jasper.
**** T A M A T ****