Sangkar Asmara Sang Mafia

Sangkar Asmara Sang Mafia
SASM - Menyelidiki lebih jauh


__ADS_3

Lima menit berjalan kaki, Samantha tiba di sebuah hotel tempat ia menginap. Mereka masuk ke sebuah kamar dengan tipe Presidental Suit yang menyajikan view kota di malam hari. Cahaya gemerlap dimana-mana. Beruntung Samantha menyewa sebuah kamar yang memiliki ruang tamu sehingga area pribadinya tetap tidak terganggu.


“Aku boleh masuk?” tanya Slavyk dengan tidak percaya. Entah mimpi apa ia semalam hingga mendapat jamuan dari seorang wanita cantik yang kini berdiri dihadapannya.


“Tentu, silakan masuk.” Samantha membuka pintu kamarnya lebar-lebar.


Laki-laki itu berjalan pelan, menikmati setiap moment yang lambat mengalun dengan seorang wanita yang membuatnya penasaran.


“Dimana aku harus menyimpan obat ini?” Slavyk bertanya tanpa rasa ragu.


“Aku akan menyimpannya. Tunggu sebentar, aku akan mengambilkan minuman untukmu.” Samantha bersikap sangat ramah. Ia tidak ingin merusak moment yang ia manfaatkan untuk melindungi dirinya sendiri. Kesempatannya masih sangat bagus dan Slavyk buta oleh pesonanya hingga mengikuti semua permintaan Samantha tanpa rasa ragu.


Slavyk dengan senang hati menunggu sementara Samantha masuk ke kamarnya. Ia menyimpan obat itu dengan hati-hati lalu mengambil sebotol wyne untuk menjamu Slavyk. Bukan tanpa alasan ia mengundang Slavyk ke tempatnya, ia ingin mengorek banyak rahasia dari laki-laki ini terutama tentang seorang pemenang lelang yang bernama Maximo. Meski menakutkan, hal ini perlu Samantha lakukan agar membantunya memberi pencerahan.


Saat kembali ke ruang tamu, Samantha melihat Slavyk sedang sibuk dengan ponselnya. Kedatangan Samantha membuat laki-laki itu langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku dan fokus pada Samantha. Gadis itu duduk dihadapan Slavyk dan menuangkan wyne untuk pria tersebut. Samantha sengaja menggunakan wyne yang ia punya agar aman dari racun yang mungkin masuk ke tubuhnya.


“Silakan,” Samantha mendekatkan segelas wyne pada laki-laki itu.


“Terima kasih,” dengan senang hati Slavyk menerimanya. Ia memandangi segelas minuman yang begitu berarti untuknya, menggoyangnya beberapa saat lalu meneguk minuman itu sedikit dan rasanya sangat enak. Ia tahu kalau minuman yang disuguhkan Samantha adalah minuman berkualitas tinggi.


“Dari mana Anda berasal nona Jelena?” Slavyk memulai pembicaraan dengan dipenuhi rasa penasaran.


“Irlandia,” Samantha menjawab sesuai dengan identitas yang diberikan Paul.


“Wow, sangat jauh. Bagaimana Anda bisa sampai ke sini?” Slavyk semakin penasaran.


“Tentu untuk urusan bisnis.” Samantha menjawab dengan tegas.


Slavyk mengangguk paham. “Anda melakukan penawaran dengan harga tinggi, menurut saya itu terlalu berani.” Slavyk menatap Samantha dengan lekat. Hingga saat ini gadis itu belum melepas topengnya. Belum menunjukkan dirinya seutuhnya dan membuat Slavyk merasa semakin tertantang.

__ADS_1


“Benarkah? Apa itu artinya obat itu sebenarnya Anda beli dengan harga murah?” Samantha berpura-pura tidak tahu apa-apa.


Slavyk tersenyum kecil, lalu meneguk minumannya dengan nikmat. Sengaja memberi jeda pada jawabannya agar Samantha penasaran.


“Kita bisa membuat kerjasama bisnis jika Anda berminat.” Slavyk menjawab dengan tenang.


“Hemm, sepertinya menarik. Tapi, untuk obat penawar yang sangat langka dan tidak semua orang tahu, bagaimana cara memasarkannya? Bukankah kita harus tahu dulu siapa saja pengguna racunnya agar tahu arah pasar kita? Mungkin saja di tempat saya tidak banyak yang tahu kegunaan dari penawar ini.”


Slavyk kembali tersenyum kecil pertanyaan Samantha yang sangat polos. “Anda perlu tahu nona, trycyclo awalnya memang hanya diketahui dikalangan mafia, tetapi sekarang militerpun tahu tentang obat ini. Obat ini bisa mereka gunakan untuk melumpuhkan siapa saja, termasuk lawan politis."


