
Berly terdiam mendengar pengakuan Rangga, Berly menangis sesenggukan sambil mengepalkan kedua tangannya. Berly mengusap air matanya dan pergi meninggalkan ruangan Rangga.
Sedangkan Rangga saat ini duduk di dalam mobil sambil melonggarkan das nya. Frans sesekali menatap tuannya lewat kaca spion yang ada di dalam mobil.
Sudah berapa kali putaran dan sudah beberapa jam Frans dan Rangga berputar tanpa tujuan.
"Tuan..."
"Kita langsung pulang saja Frans"
"Baik tuan"
Frans memutar arah menuju ke rumah Rangga, Frans tau yang bisa meredahkan kemarahan tuannya saat ini hanyalah Kinar.
Dalam perjalanan pulang Frans mendapatkan telfon kalau saat ini Berly berada di rumah dengan mencoba menyerang Kinar. setelah mendapatkan kabar dari Bi Nur. Frans melaporkannya ke Rangga.
Rangga yang mendengarkan perkataan Frans, membuat Rangga menjadi tegang dan menyuruh Frans agar cepat mengemudikan mobil.
"Ada apalagi ini" ucap Rangga yang tak habis fikir dengan sikap Berly.
*******
Kinar yang saat ini sedang meminum jusnya sambil duduk menonton film kesukaannya, tiba-tiba Berly datang dengan menarik rambut Kinar.
"Dasar wanita jalang, wanita murahan, jangan harap kamu bisa merebut Rangga dariku" ucap Berly dengan terus menarik rambut Kinar. sehingga Kinar terjatuh dari shofa.
Kinar bangun dari duduknya, merapikan rambutnya sambil menarik nafasnya dalam-dalam.
"Kenapa! kamu takut haaa" ucap Berly dengan melayangkan tangannya untuk menampar wajah Kinar
Namun Kinar menangkap tangan Berly dan mengenggamnya dengan erat.
"Aku sudah memperingatkan padamu, jangan pernah menyentuhku lagi" ucap Kinar
"Kenapa! kamu takut? cuih dasar wanita jalang"
"Bagaiman dengan dirimu? seorang Rangga lebih memilih wanita jalan sepertiku dari pada kamu" bentak Kinar dengan melempar tangan Berly yang di genggamnya.
Ketika Berly mengambil vas yang ada di atas nakas dan akan melemparkan ke Kinar. tiba-tiba Rangga datang
"Berly, hentikan" teriak Rangga dengan melajukan langkah kakinya.
"Dia wanita yang kamu cintai kan" teriak Berly sambil menunjuk Kinar. lalu melemparkan vas itu ke Kinar
Rangga berlari dan memeluk Kinar sehingga vas itu menyentuh belakang Rangga.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Kinar ke Rangga dengan penuh rasa khawatir
"Kamu gak apa-apa?" tanya Rangga ke Kinar
"Aku gak apa-apa" jawab Kinar
Rangga mendekati Berly, dan mencoba menenangkannya.
"Berhentilah Berly, semua sudah selesai. aku dan kamu tidak mungkin bisa bersatu lagi" ucap Rangga
"Aku tidak mau berpisah dari kamu Rangga, aku ingin menikah denganmu" ucap Berly dengan memeluk Rangga.
Dan tiba-tiba Berly mencium Rangga di depan Kinar, Rangga terkejut.
__ADS_1
kinarpun terkejut melihat apa yang mereka lakukan.
"Apa-apaan ini" ucap seorang wanita dengan wajah terkejut melihat Rangga dan Berly berciuman
"Mama..." ucap Kinar terkejut
"Mama.." ucap Rangga dengan mendorong Berly
"Tante"
Ny.Tika menatap Kinar, Rangga dan Berly.
"Berly minta maaf Tante" ucap Berly sambil mendekati Ny.Tika
Ny Tika tidak menghiraukan permintaan maaf berly kepadanya.
"Pulanglah Berly" ucap Ny.Tika sambil menatap Rangga.
"Rangga, Kinar ikut dengan mama, mama ingin bicara."
Rangga dan Kinar saling menatap, lalu mengikuti Ny.Tika ke ruang keluarga.
"Apa maksud semua ini Rangga? apa kamu sudah lupa wanita itu hampir mempermalukan kita di depan orang-orang, kalau saja Kinar tidak ada di saat itu."
"Maafin Rangga ma"
"Maaf!! setelah apa yang kamu lakukan bersamanya di depan Kinar?"
"Rangga bisa jelasin semuanya ma" ucap Rangga dengan mencoba menjelaskan apa yang terjadi
"Cukup Rangga, kamu jawab pertanyaan mama sekarang"
"Diam Kinar, kamu tidak perlu bicara. biarkan mama yang bicara dan ini urusan mama dengan Rangga"
Rangga menatap Kinar dan memberi isyarat agar Kinar diam saja dan tidak perlu ikut campur.
