
Setelah menyaksikan pendiri kampus, Anand menelfon Rangga, menanyakan kabar Kinar saat ini. setelah mendengar bahwa Kinar baik-baik saja Anand merasa lega.
Anand pergi ke tempat yang selalu ia gunakan untuk menyekap orang-orang yang selalu mengganggu hidupnya. Sesampainya di tempat tujuan ia melihat Roy sedang menunggunya.
"Bagaimana dengannya?" tanya Anand.
Anand menanyakan keadaan helen, sesuai rencananya ia hanya ingin memberikan pelajaran ke pendiri kampus dengan memperlihatkan mobil Helen yang kecelakaan, agar pendiri kampus berhenti melakukan kejahatannya.
Roy menunjukan tempat penyekapan Helen. Helen yang masih kebingungan dengan apa yang Roy lakukan, yang awalnya membantunya namun sekarang ia menyekap Helen dengan mengikat kedua tangannya.
Helen yang terkejut melihat tempat dirinya di sekap, tempat yang begitu menakutkan namun ia bingung harus berbuat apa bahkan ia tidak mengerti maksud dirinya di sekap.
Anand datang melihat keadaan helen bahwa keadaan dia baik-baik saja, lalu Anand meninggalkan tempat itu.
"Kalian harus menjaganya, jangan sampai mereka lolos" ucap anand dengan memberikan peringatan dan perintah kepada Roy sebagai tangan kanannya.
Keesokan paginya di rumah Rangga terlihat begitu heboh dan ramai dengan adanya hasil USG dari rumah sakit. hari ini usia kandungan Kinar memasuki 5 bulan di mana perutnya mulai terlihat membesar dan dokter mengatakan bahwa Kinar akan memiliki buah hati kembar yang berjenis kelamin laki-laki.
Rangga begitu senang ketika dokter mengatakannya, dan semua keluarga ikut bahagia mendengar mereka akan memiliki cucu kembar.
Sedangkan pendiri kampus terlihat tak bersemangat dalam hidupnya lagi ketika mengingat putrinya yang telah tiada, yang tak akan pernah ia lihat wajahnya atau mendengar suara bawel putrinya. pendiri kampus terlihat begitu tersiksa dan menderita.
dengan begitu sulit melaluinya akhirnya pendiri kampus bangkit dengan berniat mencoba membalaskan dendamnya pada mereka yang telah membunuh Helen.
Helen melalui hari-harinya dengan menderita, merindukan ayahnya, Helen pun di tempat itu bertemu dengan Reni walau Reni masih dalam keadaan terikat dan di bawahnya terlihat banyak ular. ular itu tampak telihat hewan peliharaan Anand.
Helen yang melihat Reni dan ular itu merasa ngeri, Helen mencoba berteriak-teriak meminta agar di bebaskan namun semua harus menerima siksaan dari Roy.
Beberapa bulan sampai usia kandungan Kinar menginjak 9 bulan, hidup mereka baik-baik saja tanpa ada gangguan dari siapapun, Rangga dan Kinar begitu bahagia menunggu buah hati mereka akan lahir.
Pendiri kampus yang sudah terlihat baik-baik saja, ia menyiapkan strateginya untuk membalaskan dendamnya pada Anand, Rangga dan juga kinar. pendiri kampus mulai memantau mereka yang saat ini Kinar dan Rangga mulai mempersiapkan kelahiran anak mereka.
Pendiri kampus yang mulai menyiapkan rencana di rumahnya, tiba-tiba ia kedatangan tamu yang tak pernah ia duga.
__ADS_1
Anand terkejut ketika mendapatkan panggilan dari Roy, tangan kanannya. ia bergegas pergi ke tempat markas menemui Roy.
"Maaf tuan, saya sudah mencoba melakukannya tapi ayah anda begitu marah sehingga memukuli kami semua dan menyiksa Reni dan juga Helen. dan membunuh Reni dengan menembaknya setelah menyiksanya jelas Roy kepada Anand.
Anand mencoba mencari Helen namun ia tidak melihatnya, yang ia lihat hanyalah Reni yang sudah tergeletak di lantai dengan di penuhi darah.
"Di mana Helen ?"
"Maaf tuan, ayah anda membawahnya pergi" jawab Roy
"Apa?"
Anand bergegas pergi mencari ayahnya dan ia tau kemana ayahnya pergi saat ini, dan ketika Anand datang ke rumah pendiri kampus ia melihat mobil ayahnya.
"Benar tebakanku" ucap Anand yang ternyata ayahnya datang ke rumah pendiri kampus.
Anand cepat-cepat masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Anand ketika melihat ayahnya, tuan Robert menyiksa Helen di depan pendiri kampus.
