
Sesampainya di tempat tujuan, Kinar memilih salah satu mobil buat ayahnya. Kinar melihat-lihat warna dan juga kualitas mobilnya, setelah menemukan yang cocok untuk ayahnya. Kinar melunasi mobilnya dan menyuruh ke staff Diler untuk mengantarkan ke alamat yang ia berikan, yaitu alamat orang tuanya. tak lupa juga Kinar menyuruh mereka agar membukusnya, agar terlihat kejutan sampai di tempat orang tuanya.
Kinar tersenyum bahagia akhirnya apa yang ia impikan tercapai yaitu membahagiakan kedua orang tuanya.
Kinar menelfon ibunya menanyakan apakah ayahnya sudah pulang atau belum.
"Hallo."
"Hallo Bu?"
"Kinar, kamu apa kabar nak?"
"Aku baik-baik saja Bu, ibu apa kabar?"
"Ibu baik juga nak"
"Ibu Kinar akan datang menjenguk ibu dan ayah"
"Benarkah? ayahmu dan ibu benar-benar merindukanmu, maaf kalau ayah dan ibu belum sempat pergi menemui kamu"
"Iya Bu gak apa-apa, Kinar juga kangen sama ibu dan ayah"
"Sedikit lagi Kinar kesana Bu"
"Ayahmu juga sebentar lagi akan pulang"
"Baiklah Bu" panggilan telfon di akhir oleh Kinar
Setelah semua terlihat beres, Kinar pergi ke alamat orang tuanya, ia sudah gak sabar untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
*Ib*u, ayah, Kinar benar-benar kangen sama kalian
Kinar menatap pemandangan yang di lewatinya melalui jendela mobil yang ia naik. Empat puluh lima menit dirinya sampai di rumah kedua orang tuanya. Kinar membayar supir taksi lalu masuk ke dalam rumahnya.
"Ibu..." panggil Kinar dengan melebarkan pandangannya menyusuri setiap sudut rumahnya.
__ADS_1
Kinar mengingat semua kenangannya ketika melihat ruangan rumahnya.
"Kamu sudah sampai nak?" ucap Bu Yati dengan menghampiri Kinar yang sedang melamun sambil tersenyum mengenang kenangannya di rumah ini.
"Iya Bu" ucap Kinar dengan mendekati ibunya.
"Aaa hangatnya, aku benar-benar merindukannya Bu" ucap Kinar dengan memeluk ibunya dengan erat.
"Ayahmu sebentar lagi akan pulang"
Beberapa menit mereka mengobrol Bram telah sampai dengan mengendarai motor buntutnya. Bram bisa membelinya yang lebih bagus namun Bram tidak ingin membuang-buang uang untuk ke hal yang tidak terlalu penting, jika motor buntutnya masih bisa ia gunakan kenapa harus membeli yang baru.
Kinar dan ibunya menyambut Bram dengan senyum bahagia. Bu Yati mengambil tas Bram dan juga merapikan sepatu yang di lepaskan Bram dari kakinya.
"Wua, wuaa siapa ini yang datang, apakah dia putri kesayanganku atau istri dari tuan Rangga Wijaya" ucap Bram ingin menjahili putrinya
"Ayah, aku putrimu dan selamanya akan tetap putrimu" ucap Kinar cemberut
"Sini peluk ayah" panggil Bram dengan merentangkan tangannya untuk memeluk Kinar
Kinar tersenyum ketika melihat ayahnya, kita menghampiri ayahnya dan langsung memeluknya.
"Ayah, aku begitu merindukanmu"
"Apa Rangga tau kamu datang ke sini nak?"
"Iya, sebelum kesini aku pergi ke kantornya yah"
"Mas pergilah mandi, kita akan makan bersama"
"Baik bu"
Bram pergi mandi dengan meninggalkan Kinar dan juga Bu Yati mengobrol.
Kini mereka berada di meja makan untuk makan bersama. setelah makan mereka duduk di ruang tamu sambil mengobrol.
__ADS_1
Kinar dan ayahnya tertawa terbahak-bahak ketika Bram menceritakan bagaimana kisahnya pertama kali bertemu dengan ibunya. Bu Yati adalah wanita keras kepala yang pernah ia kenal di masalalu sehingga keras kepalanyalah yang membuat Bram jatuh cinta pada istrinya.
Ditengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu, Kinar bergegas membuka pintu tersebut. setelah di lihatnya sudah siap Kinar masuk kedalam rumah dengan meminta ayahnya menutup matanya.
Awalnya Bram menolak namun dengan permintaan sang putri ia mengikutinya. Kinar menuntun ibu dan ayahnya menuju ke depan rumah. sesampainya Kinar menyuruh mereka membuka mata mereka.
Bram terkejut melihat sesuatu yang berbentuk besar di dalam kotak, ia menanyakan ke putrinya.
"Apa ini nak?"
"Buka aja yah, nanti ayah akan tau sendiri. ini hadiah dari Kinar buat ayah" ucap Kinar dengan mempersilakan agar ayahnya membuka kadonya.
Bram mendekati kadonya dengan mulai menarik pita pada pembungkus kadonya, dengan pelan pembungkus kadonya lepas dan jreeng jreeng terlihat warna mobil yang mengkilat.
Bram terkejut tidak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang ia lihat, begitupun dengan Bu Yati. istri Bram.
"Bagaimana yah, apa ayah suka hadiah dari aku?"
"Ayah suka, tapi ini terlalu mahal nak"
"Ayah tolong jangan menolaknya" ucap Kinar dengan menatap Bram. lalu ia menatap ibunya dan menghampiri ibunya.
"Bu beritahu ayah agar tidak menolak hadiah dari Kinar Bu" ucap Kinar dengan wajah memohon
"Mas, kamu tidak bisa menolaknya, kasian Kinar mas" Bu Yati mencoba membantu Kinar membujuk suaminya
"Tapi Bu, ini terlalu mahal"
"Mas.." panggil Bu Yati dengan mendekati suaminya lalu menggandeng lengan suaminya.
"Baiklah aku terima, dan aku juga gak akan menolak mobil sebagus ini" ucap Bram dengan tersenyum
"Yes.." ucap Kinar dengan melompat kegirangan.
Kinar mendekati kedua orang tuanya dengan memeluk ibunya.
__ADS_1
"Ibu memang jago dalam hal membujuk ayah" ucap Kinar dengan memberikan jempolnya.
"Iya, dan tak ada alasan buat ayah menolak apa yang ibumu katakan" ucap Bram dengan menatap Bu Yati sambil memegang pundak istrinya.