"Jawab pertanyaan mama, Rangga. kamu mencintai Kinar atau tidak Rangga?" tanya Ny.Tika
Rangga diam saja ketika mamanya menanyakan sesuatu.
"Jawab mama Rangga, jangan diam saja" bentak Ny.tika
Rangga tetap diam membisu, tak menjawab pertanyaan mamanya dengan menunduk.
"Baiklah kalau kamu tidak mau menjawabnya Rangga, sekarang mama sudah tau apa jawaban kamu" ucap Ny.Tika dengan menatap Rangga dan juga Kinar
"Kamu harus menceraikan Kinar secepatnya Rangga, percuma kalian bersama tapi gak ada cinta sama sekali di antara kalian berdua"
"Dan Kinar mama minta maaf dengan apa yang Rangga lakukan ke kamu" ucap Ny.Tika lagi
Rangga mendengar apa yang mamanya katakan, ia mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk
Rangga mendekati Kinar, dan menggenggam tangan Kinar.
"Rangga tidak mau ma, Rangga tidak akan pernah menceraikan Kinar" ucap Rangga dengan mengenggam erat tangan Kinar.
"Apa kamu mau melawan mama, Rangga?."
"Rangga tetap pada pendirian Rangga. Rangga tidak mau menceraikan Kinar"
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mau menceraikannya, sedangkan kamu tidak mencintai Kinar. dan masih membawa wanita lain di kehidupan kamu"
"Rangga tetap dengan jawaban Rangga, yang tidak akan menceraikan Kinar"
"Kenapa kamu tidak mau Rangga, apa kamu ingin menyiksa Kinar lebih jauh lagi?"
"Karna Rangga mencintai Kinar ma"
"Tapi yang mama lihat tadi apa, itu yang kamu bilang mencintai Kinar? sedangkan kamu masih bisa berciuman dengan wanita lain"
"Rangga tidak akan melakukan itu lagi ma, karna Rangga mencintai Kinar, dan Rangga tidak mencintai Berly lagi. karna Berly hanyalah masa lalu buat Rangga"
Ny.Tika menatap Kinar.
"Apa kamu juga mencintai Rangga Kinar?" tanya Ny.tika
Namun Kinar hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Ny Tika.
"Pliiiss jawab Kinar kalau kamu juga mencintai aku" batin Rangga yang berharap kalau Kinar mengatakan mencintainya juga.
"Okey, masalah ini sudah jelas telah terselesaikan, kalian harus cepat mengurus surat perceraian kalian secepatnya" ucap Ny.Tika
"Tapi ma"
"Beristirahat lah, kamu kelihatan kelelahan Kinar."
Kinar langsung pergi ke kamar, sedangkan Rangga masih bermohon kepada mamanya, agar memberinya kesempatan untuk mempertahankan hubungannya bersama dengan Kinar.
"Ma, Rangga akan memperbaiki semua dan akan memulainya dari awal bersama Kinar"
"Sudah terlambat Rangga, keputusan mama sudah bulat"
"Ma Rangga mohon, beri Rangga kesempatan untuk membuktikan cinta Rangga ke Kinar"
"Sudahlah Rangga kamu pergi beristirahat saja"
"Gak ma, sebelum mama memberikan Rangga kesempatan"
"Keputusan mama sudah bulat Rangga, kamu jangan keras kepala"
Rangga langsung berlutut di hadapan mamanya sambil menangis.
Ny.Tika terkejut melihat putranya yang berlutut untuk mempertahankan hubungannya dengan kinar. dan ini pertama kalinya Rangga lakukan.
"Rangga tau kalau Rangga keterlaluan selama ini ke Kinar, tapi Rangga tidak bisa berpisah dari Kinar ma. Rangga benar-benar mencintai Kinar" ucap Rangga sambil menangis
Ny.Tika tersenyum mendengar dan melihat bagaimana putranya berjuang mempertahankannya. namun Ny.Tika mencoba menyembunyikan senyumannya itu.
Ny.Tika memegang kedua pundak Rangga. dan menuntun Rangga untuk berdiri.
"Tapi Kinar tidak mencintai kamu lagi Rangga"
"Rangga akan berusaha agar Kinar mencintai Rangga lagi ma, apapun yang terjadi Rangga akan berusaha mendapatkan cinta kinar kembali"
"Baik, mama akan memberi kamu kesempatan, tapi jika kamu mengulanginya lagi, kamu harus menanggung akibatnya sendiri"
"Terima kasih ma" ucap Rangga dengan berterima kasih dan langsung memeluk mamanya.
Ny Tika membalas pelukan Rangga sambil tersenyum, melihat putranya sudah dewasa.
__ADS_1