"Ayah.."
"Tapi ayah"
Tuan Robert menyiksa Helen di depan pendiri kampus, dengan siksaan yang di berikan oleh tuan Robert membuat helen mengeluarkan rintihan kesakitan, seluruh tubuhnya terasa sakit ketika tuan Robert mencambuki Helen.
"Aku mohon tuan hentikan, putriku tidak melakukan apa-apa, ia tidak melakukan kesalahan apa-apa" ucap pendiri kampus yang memohon di hadapan tuan Robert.
Helen tak berdaya untuk menatap ayahnya, tubuhnya di penuhi oleh da**h. air mata Helen menetes ketika dirinya di siksa, sedangkan Anand mencoba membujuk ayahnya namun ayahnya terus melakukannya.
Pendiri kampus melupakan apa yang ia rencanakan, saat ini yang ada di kepalanya hanyalah cara melindungi putrinya. pendiri kampus berjalan dengan lututnya menuju ke arah tuan Robert. ia memohon dengan memegang kaki tuan Robert agar melepaskan Helen putrinya.
Anand yang begitu tidak tega melihat Helen di siksa, namun ia tidak bisa menolongnya. tuan Robert begitu marah ketika mengetahui bahwa Helen dan ayahnya beberapa kali mencoba membunuh Kinar.
Pendiri kampus meneteskan air matanya sambil mengatupkan kedua tangannya memohon agar Helen di lepaskan. ketika pendiri kampus mendengar jeritan Helen, ia mencoba mendekati Helen dengan melindunginya namun pendiri kampus terlambat karna tuan Robert menembak Helen.
__ADS_1
Pendiri kampus berteriak dengan suara keras melihat putrinya di tembak.
"Tidaaaaakkkkk" teriak pendiri kampus.
"Helen! kamu tidak apa-apa nak, ayah ada di sini Helen"
Helen yang mendengar suara ayahnya, ia mencoba membuka matanya dengan mulutnya mengeluarkan dar*h.
"Sayang, bertahanlah ayah akan membawamu pergi, dan akan membebaskanmu dari sini"
"A-ayah" panggil Helen dengan suara yang tebatah-batah
"Maafin Helen yah, ga-gara-gara Helen ayah menjadi seperti ini" ucap helen dengan nafasnya yang tersengal dan mengeluarkan dar*h dari mulutnya.
"Gak sayang, kamu gak salah. ayah yang salah tidak bisa melindungi mu. maafkan ayah Helen" ucap pendiri kampus dengan mata mulai berkaca-kaca.
Helen mencoba meraih wajah pendiri kampus dengan tangannya namun Helen tak berdaya, pendiri kampus yang melihat Helen ingin menyentuh wajahnya. ia mencoba meletakan tangan Helen di wajahnya.
"Maafin Helen a-ayah" ucap Helen dengan menutup matanya dan tangan yang menyentuh wajah pendiri kampus terjatuh.
Pendiri kampus berteriak sekuat sambil menangis.
"Heleeeennnn" panggil pendiri kampus dengan suara kerasnya.
Pendiri kampus mengalihkan tatapannya kearah tuan Robert dengan wajah yang begitu marah. ia mencoba mengambil sesuatu dari saku celananya lalu ia berdiri mencoba menyerang tuan Robert dengan pisau yang ia miliki. ketika pendiri kampus mencoba menusuk tuan Robert. anand berlari dengan mencoba menahan tangan pendiri kampus dan mengambil pisau yang ada di tangannya.
"Lepaskan aku, lepaskan aku" ucap pendiri kampus dengan merontak-rontak.
"Aku akan membunuh kalian, satu persatu. lepaskan aku, lepaskan aku"teriak pendiri kampus.
Dengan marah tuan Robert menarik tangan pendiri kampus dan ia letakan di atas meja, tak menunggu berapa lama tuan Robert memo**Ng pergelangan tangan pendiri kampus.
Setelah memberikan pemlajaran kepada pendiri kampus, tuan Robert pergi meninggalkan rumah yang begitu berantakan, dar*h berada di mana-mana. pendiri kampus terlihat tak berdaya.
__ADS_1
Anand yang melihat ayahnya melakukan pembu***An diam saja, ia mengikuti sang ayah dari belakang. mereka masuk ke dalam mobil dan keluar dari lingkungan rumah pendiri kampus. dengan wajah yang tak terbacakan wajah yang terlihat begitu menakutkan, ia menekan sebuah tombol remot tak berapa lama rumah pendiri kampus meledak. setelah melihat api membakar seluruh rumah pendiri kampus tuan Robert pergi meninggalkan kediaman pendiri kampus.