Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
bab 107


__ADS_3

Gavin bermain dengan mainannya yaitu robot, ia menggerakan robotnya untuk menghancurkan beberapa mainan yang ia susun, dan menendang robot-robot lainnya yang berukuran kecil.


Sedangkan Aditia bermain dengan motor-motoran mainan, ia memakai sebuah tas di kepalanya sambil mendorong motornya. "Ngeeeng... ngeng ngeng ngeeenngg...bruk" Aditia memperagakan motornya yang menabrak sebuah robot milik Gavin, ia mengangkat motor miliknya lalu menjatuhkannya tepat di lantai.


Kinar duduk sambil memantau kedua putranya bermain, jika ia tinggalkan entah apa yang terjadi. Aditia sudah beberapa kali menjatuhkan vase bunga yang berada di atas meja.


"Sayang gak boleh main di situ" tegur Kinar kepada Aditia yang sudah mulai mendekati anak tangga lantai dua.


Aditia hanya melirik saja lalu terus berjalan dengan menaikan satu kakinya ke tangga. Kinar berlari menghampiri Aditia, melihat Kinar berlari membuat Aditia tertawa histeris sambil berteriak-teriak.


"Mommy sudah katakan jangan main di sana, nanti kamu terjatuh" ucap Kinar dengan menggendongnya lalu mencium perut Aditia sampai Aditia tertawa keras.


"Ampun mommy" ucap Aditia sambil tertawa namun Kinar terus menciumnya.


"Mau main di situ lagi?"


"Gak mommy"


Tak lama mobil Rangga datang membuat Gavin berhenti bermain dan langsung berdiri pergi ke arah pintu, dan ikuti oleh Aditia. mereka berlarian menyambut sang ayah yang baru saja sampai dari kantor.


Kinar mengikuti mereka dari belakang dengan kedua baby sisternya. Kinar membuka pintu. Gavin dan Aditia begitu senang melihat Rangga yang keluar dari mobil


"Daddy" teriak Gavin dan Aditia di barengi dengan tawa


Kinarpun ikut tersenyum melihat tingkah lucu kedua putranya.


Rangga terlihat begitu bahagia melihat dirinya di sambut oleh istri tercintanya dan kedua putranya.


"Anak Daddy" ucap Rangga dengan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan kedua putranya


Rangga menggendong mereka berdua dan mencium pipi mereka bergantian, lalu ia menatap Kinar penuh cinta, ucapan terima kasih keluar dari mulut Rangga untuk istrinya. Kinar memegang jas dan tas milik Rangga.


Rangga menurunkan Gavin dan Aditia.


"Daddy mau mandi dulu, kalian pergi main bersama, ingat jangan nakal dan jangan berantem" ucap Rangga mengingatkan kedua putranya


"Key Daddy" jawab Aditia


Rangga pergi meninggalkan mereka, Kinar masih mengingatkan baby sister agar memperhatikan kedua putranya. baby sisterpun menjaga Gavin dan Aditia, mereka yang sudah mengetahui Gavin dan Aditia cucu dari seorang mafia membuat mereka lebih berhati-hati dalam menjaganya kalau tidak mereka akan tau akibatnya nanti.

__ADS_1


Kinar pergi menyusul Rangga ke kamar dengan meletakan jas di keranjang kain kotor dan menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh suaminya tiba-tiba Rangga keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang terlilit di pinggangnya. Rangga langsung memeluk Kinar dari belakang.


"Terima kasih sayang sudah melahirkan anak-anak yang begitu lucu di dalam keluar kecil kita" ucap Rangga dengan mencium kepala istrinya


"iya sama-sama sayang"


Rangga terus memeluk Kinar dan tidak ingin melepaskannya.


"Sayang! lepaskan dulu"


"Kamu mau kemana?" tanya Rangga setelah melepaskan Kinar dari pelukannya


"Aku mau turun, melihat mereka" ucap Kinar dengan pergi ke arah pintu, tapi Rangga langsung menahan pintu dan menguncinya.


Kinar terlihat kebingungan dengan apa yang Rangga lakukan.


"Ada denganmu sayang?" tanya Kinar


Rangga menyandarkan Kinar ke pintu mengurungnya dengan kedua tangannya.


