Sangkar Asmara Sang Mafia

Sangkar Asmara Sang Mafia
SASM - Good liar


__ADS_3

Setengah jam perjalanan, Samantha tiba di bandara. Samantha segera turun dari mobil itu dan masuk ke area bandara. Ia sempat takut kalau obat yang ia bawa mendapatkan kendala. Perasaannya tidak tenang menunggu di ujung meja pengecekan barang.


Syukurlah, ransel itu selamat. Petugas tidak menemukan hal yang aneh pada tas yang di bawa Samantha. Samantah sempat khawatir kalau petugas Bandara akan mendeteksi obat penawar itu sebagai barang ilegal, tetapi nyatanya keberuntungan masih berpihak pada gadis cantik itu. Setelah selesai pemeriksaan barang, Samantha segera mengambil tas ranselnya dan memakainnya. Ia melakukan check in dengan identitasnya yang sebenarnya yaitu sebagai Samantha. Nama Jelena ia tinggalkan di kota ini.


Selama melakukan check in, Samantha terlihat sangat gugup. Petugas pengecekan tiket sempat memperhatikannya. Samantha sadar akan lirikan penuh curiga dari wanita itu.


“Silakan buka masker dan kacamata Anda, nona,” pinta petugas.


“Tentu. Aku memakai masker dan kacamata karena aku sadar kalau aku sangat cantik. Cepatlah, aku ingin buang air kecil.” Sempat-sempatnya Samantha berceloteh tidak penting.


Petugas itu hanya tersenyum kecil dan mengangguk sopan, membiarkan Samantha mengenakan kembali masker dan kacamatanya.


Setelah pemeriksaan Samantha segera pergi. “Jelena?” Sial, seseorang menghadangnya dan membuat langkahnya terhenti.


Samantha langsung terhenyak. Ia mengangkat kepalanya dan matanya membulat melihat sosok Slavyk yang ada dihadapannya. Sejak kapan pria ini ada di Bandara? Jantung Samantha berdebar sangat kencang, bukan karena jatuh cinta, tetapi karena sangat kaget.

__ADS_1


Samantha pura-pura menoleh ke belakang dan mencari orang disekitarnya. “Maksud Anda, saya?” Samantha pura-pura menunjuk dirinya sendiri.


Slavyk tersenyum kecil. “Ya, Anda sangat mirip dengan seseorang yang saya kenal,” Slavyk masih berusaha menyelidik. Ia menatap mata Samantha dengan lekat juga mengendus parfum yang Samantha kenakan.


“Oh, Anda salah orang tuan. Saya Samantha.” Samantha berusaha bersikap setenang mungkin. Ia membuka masker dan kacamatanya dengan berani. Ia tidak mau Slavyk semakin curiga padanya.


“Wajah ini mungkin pasaran, karena saya melakukan operasi kecil di korea. Entah wajah siapa yang saya tiru, yang jelas saya bukan, siapa tadi?” Samantha pura-pura lupa pada nama yang disebut Slavyk.


“Jelena,” Slavyk menyebut nama itu dengan penuh perasaan.


“Wangi parfum kalian juga sama.” Tiba-tiba kalimat Slavyk kembali terdengar.


“Akh sial!” Samantha mendengus dalam hati. “Tenang Samantha, tenang.” Samantha benar-benar berusaha keras menenangkan dirinya. Punggungnya sudah berkeringat dingin terlebih saat Slavyk mendekat dan kembali berdiri dihadapan Samantha. Ia masih sangat penasaran.


“Bey^nce heat, parfum ini saya beli karena saya pecinta penyanyi itu. Maaf kalau sedikit pasaran.” Gadis itu tersenyum kecil.

__ADS_1


Bibir Slavyk sudah bergumam hendak berbicara, tetapi Samantha segera mengangkat tangannya. “Sayang, aku di sini!” Ia bersuara dengan keras pada seorang laki-laki yang membawa tas ransel di punggungnya.


Laki-laki yang di panggil Samantha pun mematung bingung. “Maaf tuan, suamiku sudah menunggu. Kami harus segera pulang. Permisi,” pamit Samantha seraya mengangguk sopan. Ia berlari kecil menghampiri laki-laki yang kebingungan itu lantas mengecup pipi laki-laki itu dan melingkarkan tangannya di lengan pria yang menatap Samantha dengan tidak mengerti.


“Maaf membuatmu menunggu. Jangan dihiraukan, aku juga tidak mengenalnya, jadi jangan cemburu.” Samantha sengaja bersuara cukup keras agar terdengar oleh Slavyk.


Samantha segera menarik tangan laki-laki yang kebingungan itu. “Aku sudah merelakan bibirku menciummu, cepat ikuti saja langkahku dan berhenti memasang wajah bodoh seperti itu.” Samantha berbisik dengan penuh intimidasi pada laki-laki disampingnya.


Laki-laki ini hanya bisa menghembuskan napasnya bingung, karena di gandeng oleh wanita asing yang sangat cantik dan aneh. Samantha baru sadar kalau ia pembohong yang baik.


"Lihat Max, kamu baru saja merubah seorang gadis polos menjadi pembohong," batin Samantha.


Sementara itu, Slavyk hanya mematung di tempatnya, bingung sendiri. Bawahannya mengatakan kalau ia melihat Jelena masuk ke dalam lift dan pergi meninggalkan hotel. Ia sudah bertanya pada petugas resepsionis dan katanya wanita itu orang yang berbeda. Apa benar Jelena pergi dengan laki-laki lain? Apa mungkin ia harus menyusulnya ke Inggris?


Selamat berjalan-jalan Slavyk, kamu berhadapan dengan gadis yang salah.

__ADS_1


***


__ADS_2