
Kinar terbangun dari tidurnya tepat pukul 3 malam, ia melihat di sekelilingnya tak menemukan Rangga suaminya, ia bangun dari tempat tidur, kinar mencari Rangga ke kamar mandi, di kamar tamu, bahkan di dapurpun kinar tak menemukan Rangga.
Kinar duduk di ruang tamu sambil menghidupkan tv.
"Apa kamu tidak kembali lagi malam ini, apakah kamu tidur di luar lagi, jika bener kenapa kamu selalu tidak memberitahuku dan selalu membuatku menunggumu" ucap kinar dengan menatap foto Rangga yang ada di layar handphone nya yang di ambil di saat Rangga sedang tidur.
"Kenapa aku selalu menunggumu bahkan kamu selalu memperlakukan ku seperti orang lain, bukan seperti istrimu" ucap kinar dengan pelannya ia membanting kan tubuhnya di atas Shofa.
"Apakah sebegitu gak pentingnya aku di matamu, sehingga kamu selalu mengabaikan ku bahkan menatapku pun kamu tidak pernah" ucap kinar dengan air matanya jatuh, dan dengan pelan kinar mulai tertidur.
******
Tak terasa sudah 11 bulan kinar sebagai istri Rangga, tapi kehidupannya di rumah Rangga seperti biasa, istri yang tak di harapkan, istri yang tak di anggap.
Namun kinar bisa melaluinya karna ia selalu menyibukkan dirinya dengan kuliahnya, bekerja paruh, agar tidak terlalu memikirkan sikap Rangga padanya.
Kinar yang saat ini sebulan lagi ia akan lulus dari kampusnya, begitu bahagia akhirnya yang ia nantikan tiba juga yaitu wisuda.
Dengan kegigihan kinar sampai saat ini ia masih berusaha menarik perhatian Rangga untuk mendapatkan cinta dan posisinya di hati Rangga suaminya.
Malam ini kinar menyiapkan semua makanan kesukaan Rangga, dan tepat pukul 8 Rangga sampai di rumahnya, melihat Rangga yang tiba-tiba datang membuat kinar begitu bahagia sehingga ia berlari ke arah Rangga dan langsung memeluknya dengan erat, walaupun ia tau kalau Rangga tidak akan pernah membalas pelukannya itu.
"Akhirnya kamu pulang juga, dan mau makan malam di rumah bersama" ucap kinar pada Rangga dengan posisi memeluk Rangga.
Di saat kinar memeluk Rangga, ia mendengar jika ada seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka, ketika kinar menatap ke arah wanita itu, kinar terkejut melihat seorang wanita yang berpenampilan seksi itu mendekati mereka.
Kinar melepaskan pelukannya, ia menatap wanita itu.
"Kenalkan dia berly, dan berly kenalkan dia Kinara" ucap Rangga
Kinar tersenyum dengan mengulurkan tangannya.
"Kenalin aku Kinara..." sebelum kinar melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Berly langsung memeluk Rangga dari belakang.
"apakah ini tempat yang harus aku tinggali beberapa hari sayang?"
Rangga hanya bisa menelan salivanya mendengar apa yang di ucapkan berly dan juga tindakan berly yang langsung memeluknya.
Kinar yang mendengar apa yang di katakan wanita itu terkejut, karna Rangga sebelumnya tidak memberitahu kan kepadanya.
Kinar langsung menarik tangan Rangga dengan tiba-tiba, tanpa perlawanan Rangga mengikutinya.
"Apa-apaan ini Rangga, kenapa kamu mengajaknya tinggal di sini dan kenapa kamu tidak memberitahuku" tanya kinar
"Biarkan dia tinggal di sini beberapa hari ini, karna dia saat ini lagi kurang enak badan dan gak ada yang tinggal bersamanya" jelas Rangga kepada istrinya
"Kalau dia kurang enak badan kenapa dia datang ke rumah ini, bukan datang ke rumah sakit?"
