Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 35


__ADS_3

Rangga di buat khawatir oleh Kinar sehingga Rangga tak menghiraukan sekelilingnya. setelah beberapa menit ia terkejut melihat seseorang yang terbaring bersebelahan dengan Kinar.


Rangga yang kebingungan ada apa sebenarnya dan siapa wanita yang di jenguk oleh Kinar. Rangga mengalihkan tatapannya ke arah Kinar. Rangga menatap Kinar agar menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


"Siapa dia Kinar?" tanya Rangga


"Dia sahabatku, namanya Lia" jawab Kinar dengan bangun dari tempat tidur.


Namun ketika Kinar bangun, Rangga langsung menatapnya dengan tatapan mata melotot.


"Kamu tidak boleh kemana-mana, cukup kamu jelaskan di situ saja tidak perlu kamu bangun"


"Tapi aku gak apa-apa Rangga"


"Okey, kamu bisa bangun dari situ tapi aku akan berbicara dengan dokter agar kamu di rawat beberapa hari ini sampai kamu pulih kembali"ucap Rangga dengan mengancam Kinar.


Mendengar apa yang Rangga katakan membuat Kinar tidur kembali. dari sikap Rangga, Kinar harusnya bahagia. namun Kinar terus kepikiran jangan sampai dirinya ketahuan, apa yang terjadi sebenarnya.


Rangga memerintahkan Frans agar mencari tau, apa yang terjadi dengan Kinar.


Malam ini Rangga akan menjaga Kinar, namun Kinar selalu menolak dan menyuruh Rangga kembali saja, karna dirinya tidak apa-apa. namun Rangga menolaknya, ia akan menjaga Kinar dan sahabatnya itu.


"Kenapa semuanya di waktu yang tidak tepat seperti ini, seharusnya Rangga perhatian padaku di saat aku gak ada masalah, agar aku bisa berduaan denganmu Rangga" batin Kinar dengan menutup matanya, seolah Rangga datang bukan di waktu yang tepat atau yang di inginkan oleh Kinar.

__ADS_1


Rangga memesan makanan yang akan di makan oleh Kinar, ia benar-benar khawatir ke Kinar.


"Kamu harus makan"


"Aku gak lapar"


"Kamu harus makan"


Kinar tidak bisa melakukan apa-apa lagi, selain harus menuruti apa yang Rangga katakan.


Rangga menyuapi makanan ke mulut Kinar, tapi Kinar menolaknya. Kinar ingin makan sendiri tanpa harus di suapin.


Jika Kinar makan dengan sendiri, ia akan merasa bebas tapi jika Rangga yang menyuapinya. Kinar yakin akan ada banyak pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Rangga ke dirinya.


Berly terus menelfon Rangga, tapi Rangga tak menjawabnya lagi, sehingga membuat Kinar berpikir kalau ini adalah kesempatannya biar Rangga kembali ke rumahnya.


"Kenapa kamu tidak menjawabnya?"


"Gak apa-apa" jawab Rangga. namun handphonennya terus berdering.


"Kamu bisa menjawabnya Rangga, siapa tau itu panggilan penting"


Rangga menjawab panggilan Berly dengan pergi keluar ruangan. Rangga tidak ingin Kinar mengetahui siapa yang menelfon.

__ADS_1


Namun Kinar sudah mengetahuinya kalau yang menelfon adalah Berly. Kinar tidak mengambil pusing dengan Berly tapi masalah Lia benar-benar membuatnya pusing.


Setelah melihat Rangga keluar untuk menerima telfon dari Berly, Kinar mengambil handphonenya di tasnya, ia mencoba menghubungi pengawalnya agar tidak menghubungi Kinar dan datang ke rumah sakit dulu. Kinar tidak ingin Rangga mengetahui siapa dirinya sebenarnya. ia tidak ingin Rangga kecewa padanya dan tidak ingin bersama dengan dirinya lagi.


"Kalian harus mengumpulkan semua bukti, dan cari siapa dalang dalam semua ini, ingat sebelum kalian mendapatkannya kalian jangan pernah menghubungiku"


"Baik nona" jawab pengawal Kinar di balik handphonnya.


*****


"Kamu di mana Rangga? aku sangat mengkhawatirkanmu"


"Kamu pergi tidur saja, karna masih ada yang harus ku urus malam ini"


"Tapi Rangga, aku takut sendirian di sini"


"Kamu tenang saja, aku akan menghubungi bi nur agar menemanimu tidur malam ini"


"Gak perlu Rangga. aku akan menunggu kamu pulang" ucap Berly yang ngotot untuk menunggu Rangga.


Berly mengakhiri panggilannya bersama dengan Rangga.


"Apa! aku harus tidur dengan bi nur? kamu gila Rangga, mana mungkin aku tidur dengan pembantu " ucap Berly dengan merasa jijik

__ADS_1


"Tapi kamu di mana Rangga, apa yang kamu lakukan malam-malam begini?" ucap Berly dengan khawatir


__ADS_2