
Matahari telah menyebarkan terangnya kemana-mana, bahkan menembus jendela kaca kamar suami istri yang memadu kasih semalam.
Rangga dan Kinar masih tertidur pulas dengan saling berpelukan, Kinar yang beralaskan tangan Rangga sebagai bantal.
Kinar menggeliat dalam pelukan Rangga, sehingga membuat Rangga bergerak dengan mengeratkan pelukannya ke Kinar sambil mencium dahi milik istrinya.
Kinarpun memeluk erat suaminya, dirinya merasa begitu nyaman ketika berada dalam pelukan laki-laki yang ia cintai.
Lima belas menit kemudian, Kinar membuka matanya. ia melihat sinar matahari yang masuk kedalam kamarnya.
Kinar mengalihkan tatapannya kewajah suaminya, ia menyentuh wajah Rangga dengan lembut sambil tersenyum.
Kinar bangun dengan melihat sekelilingnya, melihat pakaiannya dan pakaian Rangga yang berhamburan di lantai, Kinar melihat tubuhnya di balik selimut Kinar tak memakai sehelai baju satupun.
Kinar menatap suaminya dengan mencium Rangga di bibirnya.
"Selamat pagi suamiku" ucap Kinar
Ketika ia akan beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi, Rangga menahan tangannya.
Kinar yang merasakan tangannya ada yang menahannya, ia menatap Rangga.
Rangga tersenyum dengan mata yang masih tertutup. Rangga menarik Kinar agar tidur kembali. Kinar terjatuh dalam pelukan Rangga ketika ia menariknya.
Rangga memeluknya dengan erat, dan mencium dahi milik Kinar.
"Rangga, ini sudah pagi. kamu harus bangun untuk berangkat bekerja"
__ADS_1
"Hmmmm"
"Rangga"
"Aku masih ingin memelukmu" ucap Rangga dengan suara khas bangun tidur.
"Nanti kamu terlambat ke kantor"
"Aku bossnya, jadi terserah aku" ucap Rangga dengan membuka kedua matanya.
Rangga menatap wajah kinar lalu mendekatkan wajah dan bibirnya ke bibir Kinar.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kinar dengan menghindari
"Aku ingin mendapatkan ciuman selamat pagiku"
Setelah mencium Kinar, Rangga membisikan sesuatu ke telinga istrinya.
"Apa yang kamu lakukan, Rangga jangan main-main. ini sudah pagi loh"
"Tapi aku masih menginginkannya" ucap Rangga dengan mulai melakukan aksinya
"Rangga" teriak Kinar
Namun Rangga hanya tertawa dan di ikuti dengan tawa istrinya.
"Rangga hentikan, geliii" teriak Kinar dengan di barengi tertawa
__ADS_1
Rangga terus mencium perut rata Kinar.
"Aku menginginkan juniorku berada di sini" ucap Rangga dengan terus mencium perut istrinya.
Rangga menatap wajah istrinya, mereka saling bertatapan.
"Aku mencintaimu" ucap Rangga ke istrinya dengan tersenyum.
Rangga mulai mencium bibir istrinya dan Melu**tnya, kinarpun membalas ciuman itu dengan melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.
Pagi itu terjadi pertempuran bagi Rangga dan Kinar, mereka melakukannya tak selama semalam, tapi Rangga berusaha tidak melewatkan satupun lekuk tubuh istrinya. Rangga menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya, bahkan di bagian sensitifnya.
Kinar mengeluarkan desahan demi desahan karna kenakalan suaminya. Rangga terus melakukannya sehingga waktu sejam telah berlalu namun Rangga dan Kinar belum menyelesaikan pekerjaan mereka membuat junior.
Handphone Kinar terus berdering mereka mencoba mengabaikannya, namun handphonennya terus berdering. dengan kesalnya Rangga mengambil handphone milik Kinar di atas meja dan menonaktifkannya.
"Apa yang kamu lakukan Rangga"
"Panggilan itu tidak penting selain pentingnya membuat junior"
"Tapi itu kan"
Rangga langsung mencium bibir istrinya agar berhenti mengoceh.
Kita bahkan belum mencapainya pagi ini, tapi sudah ada yang mengganggu, jangan harap aku akan terganggu. Rangga
Rangga terus melakukannya sampai akhirnya mereka berdua mencapai puncak yang begitu membuat mereka terlihat lemah. Sebuah keringat dan suara nafas yang kelelahan. sehingga membuat mereka tertidur kembali.
__ADS_1