"Dia tidak mau pergi ke rumah sakit dia hanya mau di rumah saja, karna aku pikir di rumah ini dia lebih baik karna ada yang akan memperhatikan nya"
"Tapi Rangga"
Kinar berusaha memperlihatkan senyumannya di depan mereka, bahkan kinar selalu baik ke berly tamu suaminya itu.
"Oh iya karna kalian sudah datang ayok kita makan malam" ajak kinar kepada mereka berdua.
Kini mereka sedang melakukan makan malam,Rangga dan berly mulai memakan makanan masakan kinar.
Rangga yang memakan makanan kinar terdiam.
"Ternyata selama ini makanan yang selalu aku abaikan begitu enak dan seperti makanan di restoran" batin Rangga.
"Kenapa makanannya seenak ini, aku tidak akan membiarkan Rangga makan makanan istrinya" batin berly dengan mulai menyusun Rencana busuknya.
Kinar yang merasa dirinya di tatap, ia menatap kembali ke arah Rangga lalu ke arah berly.
__ADS_1
"Makan lagi gak usah sungkan anggap aja rumah sendiri" ucap kinar kepada berly wanita yang di ajak Rangga untuk tinggal di rumahnya.
Berly tersenyum tak terbacakan kepada kinar, sedangkan Rangga. ia tau maksud senyuman berly kepada kinar.
"Aku tinggal dulu aku mau istrahat" ucap Rangga dengan akan meninggalkan mereka namun tiba-tiba tangannya di tahan oleh berly
"Rangga kamu harus menemaniku dulu, aku begitu merasa tidak enak badan"
Tanpa pilihan, Rangga menuruti kemauan berly, karna menurutnya saat ini berly benar-benar membutuhkan dirinya.
Kinar membiarkan mereka pergi ke ruang tamu, sedangkan kinar mengatur dan membersihkan meja dari sisa makan malam mereka.
kinar begitu marah tapi ia tidak bisa emosi karna menurutnya jika ia emosi Rangga pasti akan membela wanita itu.
"Apa yang aku takutkan akhirnya terjadi juga, jika wanita itu kekasih Rangga akan datang ke rumah dan menjadi Boomerang pada rumah tanggaku dengan Rangga" ucap kinar dengan menatap ke arah Rangga dan berly yang sedang berada di ruang tamu.
Kinar pergi berlibur dengan teman-temannya di pantai karna ia mendapat informasi jika mantan kekasih Rangga. suaminya akan berlibur di sana, sehingga ia berusaha pergi kesana dengan teman-temannya.
Yang kedua kalinya kinar melihat mereka di restoran waktu itu, tapi kinar cuek begitu saja, ia berpura-pura tak melihat mereka berdua padahal kinar tau kalau Rangga terus memperhatikan nya di restoran itu. dan dirinya juga sengaja mengirimkan pesan untuk Rangga tentang perihal makan malam dan Rangga hanya mengabaikan isi pesannya.
Kinar mulai merasa sakit di saat itu tapi ia menyembunyikan nya dari teman-temannya.
Kinar tidak menyangka Rangga berani membawahnya kerumah mereka tanpa persetujuan kinar.
Dan jawaban yang selalu di dapatkan kinar ketika menanyakan alasan Rangga mengajaknya tinggal di rumah, adalah karna berly membutuhkannya. pada hal sudah jelas-jelas kalau wanita itu tidaklah sakit, ia hanya berpura-pura agar dekat dengan suaminya.
"Kamu mungkin berhasil masuk ke dalam rumah ini, berhasil mengambil hati suamiku, mengambil perhatian suamiku yang akan menjadi miliku, tapi aku pastikan kamu tidak akan bisa mengambil hati Rangga sepenuhnya karna selama aku berstatuskan istrinya akan selalu melindunginya bahkan akan selalu menjauhkannya darimu" ucap kinar dengan menatap berly dari kejauhan.
Tiba-tiba Bi Nur muncul dari belakang kinar.
"Biarkan aja non nanti Bibi yang akan mengaturnya'
"Gak usah Bi, kinar bisa melakukannya sendiri, bi nur pergi beristirahat saja"
__ADS_1
"tapi non"
"Gak apa-apa bi, kinar bisa menyelesaikannya sendiri.