Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 100


__ADS_3

Rangga dan Anand telah sampai di rumah Rangga. ia mengetuk pintu, tak menunggu lama pintu terbuka yang terlihat adalah Kinara istrinya.


"Sayang, aku udah bilang kan di telfon tadi jangan membukakan pintu"


"Aku kan membukakan pintu buat suamiku, memangnya salah ?"


"Gak salah sayang, aku hanya khawatir saja nanti kalau ada orang jahat yang datang bagaimana"


Kinar tersenyum melihat kekhawatiran di wajah suaminya dan mendengar apa yang Rangga katakan.


"Kamu lupa ya sayang kalau aku tuh bisa merasakan kehadiranmu karna cinta tulusku makanya aku membukakan pintu untukmu" ucap Kinar dengan menyentuh hidung suaminya.


Anand yang sedang berdiri tanpa di ketahui Kinar, ia merasa kalau mereka mengabaikan dia, sampai akhirnya Anand pura-pura batuk kalau gak mereka akan tenggelam dalam dunia cinta mereka berdua tanpa menghiraukan dirinya.


"Ekheeemm..."


Kinar yang mendengarkan suara, ia berbalik dan betapa bahagianya ketika ia melihat ternyata pamannya, Anand.


"Paman..." panggil Kinar dengan mendekati Anand lalu memeluknya.


"Paman kapan datangnya?" tanya Kinar dengan masih memeluk Anand


"Ada apa? hmmm" tanya Anand dengan memeluk Kinar sambil mengelus-ngelus rambut


"Hmmmm, aku begitu merindukan paman. setelah paman kembali ke kota C paman tidak menghubungiku lagi" ucap Kinar dengan mata yang berkaca-kaca


Rangga yang melihat kedekatan Kinar dan Anand membuatnya begitu cemburu apalagi ketika Kinar dan Anand berpelukan. Rangga hanya bisa tersenyum menyembunyikan rasa cemburunya.


"Kita bicara di dalam saja paman" ajak Kinar dengan tak lupa ia memegang tangan suaminya, Kinar bisa melihat raut wajah Rangga yang terlihat begitu cemburu sehingga Kinar memegang tangan suaminya agar Kinar tak terlihat mengabaikan suaminya.


Kinar pergi ke belakang membuatkan teh manis buat Anand dan juga suaminya. Kinar hanya membuatkan tapi pelayan yang membawakan ke mereka.


Rangga pamit ke kamar untuk mandi karna dirinya sudah terlihat begitu tak nyaman dengan tubuhnya yang lengket.


"Paman berapa hari di sini?"


"Paman tidak akan lama karna paman ada urusan pekerjaan kemari"

__ADS_1


"Yaa, Kinar pikir paman kemari karna merindukan Kinar ternyata karna urusan pekerjaan"


"Paman tidak bisa berlama-lama Kinar, karna ada urusan yang harus paman selesaikan hari ini"


"Baiklah, tapi paman harus janji selalu ngabarin Kinar"


"Iya, dasar ponakan manja" ucap Anand dengan berdiri dari duduknya langsung memeluk Kinar dan mencium kepalannya. Kinar pun membalas pelukan dari pamannya itu.


Anand keluar dari rumah Kinar dengan melewati beberapa penjaga di rumah Rangga. Anand menatap mereka dengan ia memakai kacamata hitamnya. Anand mencoba mengenali wajah mereka satu persatu di balik kacamata hitamnya.


Rangga keluar dari kamar untuk bergabung dengan Kinar dan juga Anand. tapi Anand sudah kembali karna ada urusan.


"Anand kemana sayang?" tanya Rangga menghampiri Kinar dengan memeluk sambil mencium Kinar di pipinya.


"Kenapa baru melakukannya sayang"


"Kan tadi aku dari luar, aku gak mau kamu dan buah hati kita kena kuman jahat"


"Mana ada kuman jahat sayang, yang ada kamu kuman jahatnya"


"Koq aku sih sayang"


"Gak sayang aku hanya becanda doang".


Kinar dan Rangga pergi beristirahat dengan Kinar yang sedang tiduran di lengan suaminya. sore itu pukul 5 Rangga tidak melepaskan pelukannya pada sang istri. ia masih kepikiran dengan apa yang Reni katakan tadi.


Sedangkan Anand sedang menantikan seseorang yang ingin di temuinya, Anand terus menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Dari kejauhan seseorang yang di tunggu Anand telah datang, pria itu berjalan ke arah Anand dengan tersenyum.


