Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 26


__ADS_3

Rangga terus memegang dadanya karna detak jantungnya yang bekerja seperti sedang berlari.


Ada apa dengan jantungku, kenapa jantungku malah berdetak lebih cepat. untuk menghindari agar Rangga tidak melakukannya ia berbalik dan membelakangi kinar, istrinya.


Setelah Rangga membelakanginya, tiba-tiba kinar memeluk Rangga dari belakang dengan tangannya di lingkarkan ke pinggang Rangga.


Rangga yang merasakan pelukan itu, menarik nafasnya. Rangga mengeluarkan tangan kinar. namun tangan kinar malah memeluk leher Rangga. yang saat ini mereka sudah berhadapan.


Kinar membuka matanya menatap wajah Rangga. karna saat ini mereka saling berhadapan.


Kinar tersenyum melihat wajah Rangga, lalu ia mencium bibir milik Rangga.


"Kenapa kamu begitu dingin padaku, apakah tak ada sedikit perasaanmu padaku?" ucap kinar dengan menutup matanya kembali sambil memeluk Rangga.


Tanpa sadar kinar mencium dada bidang milik Rangga, karna saat ini Rangga tak mengenakan kaosnya.


Rangga mendengar apa yang di ucapkan kinar tersenyum bahagia.


#Flashback off


Selesai mandi Rangga keluar dari kamar mandi dengan sikapnya seperti biasa cuek, dan dingin.


Kinar yang melihat Rangga keluar dari kamar mandi, ia berpura-pura menutup matanya agar tak melihat tubuh Rangga.


Kinar setiap hari selalu menikmati tubuh kekar milik Rangga, Rangga yang di kenal di luar sana dingin dan cuek namun mereka tidak mengetahui kalau di rumah Rangga adalah orang yang tidak tau malu.


Setiap hari Rangga selalu memperlihatkan tubuhnya yang kekar, dada bidangnya, Rangga selalu hanya memakai handuk ketika ia keluar dari kamar mandi.


Kinar yang selalu melihat itu setiap hari, mulai memiliki perasaan ke Rangga. namun perasaan kinar tidak terbalaskan. Rangga tidak pernah menganggap dirinya sebagai istrinya


Kinar tidak bisa menahan detak jantung yang semakin berdetak kencang, bahkan kinar mulai terlihat gugup ketika berhadapan dengan Rangga.


Untuk mengalihkan agar kinar tidak ketahuan oleh Rangga kalau saat ini ia sudah mencintai Rangga.


kinar berlari masuk ke dalam kamar mandi dengan menabrak Rangga. dan tanpa sengaja handuk Rangga jatuh dan kinar yang melihatnya berteriak dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa yang terjadi denganku hari ini, kenapa aku harus melihatnya" ucap kinar dengan menarik rambutnya

__ADS_1


"Maafkan kinar Bu, yang gak bisa menjaga kehormatan mata ini" ucap kinar dengan menutup matanya.


Kinar yang berdiri di depan cermin menyadari ada sesuatu yang aneh di bagian lehernya, kinar memperjelas penglihatannya sambil menggosok-gosok lehernya.


"Apa ini, kenapa merah begini apa yang menggigitku sampai menjadi merah begini" ucap kinar dengan membuka pakaiannya untuk melihat di bagian tubuhnya yang lain.


Setelah kinar membuka pakaiannya bagian atas,ia melihat tanda merah yang sama di bagian dadanya


"Apa ini, kenapa banyak sekali, ya Allah sebenarnya apa yang menggigitku ini" ucap kinar dengan berniat setelah mandi ia akan membersihkan tempat tidur untuk melihat hewan yang menggigitnya.


Kinar bergegas untuk mandi agar dirinya bisa mencari hewan yang menggigitnya sampai merah.


Rangga menempelkan kupingnya di depan pintu agar mendengar apa yang kinar katakan.


Rangga mendengar apa yang kinar ucapkan, dari luar Rangga mondar mandir di depan pintu kamar mandi dengan masih memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Bagaimana ini, kalau sampai kinar tau kalau tanda itu adalah aku yang membuatnya bagaimana?!!!" ucap Rangga yang takut ketahuan.


"Aaaaa kenapa aku sampai ceroboh, kenapa aku harus melakukannya dan ini tolong berhentilah, kenapa kamu terus berdetak apa maksudmu" ucap Rangga dengan memarahi jantungnya yang berdetak begitu cepat.