"Ada satu perkampungan yang masyrarakatnya dilumpuhkan dengan racun itu karena pelaku ingin menguasai daerah tersebut. Ada juga organisasi-organisasi yang menggunakan racun ini untuk menghancurkan musuhnya. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan pasaran obat ini. Saya bisa menjamin keberlangsungan bisnis Anda jika menggunakan obat penawar ini.” Slavyk terlihat bersemangat menawari Samantha.


“Penawaran yang menarik. Aku akan membicarakan hal ini dengan bosku. Boleh aku meminta nomormu?” Samantha berpura-pura antusias.


“Tentu,” laki-laki itu menyerahkan sebuah kartu nama. Ia menggunakan sebuah merk dagang sebuah perusahaan farmasi terkenal, namun sudah pasti merk dagang ini hanya sebuah kedok dalam produksi racun.


“Terima kasih, aku akan menghubungimu secepatnya.” Samantha terlihat begitu bersemangat di balik kepura-puraannya.


“Maksud Anda, tuan Maximo?” Tepat sekali nama yang Slavyk sebutkan.


“Ya! Benar, maksud saya tuan Maximo.” Samantha segera menyahuti.


“Hemm, bisa saja saya memperkenalkan Anda dengan tuan Maximo. Hanya saja, dia tidak sembarang memilih wanita, dia sangat selective.” Slavyk sedikit berbisik di ujung kalimatnya.


“Maksud Anda, apa wanita itu ia gunakan untuknya sendiri?” Samantha semakin penasaran.


Slavyk tersenyum kecil, ia meneguk minumannya dengan perlahan. “Tuan Maximo, memiliki orientasi s3ksual yang berbeda. Dia suka mengoleksi wanita dan menghamili para wanita itu. Sampai saat ini, ia sudah memiliki delapan belas anak dari wanita yang berbeda.”


Samantha merinding mendengarnya. “Lalu, setelah wanita itu melahirkan, kemana perginya para wanita itu? Apa dia membunuhnya?” Samantha semakin penasaran.

__ADS_1


Slavyk menggeleng. “Para wanita itu diberikan pada para pengawalnya. Meski terlihat kejam, Maximo tidak suka menyakiti siapapun, apalagi seorang wanita. Tapi berhati-hatilah, saat ada wanita yang jatuh ke tangannya, dia tidak akan melepaskan wanita itu.” Kalimat Slavyk sedikit bernada ancaman.


“Tunggu, maksud Anda tuan Maximo belum pernah membunuh siapapun?” Samantha lebih tertarik pada hal tersebut.


Slavyk mengangguk yakin seraya tersenyum membuat Samantha tidak bisa berkata-kata. Apa itu artinya laki-laki itupun tidak membunuh Gerald? Pertanyaan semakin bertambah di benak Samantha.


“Itu berita bagus, saya akan mencoba berbisnis dengannya.” Samantha berpura-pura. Ia meneguk minumannya dengan perasaan tidak menentu.


“Ya, Anda bisa mencobanya. Anda bisa menghubungi saya kapanpun. Cukup hubungi nomor itu dan saya bisa datang ke tempat Anda, nona.” Slavyk benar-benar menunjukkan ketertarikannya pada Samantha.


“Terima kasih.” Samantha menghembuskan napasnya lega, lega karena laki-laki ini tidak melakukan hal buruk padanya.


“Kita rekan bisnis sekarang, saya akan memastikan Anda aman selama berada di kota ini.” Satu bonus diberikan Slavyk.


“Terima kasih tuan Slavyk, saya sangat tersentuh.” Acting Samantha sangat totalitas saat ini.


“Tidak masalah, hanya saja, bisakah besok kita makan siang bersama?” Slavyk bertanya dengan berani.


“Oh, tentu saja. kita akan bertemu besok.” Samantha mengiyakan. Toh besok pagi ia akan pulang.


“Tanpa topeng?” Slavyk meminta lebih.


“Tanpa topeng!” Samantha dengan yakin mengiyakan.


“Baiklah, besok saya akan menjemput Anda nona, saya akan menunjukkan indahnya kota Moscow pada Anda.”


“Dengan senang hati tuan, terima kasih banyak.” Samantha begitu bersungguh-sungguh.


Setelah kesepakatan itu akhirnya Slavyk pulang dengan rasa bahagia didadanya. Laki-laki itu terlalu fokus pada pesona Samantha hingga mengabaikan siasat wanita yang berpura-pura polos ini. Sammantha menghembuskan napas lega karena akhirnya obat itu ada ditangannya. Ia juga akan mendapatkan perlindungan dari Slavyk secara cuma-cuma. Mungkin ini salah satu hasil dari ia menahan diri dan bersabar dengan keadaan yang menghimpitnya.

__ADS_1


“Max, aku akan segera pulang. Tolong tunggu aku.”


****


__ADS_2