
Malam telah tiba, kinar menyiapkan makan malam untuk Rangga. ia berjanji akan membuat Rangga jatuh cinta padanya, dengan menyiapkan semua makanan ini merupakan perjalanan dirinya berjuang mengambil hati sang suami.
Setelah selesai kinar pergi ke kamarnya untuk mandi dan membersihkan tubuhnya sebelum Rangga kembali. ia mempercantik dirinya dengan polesan yang ringan sehingga terlihat begitu natural.
Sedangkan di tempat lain seseorang terlihat begitu bahagia karna di temani wanita yang ia cintai di kantor. pria itu tersenyum sambil memerhatikan wajah wanita itu.
"Frans malam ini aku akan pergi makan malam bersama dengan berly, kau tidak perlu mengantarku biar aku saja yang menyetir mobil sendiri"
"Baik tuan" ucap Frans dengan menundukan kepalanya.
Rangga berdiri dari tempat duduknya dan mendekati berly kekasihnya sambil mengulurkan tangannya.
Berly tersenyum dan langsung menerima uluran tangan Rangga. ia melingkarkan kedua tangannya di lengan Rangga. dan tak lupa ia melihat kearah Frans dengan raut wajah seolah ia berhasil mendapatkan Rangga kembali.
Frans hanya diam saja ketika melihat Rangga yang begitu tunduk kepada berly.
"Ayo sayang kita pergi keluar mencari tempat yang bagus untuk malam ini"
__ADS_1
"Aku sudah menyiapkan tempat yang bagus untuk kita berdua" ucap Rangga
Mereka pergi meninggalkan ruangan Rangga, sedangkan Frans masih berdiri di tempatnya. tak berapa menit telfon genggam Frans berbunyi, ia melihat nama yang tertera di layar handphonennya.
"Iya hallo nona, ada yang bisa saya bantu?" yang menelfon frans adalah kinar istri sah Rangga.
"Gak Frans, aku hanya ingin menanyakan apakah Rangga sibuk? maksud aku apakah malam ini ia akan pulang telat lagi ke rumah?"
Frans yang mendengar ucapan kinar terdiam, ia bingung apa yang harus ia lakukan, Rangga saat ini sedang bersenang-senang dengan kekasihnya sedangkan istrinya menunggu di rumah.
"Baik nona"
"Kamu gak perlu memanggilku nona, panggil saja kinar namaku Frans. karna aku bukan majikanmu tapi suamiku" ucap kinar. "ya sudah Frans aku hanya ingin memberitahumu saja" ucap kinar dengan mengakhiri panggilan telfonnya.
Frans menatap handphonenya.
"Maafkan saya nona yang tidak bisa mengatakan apapun karna saya akan selalu menjaga tuan, apapun yang ia lakukan" ucap Frans dengan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Frans pergi meninggalkan ruangan Rangga dan juga kantornya, Frans pergi untuk pulang rasanya kepalanya begitu sakit memikirkan masalah Rangga.
Kinar duduk di meja makan sambil memperhatikan jam dinding yang jarumnya selalu berputar dan detak jarumya terus berbunyi. tak terasa sudah menunjukan pukul 20:30, ia berdiri pergi ke pintu masuk hanya untuk melihat keluar apakah Rangga sudah datang atau belum, yang dilakukan kinar saat ini yaitu duduk, berdiri, menonton tv bahkan sampai ia sudah tertidur di meja makan dengan kepalanya terletak di atas meja.
di tempat lain Rangga dan wanita lain yang bernama berly tertawa penuh canda bahkan mereka tak menghiraukan saat ini restauran begitu ramai. bahkan Rangga pun tak takut jika ada keluarganya yang melihat atau keluarga kinar. karna menurutnya ia tidak peduli karna kinar dan dia hanyalah suami istri yang berstatus tanpa ada rasa cinta sama sekali.
Berly menatap Rangga sambil menggoyangkan gelas minumannya dengan wajah yang tak terbacakan, Rangga pun membalas tatapan itu.
Berly memegang tangan Rangga dengan mencoba mengungkit kembali janji mereka di masa lalu.
"Apakah kamu ingat sayang, kamu pernah berjanji gak akan pernah meninggalkanku apapun itu"
"Aku ingat, apa yang aku ucapkan aku gak akan pernah melanggarnya" ucap Rangga dengan membalas genggaman tangan berly yang berada di atas meja.
Berly tersenyum mendengar apa yang Rangga ucapkan
"Aku tau kamu gak akan pernah meninggalkanku karna tanpa aku hidupmu tak ada artinya" batin berly dengan tertawa penuh percaya diri.
__ADS_1