"Senang sekali bisa bertemu dengan anda tuan Anand" ucap pria itu


Cih,


Rasanya Anand ingin membunuh pria itu dengan mencekik lehernya, siapa lagi kalau bukan pendiri kampus. Anand mengepalkan kedua tangannya melihat wajah pendiri kampus.


"Tidak perlu setegang itu tuan Anand, nikmati saja hidupmu tanpa ikut campur dengan urusan orang lain, jika kamu tetap bersikeras ikut campur jangan menyesali apa yang terjadi padamu" ucap pendiri kampus dengan percaya diri.

__ADS_1


Anand yang mulai kesal ia memijit kepalanya sendiri ketika mendengar apa yang pendiri kampus coba katakan.


"Kenapa anda mengkhawatirkanku tuan, bukankah Anda yang harusnya berhati-hati dengan tidak mengganggu ketenangan orang lain." ucap Anand sambil menatap pendiri kampus.


"Dan pikirkanlah apa yang aku katakan, pergilah minta maaf ke Rangga dan Kinar sebelum sesuatu akan terjadi dalam hidup anda tuan, jika tidak ingin merasakan penyesalahan itu sebaiknya Anda mengakhiri apa yang anda perbuat dengan meminta maaf ke mereka dan menyerahkan diri ke kantor polisi."


Anand mencoba berbaik hati dengan memberinya kesempatan menyerahkan diri dan meminta maaf, namun pendiri kampus tertawa mendengar apa yang Anand katakan.


"Buahahahahaha.. kamu pikir aku bodoh dengan mendengarkan apa yang kamu katakan, dengarkan dengan baik sebelum kamu membuatku menyesal aku yang akan membuatmu memohon ampun dan bersujud di kakiku bersama dengan Rangga dan juga kinar." ucap pendiri kampus dengan tersenyum licik lalu meninggalkan Anand yang sedang duduk.


Anand melepaskan kacamata hitam yang ia pakai, lalu mencoba menghubungi seseorang di seberang.


"Hallo" ucap seorang wanita di balik telfon


"Aku mengingatkanmu agar terus mengawasi ayahmu sebelum sesuatu terjadi padanya" ucap Anand dengan mengancamnya.


Seseorang yang di hubungi Anand adalah Helen, Anand mencoba menggunakan Helen untuk bermain-main dan memberi pelajaran kepada pendiri kampus.


Helen yang mendengar ancaman Anand terus bertanya siapa Anand sebenarnya yang mencoba mengancamnya


"Siapa kamu, kenapa kamu mengancam ku?" tanya Helen.


"Ingatlah pesanku, jika ayahmu melewati batasnya makan ayahmu akan kehilangan nyawanya"


"Hey siapa kamu sebenarnya, ada urusan apa kamu dengan ayahku" ucap Helen namun panggilan telfon Anand putuskan setelah ia memberi peringatan ke Helen tentang ayahnya


"Sialan siapa pria ini yang mencoba mengancam ku, lihat saja jika terjadi sesuatu dengan ayahku aku akan mencarimu keseluruh dunia" ucap Helen yang kesal dan ketakutan mendengar ancaman Anand


Helen mondar mandi di ruang tamu dengan menunggu pendiri kampus yang belum kembali setelah seharian ia pergi. Helen mencoba menghubunginya namun telfon pendiri kampus tidak dapat di hubungi membuat helen khawatir pada ayahnya.


Helen mencoba menelfon Reni namun Reni tak menjawab panggilannya, ia tau saat ini ayahnya bekerja sama dengan Reni untuk menghancurkan Kinar.


"Sial, kenapa gak ada yang menjawabnya" ucap Helen dengan kesal.


Waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 malam namun pendiri kampus belum kembali dan Helen sulit untuk menghubunginya.


Tanpa berpikir panjang Helen mengambil kunci mobilnya dengan menyusul ayahnya yang sedang berada di luar. Helen mencari ayahnya ketika Anand mengirimkan gambar ayahnya yang saat ini sedang di bidik oleh penembak handal dengan lampu lasernya tepat berada di kepala pendiri kampus. dalam perjalanan Helen terus mencoba menghubungi ayahnya namun tak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Setelah Helen keluar Anand tersenyum melihat apa yang ia rencanakan berjalan dengan baik. Anand terus berada di depan leptopnya untuk menunggu dan melihat bagaimana reaksi wajah pendiri kampus ketika sampai di rumahnya dan mendapatkan pesan dari Anand.


__ADS_2