
Si kembar sedang menunggu jemputan mereka, walaupun ada bodyguardnya namun mereka tetap menginginkan Daddy mereka untuk menjemput.
Kinara telah sampai di sekolah mereka, ia turun menghampiri kedua putranya dan mengajak mereka masuk ke dalam mobil.
"Koq mommy yang jemput, Daddy mana?" tanya Gavin
"Daddy lagi ada urusan sayang, jadi mommy yang jemput kalian" ucap Kinar dengan menunjuk hidung si kembar.
"Gak apa-apa kan mommy yang menjemput kalian?" tanya Kinar kepada si kembar.
"Iya gak apa-apa mommy" jawab Gavin.
Kinar yang melihat putranya yang satunya hanya diam saja, ia mendekatinya dan menanyakannya. karna Aditia terlihat kesal dan diam saja.
"Kamu kenapa sayang? gak suka mommy yang jemput ya?" tanya Kinar takut anaknya kecewa karna bukan Daddy nya yang menjemput.
"Gak koq mommy, ditia senang mommy bisa jemput kita di sekolah"
"Trus kenapa wajahnya cemberut begitu"
"Mommy..." panggil Aditia dengan langsung menatap wajah Kinara
"Iya sayang, ada apa?"
"Ditia tidak suka dengan mereka mommy" ucap Aditia dengan menunjuk mobil yang berada di belakang mereka"
__ADS_1
"Kenapa dengan mereka, apa mereka membuat Aditia kesel lagi?" tanya Kinara dengan lembut
"Mereka selalu ngikutin Ditia mom, bahkan Ditia ke kamar kecil pun di ikuti" ucap Aditia dengan melitapatkan kedua tangannya di dada.
"Terus?" tanya Kinar lagi dengan mengerutkan keningnya
"Ditia kesal mom, teman-teman di sekolah meledek Ditia" ucap Aditia dengan merengek dan kesal
"Baiklah nanti Aditia ngomong ke Daddy ya"
"Ditia gak mau, mommy yang ngomong ke Daddy"
"Kenapa?" tanya Kinar dengan pura-pura tidak tau.
"Daddy akan menolaknya mom, dan Daddy pasti nyuruh Ditia bersabar sampai Ditia bisa menjaga diri Ditia sendiri"
"Stop mommy, please. mommy harus ada di pihak Ditia bukan di pihak Daddy"
"Okey, mommy di pihak Aditia" ucap Kinar sambil tersenyum melihat anak bayinya itu mulai berubah, seiring pertumbuhan mereka.
*****
Di tempat lain seorang wanita terlihat marah dengan menampar pria yang terlihat begitu mudah darinya.
Plaaaakkk...
__ADS_1
Pria itu meringis kesakitan.
"Ma, sakit.."
"Sakit? " tanya wanita itu
Pria itu terdiam ketika menatap wajah ibunya yang terlihat begitu marah padanya.
"Mama sudah mengingatkan padamu agar tidak ikut campur dengan masalah ini"
"Viki hanya ingin memberikan pelajaran ke mereka karna mereka sudah mengganggu keluar kita ma"
"Diam Viki, kalau bukan karna orang suruhan mama, kamu pasti sudah meninggal dengan mobil kamu"
"Mama tidak ingin kamu mengulangi apa yang kamu lakukan"
"Viki hanya memberi pelajaran ke keluarga itu karna sudah mengganggu keluar kita dan membunuh adik sepupu Viki yang begitu Viki sayangi ma"
"Mama tau, tapi kita harus menunggu waktu yang tepat, kita gak boleh terlalu gegabah"
"Sampai kapan menunggu ma, sampai paman meninggal begitu? mama harus ingat betapa sulitnya paman mendapatkan Helen karna paman begitu sibuk sampai memiliki anakpun mereka harus berjuang, tapi apa yang terjadi, mereka membunuh Helen di depan paman, bahkan mereka membakar rumah mereka dan hanya pamanlah yang bisa kita selamatkan sedangkan Helen terbakar bersama dengan rumah dan isi rumah mereka, ma." ucap Viki mengingat kejadian yang menimpah paman dan juga adik sepupunya yaitu pendiri kampus dan Helena.
*****
Seorang pria tua sedang terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma, bertahun-tahun dia berjuang dengan alat yang di pasangkan ke seluruh tubuhnya namun tak mendapatkan titik terang untuk kesembuhannya.
__ADS_1
Pendiri kampus masih terlihat koma bahkan tak terlihat perubahan sedikitpun untuk dirinya sadar.