Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 117


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang dengan menjemput si kembar Kinar menasehati mereka, namun Aditia masih ngambek, tidak terima dengan apa yang terjadi di sekolah tadi. Gavin hanya diam saja tapi tak ada yang tau apa yang Gavin pikirkan saat ini bahkan Aditia pun marah dengan saudara kembarnya yang hanya diam saja.


Gavin memiliki sikap pendiam tapi jika ada yang mengganggu pikirannya, ia akan selalu memikirkannya sampai bisa menyingkirkan yang mengganggu pikirannya.


"Mommy tidak tau siapa yang salah tapi mommy tidak ingin anak mommy melakukan hal seperti itu." ucap Kinar


"Dion yang mulai duluan mom, dia menyiksa siswa yang lemah bahkan dia pun memanfaatkannya dengan meminta uang ke mereka" ucap Aditia marah


Kinar mendengar apa yang di ucapkan putranya menghela nafasnya, dan ia tau Aditia dan Gavin tidak akan melakukan hal yang merugikan diri mereka jika seseorang tidak memulainya lebih dulu.


******


Di kediaman tuan Prayoga, suara membentak terdengar di seluruh ruangan bahkan tamparan keras pun terdengar.


Nyonya Yenti berteriak histeris dengan menangis melihat putranya di tampar oleh suaminya.


"Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu menamparnya?" teriak nyonya Yenti tak terima


"Dia sudah mempermalukanku di sekolahnya, mau di taruh di mana wajahku"


"Dia tidak bersalah, mereka yang salah" ucap nyonya Yenti dengan suara keras.


"Papa tidak ingin lagi mendengar atau melihat wajah kamu yang memar dan kamu kalah dari mereka, jika kamu tidak bisa mengalahkan mereka sebaiknya kamu diam saja dan belajar dengan benar bukan membuat ulah yang bahkan kamu sendiri terlihat lemah dari mereka" ucap tuan Prayoga.


"Maafin Dion pa. Dion janji gak akan ngecewaiin papa" jawab Dion dengan meminta maaf dan berjanji akan menghancurkan Gavin dan Aditia. akan membalas semua yang mereka lakukan.


******


"Bagaimana dengan sekolah hari ini ?" tanya Rangga pada kedua putranya ketika mereka saat makan malam

__ADS_1


"Mas, kita lagi makan gak seharusnya kita bicara. nanti habis makan baru kita lanjutkan" ucap Kinar yang mengalihkan pembicaraan


Gavin makan sambil menunduk sedangkan Aditia memandangi mommy nya dengan Gavin bergantian, lalu pandangannya terhenti ke arah Rangga. Rangga pun menatapnya


"Ada apa Aditia? ada yang ingin kamu sampaikan ke Daddy?"


"Gak ada dad" jawab Aditia sambil tersenyum


Rangga masih mengabaikan wajah Aditia yang memar, ia menunggu putranya itu mengatakan apa yang terjadi di sekolah hari ini.


Gavin, Aditia, Kinar dan juga Rangga sedang duduk di ruang tamu sambil menonton tv.


"Maafin Aditia dad" ucap Aditia dengan meminta maaf lebih dulu ke Daddy nya, takut nanti ia akan mengatakannya Rangga akan marah, setidaknya Aditia ada pertimbangan dari Daddy nya dengan kata maaf.


"Minta maaf kenapa Aditia?" tanya Rangga yang masih fokus di leptopnya yang sedang melihat data perusahaan.


Aditia menatap mommy nya, kinarpun menatapnya lalu memberikan isyarat mengedipkan mata sambil tersenyum agar Aditia mengatakan yang sebenarnya ke Rangga.


"Terus? kenapa sampai berantem?" tanya Rangga lagi dengan suara santai dan masih fokus dengan pekerjaannya.


"Begini mas ceritanya"


"Biarkan mereka yang mengatakannya sayang, aku ingin mendengar dari mulut mereka sendiri" ucap Rangga dengan tak mengizinkan Kinar bicara tentang masalah putranya ke Rangga.


"Aditia gak mau berantem dad, tapi Dion memaksa Aditia untuk memukulnya" jelas Aditia dengan semangat


"Memaksa apa Aditia?"


"Dia menggangu orang-orang lemah di sekolah dad, bahkan ia mengambil uang dari yang lainnya. dan juga dia mengganggu siswa perempuan yang ada di kelas Aditia dad." jelas lagi Aditia

__ADS_1


"Orangnya masih bisa berjalan sekarang?" tanya Rangga dengan serius namun pandangannya masih tertuju ke leptopnya


Kinar kebingungan mendengar pertanyaan yang Rangga lontarkan.


"Iya dad, Dion masih bisa berjalan"


"Kenapa masih bisa jalan, kenapa kalian gak patahkan tangannya agar tidak berani melakukan hal seperti itu? hmmm!" ucap Rangga dengan beralih tatapannya ke arah kedua putranya.


"Mas!" panggil Kinar.


"Gak apa-apa sayang, yang mereka lakukan gak salah seharusnya Gavin dan Aditia mematahkan tangannya, siapa namanya itu?"


"Dion Daddy"


"Nah si Dion itu harus di beri pelajaran agar gak seenaknya ke yang lain"


"Tapi Daddy,orang tua Dion mengancam Aditia dan Gavin kalau mereka bakal laporin Aditia dan Gavin ke polisi"


"Kenapa! kalian takut?"


"Gavin gak takut Daddy"


"Nah itu baru putranya Daddy, dengar kata Gavin Aditia. jangan takut." ucap Rangga


"Selama itu hal baik, dan masih ada daddy jangan takut, jika orang tuanya ikut campur maka Daddy juga akan turun tangan membela kalian, tapi selama yang kalian lakukan itu demi kebaikan, paham?!"


"Paham Daddy" jawab Gavin dan Aditia


"Bagus"

__ADS_1


Kinar hanya bisa diam saja, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karna yang di katakan suaminya benar kenapa kita harus takut sedangkan mereka yang salah, Gavin dan Aditia hanya menegurnya namun dia malah ngelunjak sehingga Gavin dan Aditia harus melayangkan pukulan ke wajahnya.


__ADS_2