
Berly melihat tingkah Kinar begitu bahagia, bahkan kinarpun bernyanyi membuat jus untuk dirinya. Berly yang melihat Kinar bahagia membuat Berly kebingungan.
Tak berapa lama Ranggapun keluar dari kamar, ia menuruni tangga sambil senyum-senyum. Berly melihat Rangga seperti sedang bahagia begitupun dengan Kinar.
Kinar pergi keruang keluarga dengan membawa jus dan juga cemilannya.
Kinar ketika berpapasan dengan Rangga, membuat pipinya merah merona karna menahan malu, sedangkan Rangga. ia tersenyum bahagia.
"Ada apa sih di antara mereka, koq seperti ada yang terjadi di antara mereka. tapi apa?" Berly bertanya-tanya pada dirinya.
Berly berjalan mendekati Rangga dengan memeluk Rangga dari belakang.
"Kelihatannya kamu bahagia!" ucap Berly
"kenapa sayang?" tanya Rangga
Berly kesal, harus mengulang kalimat yang di lontarkan ke Rangga.
"Gak apa-apa sayang, aku hanya ingin jalan-jalan, aku pengen makan stek" ucap Berly ke Rangga dengan masih memeluk Rangga.
"Kamu udah bisa jalan?" tanya Rangga ketika melihat Berly yang sudah bisa berdiri
"Haaaa.." Berly kebingungan harus menjawab apa
"Kamu udah sembuh?"
"Aku di bantu bi nur sayang, aauuu" Berly berpura-pura dengan berteriak seolah kakinya masih terasa sakit agar Rangga tetap di dekatnya dan ia tidak ingin ketahuan kalau dirinya berbohong sakit.
"Ya sudah, kita akan pergi keluar" ucap Rangga dengan memegang lengan Berly
Kinar yang melihat Berly berpura-pura sakit membuatnya kesal.
"Dasar lampir, jelas-jelas dia tadi berjalan baik-baik saja, dan gak ada yang sakit" ucap Kinar ketika melihat sikap Berly yang berlebihan untuk mendekati Rangga.
Berly yang melihat kalau Kinar sedang menatap mereka, Berly berpura-pura terjatuh agar dirinya di gendong oleh Rangga.
"Aauu.. sakit"
"Kalau gitu aku antar kamu istrahat di kamar saja, nanti aku pesankan stek buat kamu"
"Gak sayang, aku mau makan stek di restaurant. aku gak mau di pesan" ucap Berly dengan wajah memohon
__ADS_1
Rangga yang melihatnya membuatnya merasa kasian, sehingga Rangga mengiyakan apa yang Berly minta.
Rangga menggendong Berly, ketika ia melangkah keluar. Rangga melewati Kinar yang tengah berdiri, namun Rangga tidak menoleh sedikitpun pada Kinar, Kinar yang melihat sikap Rangga yang berbeda dengan sikapnya yang beberapa jam, membuat Kinar kebingungan.
"Kenapa sikap Rangga berubah seperti itu, bahkan dia tidak menatapku sama Skali, ada apa ini?" ucap Kinar dengan bertanya-tanya mengapa sikap Rangga berubah.
Rangga yang tadinya hangat tapi sekarang Rangga terlihat seperti es.
*****
Tiba-tiba Handphone Kinar berdering, Kinar menatap layar handphonenya tertera nama Lia memanggilnya. Kinar langsung menjawabnya.
"Iya Lia"
"Kamu di mana Kinar?"
"Aku di rumah, ada apa Lia?"
"Aku ingin keluar Kinar, aku ingin jalan-jalan menghirup udara luar"
"Okey, kamu tunggu disana. aku akan menjemputmu" ucap Kinar dengan mengambil jaket dan kunci mobilnya.
"Eee kamu gak ganggu aku Lia, bahkan aku gak sibuk"
"Gak usah Kinar, aku bisa pergi sendiri koq" ucap Lia dengan ngotot ingin pergi sendiri tanpa di temani oleh Kinar.
"Baiklah, tapi beneran kamu gak apa-apa?" tanya Kinar sekali lagi
"Aku gak apa-apa Kinar" jawab Lia.
"Kalau ada apa-apa kamu hubungi aku okey"
"Hmmm..." jawab Lia dengan mengakhiri panggilannya.
Kinar yang merasa khawatir dengan keadaan Lia, ia menelfon seseorang untuk mengawasi Lia. kemanapun Lia pergi, Kinar tidak ingin Lia kenapa-napa lagi.
******
"kamu koq kelihatan bahagia banget sayang"
"Haaaa.." Rangga tersadarkan dari lamunannya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih sayang, kamu tak seperti biasanya"
"Kamu jangan ngaco sayang, aku tetap sama gak ada yang berubah" ucap Rangga dengan memegang tangan Berly
Berly melepaskan tangannya ketika Rangga memegang tangannya.
"Ada apa sayang?" tanya Rangga ketika tangannya di lepaskan Berly ketika memegang tangannya
Berly tak menjawab, ia hanya diam saja dengan melipatkan kedua tangannya dengan wajah yang begitu kesal.
"Kamu kenapa sayang? jangan seperti ini"
Berly tetap diam saja.
"Lihat saja Kinar, aku akan buat perhitungan denganmu" batin Berly
Tiba di restaurant yang Berly inginkan, namun ketika Rangga memarkirkan mobilnya tiba-tiba Berly minta pulang ke rumah.
"Kita pulang"
Rangga terkejut mendengar apa yang Berly katakan.
"Tapi kita baru sampai, bahkan kita belum turun dari mobil"
"Aku pengen pulang"
"Ada apa denganmu Berly?"
"Gak ada apa-apa, aku hanya ingin pulang"
Rangga kesal ketika melihat sikap Berly yang seenaknya padanya, bahkan Berly tak menghargai dirinya. dengan kesal Rangga memutar mobilnya kembali ke arah jalan, Rangga melajukan mobilnya dan Rangga pun hanya diam saja.
Dalam perjalanan Rangga dan Berly hanya diam saja, sampai di rumahpun tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.
Rangga memarkirkan mobilnya, ia turun dan meninggalkan Berly yang masih berada di dalam mobil, Rangga masuk menuju ke kamarnya.
Berly yang melihat Rangga tidak membukakan pintu untuknya, bahkan tidak mengajaknya turun pada hal Rangga tau kalau Berly sedang sakit tapi Rangga meninggalkannya.
Dengan kesal Berly turun dari mobil, ia menutup keras pintu mobil Rangga.
"Awas kamu Kinar, semua ini gara-gara kamu" ucap Berly penuh dengan kemarahan menuju ke kamarnya.
__ADS_1