"Apa yang kamu lakukan sayang, kamu terlihat aneh"


"Kamu membuatku menjadi aneh" ucap Rangga dengan mulai mendekatkan wajahnya


"Iya, karna kamu"


Rangga mulai mencium leher milik sang istri namun Kinar mencoba menahan Rangga.


"Sayang, ini masih sore orang-orang pada rame di bawah"


"Aku gak perduli, udah setahun lebih aku puasa sayang dan aku menginginkannya"


"Tapi jangan sekarang sayang"


"Aku maunya sekarang" ucap Rangga dengan mencium bibir milik istrinya


Kinar mendorong tubuh suaminya, dirinya tidak bisa bernafas karena serangan ciuman dari sang suami.


"Ada apa sayang?"

__ADS_1


"Biarkan aku bernafas sebentar" ucap Kinar


Rangga pun membiarkan istrinya untuk bernafas, namun setelah membiarkan Kinar bernafas tiba-tiba Kinar mulai menggoda suaminya.


"Jika mereka datang mengganggu jangan menyesalinya sayang, jangan salahkan aku nanti" ucap Kinar memberi peringatan


Tanpa menunggu lama Rangga langsung menggendong Kinar dan meletakan nya di tempat tidur. Rangga yang sudah tak sabaran mulai mencium seluruh wajah sang istri, menuju keleher bahkan ke perut Kinar.


Kinar yang mulai terangsang dengan apa yang Rangga lakukan padanya, membuatnya mengeluarkan suara *******, dan suara ******* itu membuat Rangga semakin bersemangat dan berga*rah.


Rangga ******* bibir istrinya dengan mulai menggerakan tangannya ke dalam baju sang istri, Rangga mulai mere**s dada milik istrinya, dengan sentuhan itu membuat Kinar mengeluarkan ******* dengan suara yang keras. untuk merangsangkan istrinya Rangga mulai menyentuh sesuatu yang begitu sensitif yang di miliki Kinar.


Dengan cepat Rangga mulai melepaskan pakaian yang di pakai oleh Kinar dan menciumi seluruh tubuh milik istrinya, ketika ia mulai melepaskan pakaian dalam milik istrinya tiba-tiba pintu kamar di gedor-gedor di barengi dengan suara yang begitu renyah.


"Daddy...Daddy..." panggil Aditia siapa lagi kalau bukan Aditia. Aditia adalah putra kedua Rangga dan Kinar yang selalu mengganggu Rangga berduaan dengan Kinar.


Rangga yang awalnya cuek saja tetap melanjutkan apa yang ia lakukan, tapi suara gendoran pintu tak berhenti dan suara lucu anak kecil selalu memanggilnya. ia menundukan wajahnya dileher milik istrinya.


"Aku kan sudah bilang sayang, mereka pasti akan datang"


"Biarkan saja sayang, aku akan tetap melanjutkannya"


"kamu gila, mereka ada di depan pintu sayang" ucap Kinar dengan mencoba menyingkirkan suaminya yang berada di atas tubuhnya.


Namun Rangga tidak mendengarkan istrinya, ia menahan dengan menindih kedua tangannya dan memohon.


"Lihatlah sayang dia sudah terbangun dan gak mungkin aku menidurkannya kembali" ucap Rangga dengan suara sedih sambil menunjuk miliknya


"Iya aku tau sayang tapi"


"Aku gak peduli" ucap Rangga dengan melanjutkan apa yang ia lakukan.


Rangga menutup kedua kupingnya dari suara gendoran dan teriakan dari luar sedangkan Kinar masih terganggu dengan suara kedua putranya.


Rangga yang mulai kesal melihat Kinar tidak menikmatinya, ia mencopot baju dalam yang di kenakan oleh istrinya. dan tanpa tertahan lagi Kinar melepaskan suara rintihannya.


"Kenapa belum di buka pintunya?" tanya nyonya Tika Kepada baby sister


Baby sister hanya diam saja karna ia mendengar suara aneh dari dalam kamar majikannya.

__ADS_1


Dengan siap menggendor pintu tiba-tiba nyonya Tika mendengar suara Kinar yang terdengar aneh, dengan cepat ia menyuruh baby sister membawah Gavin dan Aditia ke bawah. ia tidak ingin kedua cucunya mendengar juga.


"Dasar kalian, apa gak bisa melakukannya malam nanti ketika anak-anak sudah tidur, bikin malu saja" ocehan nyonya Tika untuk putranya dan juga menantunya.


__ADS_2