Rangga mengatur pernafasannya agar tidak terlihat gugup di hadapan kinar, ia takut jika sampai ketahuan


Ketika kinar membuka pintu kamar mandi Rangga terkejut dan langsung duduk di atas tempat tidur


Kinar yang melihat Rangga yang masih menggunakan handuk merasa bingung, pada hal ia sudah menyiapkan pakaian Rangga.


"Kenapa dia belum berpakaian, apakah pakaian yang aku siapkan dia tak menyukainya?!" ucap kinar dengan menatap Rangga yang sedang duduk.


"Aaa terserah dia, itu urusannya bukan urusanku, kenapa aku harus memikirkannya" ucap kinar dengan pergi ke ruang ganti.


Setelah selesai mengganti pakaian kinar menghampiri Rangga.


"Apa kamu hanya memakai handuk saja, dan tidak ingin berpakaian?"


Seperti biasa Rangga pergi begitu saja tanpa berbicara, Rangga bersikap cool dan dingin, namun di balik sikapnya itu ada detak jantung dan rasa groginya yang harus ia sembunyikan dari kinar.


Kinar mulai membongkar tempat tidur mereka dan menyapunya.

__ADS_1


"Ayo keluar, cepat keluar jangan bersembunyi kamu, kamu sudah membuat tubuhku merah begini. jangan buat aku marah ya dasar hewan mesum" ucap kinar dengan terus mengomel.


Dari jauh Rangga melihat kinar yang sedang mengomel-ngomel sambil membongkar tempat tidur.


"Apa dia mengatakan kalau aku adalah hewan mesum?!!" batin Rangga dengan menunjuk dirinya. lalu menatap kinar kembali.


Tanpa sengaja Rangga melihat gunung milik kinar ketika kinar membungkukkan setengah tubuhnya.


Rangga yang melihatnya menelan salivanya, wajah Rangga memerah merona karna sudah tidak tahan lagi ketika melihat milik Kinara.


Rangga memegang dadanya yang detak jantungnya semakin berdetak kencang.


Kinar yang sudah mengatur tempat tidur masuk ke dalam ruang ganti, ketika ia masuk terkejut melihat Rangga yang sedang mengganti pakaiannya.


Kinar bergegas keluar dari ruangan namun dengan cepatnya Rangga menarik tangan kinar, sehingga kedua tangan kinar menempel di dada bidang Rangga.


Dengan cepat kinar mengalihkan pandangannya dan melepaskan tangannya. kinar mulai menjauhi Rangga namun Rangga menarik pinggang kinar dengan masih posisi di peluk.


Wajah mereka sudah berdekatan ketika hanya tinggal beberapa jarak lagi akan menempel.


Kinar yang merasa dirinya akan di cium oleh Rangga, mulai memejamkan matanya lebih dulu.


Rangga yang melihat sikap kinar dengan menutup matanya lebih dulu, membuat Rangga tersenyum.


Hembusan nafas mereka menjadi satu, hidung mereka saling menempel, bibir kinar mulai di manyunkan seolah dirinya siap di cium.


Tapi apa yang kinar inginkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


Rangga malah menempelkan bibirnya ketelinga milik kinar dan membisikan sesuatu.


"Kalau mau masuk ketuk pintu dulu, atau Jika ada yang di dalam kamu jangan masuk cukup ngomong dari balik dinding itu" ucap Rangga


Kinar yang mendengar apa yang Rangga katakan, kinar langsung membuka matanya. rasanya kinar ingin memakan manusia satu itu hidup-hidup.


Namun sebelum ia ingin menerkam Rangga, Rangga melepaskan pelukannya sehingga kinar hampir saja terjatuh, dan itu tidak mempengaruhi Rangga untuk menahan kinar yang hampir saja terjatuh.


"Jadi jangan harap kalau aku akan tertarik padamu, apalagi menciumu karna kamu bukanlah kriteriaku" ucap Rangga dengan cool

__ADS_1


"Siapa juga yang mengharapkan ciuman darimu, asal kamu tau ciuman pertamaku tidak akan ku berikan pada orang yang tidak berperasaan sepertimu" ucap kinar dengan pergi keluar


Kinar tidak peduli lagi kalau ia harus berbaik-baik pada Rangga demi mengambil hati Rangga.


__ADS_2