Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 93


__ADS_3

Nyonya Tika kebingungan dengan makanan yang di beli oleh putranya, Rangga. ia gak tau siapa yang harus makan semua makanan ini sedangkan di rumah ini hanya mereka berlima, pembantu, security, dirinya, putranya dan juga menantumya. tanpa berfikir lagi ia membantu pembantu untuk menyiapkan di atas meja sebagai makan malam.


Kinar terbangun dari tidurnya mendengarkan percikan air dari kamar mandi, ia menatap kamar mandi.


"Apakah kamu sudah pulang, itukah kamu sayang?" ucap Kinar


Tak lama kemudian Rangga keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang di Lilit di pinggangnya.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Rangga dengan berjalan mendekati istrinya


"Hmmm" jawab Kinar dengan menganggukan kepalanya


Rangga mencium kening dan bibir istrinya.


"Aku pakai baju dulu baru kita keluar untuk makan karna hari ini aku membelikan banyak makanan kesukaanmu" ucap Rangga dengan memakai bajunya di hadapan sang istri.


Kinar tersenyum melihat suaminya yang sedang memakai pakaiannya, yang di tubuhnya hanya tersisa celana da**mnya.


"Ada apa sayang, kenapa kamu tersenyum seperti itu? kamu kangen dengan" ucap Rangga melirik miliknya


"Dasar kamu otak mesum sayang"


"Tapi aku bangga loh sayang karna dia sudah bekerja keras sampai juniorku berada di per**tmu"


Wajah kinar memerah karna ucapan suaminya, Kinar begitu malu ketika harus membahas milik suaminya.


Rangga mendekati istrinya, ia ikut duduk di atas tempat tidur dengan memegang kaki sang istri. Rangga memegang pipi istrinya sambil mengelus-ngelusnya.


"Makasih sayang, sudah sabar dan tetap berada di sampingku" ucap Rangga dengan mata berkaca-kaca.


Rangga yang sudah siap-siap memeluk istrinya, tiba-tiba istrinya menahan tubuh suaminya, Kinar mengenduskan hidungnya dengan mencari bau yang membuatnya sakit kepala dan ingin muntah. ketika Kinar menemukannya


Uuueeeekkk... uuueeeekkk. Kinar menutup mulutnya sambil berlari ke arah kamar mandi.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Rangga dengan menyusul istrinya, tapi istrinya melarangnya karna bau parfum di baju Rangga benar-benar membuatnya ingin muntah.


"Sayang diamlah di sana, ku mohon jangan mendekat" ucap Kinar dengan melanjutkan muntahnya di wastafel.


Nyonya Tika yang mendengar menantunya sedang muntah, ia segera menghampirinya. nyonya Tika melihat Rangga hanya berdiri saja tidak membantu istrinya.


"Sedang apa kamu di sini, kenapa tidak membantu istrimu" ucap nyonya Tika dengan memukul pundak putranya, Rangga.


"Sayang kamu tidak apa-apa? tanya nyonya Tika ketika Kinar berhenti dari rasa muntahnya.


"Gak apa-apa ma" jawab Kinar dengan berjalan keluar dari kamar mandi sambil di bantu oleh mertuanya.


Nyonya Tika menatap Rangga dengan tatapan marah karna membiarkan menantunya melalukannya sendiri.


"Ma, Rangga mau membantunya tapi Kinar gak mau"

__ADS_1


"Diam kamu di sana jangan mendekati menantu mama"


"Sayang, kamu bau sampai aku gak bisa menahannya" ucap Kinar yang terlihat lemas


Rangga mengenduskan hidungnya di baju yang ia pakai.


"Bau apa sayang, ini hanya bau parfum kesukaan kamu dan kamu yang milihnya untukku" ucap Rangga dengan mendekati Kinar.


Kinar yang tidak tahan dengan bau parfum yang di pakai suaminya, ia berlari ke kamar mandi, uuueeeekkk.. uuueeeekkk


"Rangga ganti pakaianmu, kamu jangan memakai parfum lagi, kasian Kinar dari tadi dia muntah terus bahkan Belum ada makanan yang ia makan"


"Tapi ma, ini parfum kesukaannya" ucap Rangga dengan mengatakan itu parfum kesukaan istrinya, Kinar.


"Ganti Rangga, kalau kamu gak ganti baju juga jangan harap kamu bisa dekat dengan Kinar"


Dengan kesal Rangga mengganti bajunya dengan yang belum ia semprotkan dengan parfum.


"Kinar kita pergi makan malam bersama ya sayang, sedikit saja. kasian anakmu belum makan" bujuk nyonya Tika.


Kinarpun mendengarkan apa yang mertuanya katakan, saat ini ia sedang duduk di meja makan tapi ia hanya menatap semua makanan.


"Sayang, aku membelikan semua makanan kesukaanmu" ucap Rangga dengan semangat sambil menunjuk semuanya


Nyonya Tika yang sudah berpengalaman dengan wanita yang hamil, ia mengambilkan sebuah soap untuk menantunya.


"Ma, kenapa itu. Rangga sudah beli makanan enak kenapa itu yang mama berikan ke istriku" ucap Rangga dengan tidak terima semua makanan yang ia beli tidak dimakan oleh Kinar hanya kuah soap buatan nyonya Tika yang di makannya.


Nyonya Tika mengabaikan Rangga yang terus protes dengan semua makanan yang ia beli.


Kinar hanya memakan kuah soap tiga sampai empat sendok saja, lalu ia meminum vitamin yang di berikan oleh dokter kandungan.


"Mau langsung istrahat sayang?" tanya nyonya Tika


"Iya ma, mata Kinar terasa pusing" jawab Kinar dengan suara lemas


"Baik sayang, mama bantu ya ke kamar"


"Makasih ma"


Rangga menatap nyonya Tika, ia kesal dengan mamanya karna tidak memberikan makanan yang ia beli untuk istrinya, Kinar.


Nyonya Tika kembali setelah mengantar Kinar untuk istrahat.


"Kamu habiskan semua makanan ini Rangga, mama gak mau semua makanan ini di buang"


Haaaa... Rangga mengangap dengan menatap semua makanan yang ia beli.


"Mana mungkin Rangga habiskan sebanyak ini ma, nanti perut Rangga tak berbentuk lagi"

__ADS_1


"Urusan kamu bukan urusan mama, siapa suruh beli makanan sebanyak ini"


"Mama koq tega sama anak sendiri sih"


"Gak peduli"


"Mamaaaa" teriak Rangga


Nyonya Tika tertawa mendengar teriakan putranya, sudah lama ia tidak mendengar putranya memanggil seperti itu dengan suara keras.


Rangga mendapatkan ide dengan mengajak pembantu dan security-nya untuk membantunya untuk menghabiskan semua makanan yang ia beli.


"Bantu aku buat habisin semua makanan ini"


"Tapi tuan ini terlalu banyak" ucap keduanya melihat porsi makanan yang tidak muat di dalam perut mereka.


Rangga pergi meninggalkan mereka tapi tiba-tiba nyonya Tika datang menghalangi jalannya.


"Mau kemana kamu?" tanya nyonya Tika sambil melipatkan kedua tangannya di dadanya.


"Ma, aku mau lihat Kinar"


"Kinar sedang istirahat, kamu tidak perlu mencari alasan seperti itu. sekarang bantu mereka untuk menghabiskan semua makanan itu"


"Tapi ma"


"Mau membantah mama"


"Gak ma, Rangga akan makan bersama dengan mereka" ucap Rangga dengan kembali ke meja makan.


Nyonya Tika berdiri menjaga Rangga untuk menghabiskan semua makanan dengan di bantu oleh pembantu dan security.


"Aku sudah tidak mampu lagi ma, biarkan mereka yang menghabiskannya" ucap Rangga dengan meletakan sendok dan garbunya.


"Gak ada, mana bisa kamu kenyang dengan makan sekecil itu"


"Ma.."


Nyonya Tika melototkan matanya menatap Rangga. tanpa bantahan Rangga memulai makan lagi dengan mengambil beberapa potongan daging, stek daging.


"Ma, Rangga beneran udah gak bisa lagi, perut Rangga udah penuh." ucap Rangga yang sudah tersandar kan di kursi makan


"Iya nyonya kita juga sudah tidak mampu lagi" ucap mereka bersamaan dengan posisi duduk mereka sama dengan tuannya yang sudah tersandar di kursi makan.


"Bagus, kalian bisa berhenti sekarang" ucap nyonya Tika yang melihat makanan tinggal sedikit tidak seperti tadi. ia berencana makanan itu akan di letakan ke kulkas beberapa potongan stek daging yang tersisa.


#**Maaf ya yang minta visualnya, author lagi mencari visualnya yang pas dengan mereka karna mencari visualnya menurut author sangatlah sulit walaupun banyak aktris yang bisa di ambil, tapi author belum menemukan yang cocok dengan karakter mereka.


Adapun yang cocok tapi author belum menemukan namanya karna author hanya ingat wajahnya saja, yang author dapatkan visualnya baru Kinar, Lia dan juga Anand. untuk Rangga masih author cari karna namanya author lupa jadi sulit nyari di Instagram. mohon bersabar yaa kalau udah ada pasti author up 🙏**

__ADS_1


__ADS_2