Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 38


__ADS_3

Sore telah tiba dan saatnya Lia keluar dari rumah sakit. Kinar yang mengingat jika Lia pulang ke rumahnya, Lia akan di siksa oleh ibu dan adik tirinya. jika Kinar membawanya ke rumah Rangga, di sana ada Berly dan Kinar tidak ingin Lia tau. rumah tangganya bersama dengan Rangga seperti apa.


Sehingga Kinar memutuskan untuk mengajak Lia ke apartementnya.


"Kinar.. ini rumah siapa?"tanya Lia dengan melihat sekeliling dalam rumah


"Kamu gak usah tau ini rumah siapa, tapi ini rumah aman buat kamu. dan anggap saja ini rumah kamu sendiri" jawab Kinar


Dalam apartemen itu sudah ada satu Art, yang sudah bekerja merawat apartemen milik Kinar.


Apartemen yang akan Lia tinggali adalah apartemen milik Kinar, namun tak ada seorang pun yang tau bahkan kedua orang tuanya.


Kinar berencana akan memberikan kejutan kepada orang tuanya di hari bahagianya yaitu hari kelulusannya.


Lia adalah orang pertama yang ia bawah di apartemennya, namun Lia pun tak mencurigai Kinar. Lia percaya kalau apartemen itu milik Rangga, karna Kinar adalah istri Rangga.


"Kalau kamu perlu apa-apa tinggal kasih tau ke bi Ratih saja, nanti bi Ratih yang akan mengurusnya dan membantu kamu" ucap Kinar


"Baiklah"


Bi Ratih sudah seperti ibu kandung bagi Kinar. sehingga selama Bi Ratih bekerja di tempat Kinar, Bi Ratih tidak pernah merasa tertekan, bahkan anak-anaknya di kampung selalu Kinar kirimin uang.


"Kalau gitu aku pamit pulang dulu Lia"


"Iya kamu kembali saja"


"Kamu gak apa-apa kan aku tinggal?"


"Gak apa-apa Kinar, kan sudah ada Bi Ratih di sini" ucap Lia tersenyum menatap Bi Ratih.


"Ya sudah aku pamit dulu" ucap Kinar dengan melambaikan tangannya

__ADS_1


****


Kinar kembali kerumah, ia melihat Berly yang sedang menonton di ruang keluarga, kinar melewatinya.


Kinar berjalan dengan menaiki tangga menuju kearah kamar mereka. Kinar pergi ke kamar mandi dengan merendamkan tubuhnya di bathup.


"Aaa segarnya" ucap Kinar lalu menutup kedua matanya seolah dirinya sedang berada di pantai dan menikmatinya.


Rangga pun telah sampai di rumah, dan dirinya menuju ke kamarnya. namun sebelum ke kamarnya Rangga mengecek Berly, apakah Berly baik-baik saja. Rangga melihat Berly saat ini sedang beristirahat. setelah Rangga pergi. Berly bangun dari tempat tidur.


"Aku harus melakukan sesuatu agar Rangga memperhatikan ku bukan wanita miskin itu" ucap Berly


Rangga tidak mengetahui jika Kinar sudah berada di kamar yang saat ini sedang menikmati mandi di bathup.


Rangga yang sudah merasa gerah, dirinya pun masuk ke dalam kamar mandi. Rangga menatap wajahnya di cermin dan mencuci wajahnya di wastafel di kamar mandi.


Ketika Rangga sedang menatap wajahnya dan mencuci wajahnya, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi.


Awalnya Rangga mengabaikannya karna ia tau kalau Kinar belum kembali, namun semakin ia mengabaikan suara itu semakin terdengar.


Rangga yang mulai memiliki perasaan ke Kinar, memanfaatkan kesempatan ini agar ia bisa berdekatan dengan istrinya.


Rangga melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya, Rangga berjalan menuju ke bathup dengan hanya memakai celana boxer saja.


Rangga dengan pelan memasukan kakinya ke bathup agar Kinar tidak terkejut dan mengetahuinya. setelah kedua kaki Rangga sudah berada di bathup.


Rangga duduk dan langsung memeluk Kinar, Kinar yang merasa dirinya di peluk, ia membuka kedua matanya dan betapa terkejutnya ketika melihat Rangga berada di dekatnya.


"Apa yang kamu lakukan di sini, lepaskana aku" teriak Kinar dengan memberontak


"Hustt diamlah, aku hanya ingin mandi tapi ketika aku melihatmu, akhirnya aku memutuskan mandi bersama denganmu"

__ADS_1


"Tapi Rangga, kamu bisa mandi setelah aku"


"Iya benar, tapi aku ingin mandi sekarang"


"Kalau begitu mandilah, aku sudah selesai" ucap Kinar dengan siap-siap berdiri.


Kinar terdiam dan tidak bisa berdiri karna saat ini dirinya tak memakai sehelaipun pakaian, Kinar menutup matanya.


"Astaga kenapa aku begitu ceroboh, kenapa aku tidak mengunci pintu" batin Kinar dengan menyalahkan dirinya


"Kenapa kamu hanya diam saja, apa kamu ingin mandi bersamaku?"


Kinar menatap Rangga, ia tidak habis pikir kenapa Rangga bisa pulang secepat ini, Rangga yang selalu pulangnya malam tapi ini.


"Kamu harus menutup kedua matamu"


"Kalau aku gak mau, gimana?"


"Mau kamu apa sih?"


"Akuuuuu.." ucap Rangga dengan mendekati Kinar


Kinar yang melihat Rangga mendekatinya, dirinya bersiap-siap dengan menutup dadanya dengan menyilang kan kedua tangannya.


"Apa yang akan kamu lakukan Rangga" tanya Kinar dengan terus memundurkan tubuhnya sehingga tubuhnya tersandar di bathup.


Rangga tak menghiraukan apa yang Kinar katakan, Rangga terus mendekati Kinar. sehingga Kinar mendorong Rangga dan Rangga menahan tangan Kinar yang akhirnya Kinar terjatuh ke tubuh Rangga.


Yang saat ini Kinar berada di atas pangkuan Rangga, dan memeluk Rangga. mereka saling menatap satu sama lain karna wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.


Dan dengan pelan wajah mereka mulai berdekatan, bibir mereka yang hampir saling menyentuh dan Kinar menutup kedua matanya.

__ADS_1


Rangga yang mulai memiliki perasaan ke Kinar, memberanikan dirinya. akhirnya Rangga mencium bibir mungil milik Kinar, ciuman Rangga di balas oleh Kinar dan saat itu terjadi ciuman panas di bathup.


Setelah selesai berciuman Rangga memeluk Kinar, dan mereka mandi bersama tanpa ada pertengkaran lagi. dan Rangga mencium dahi milik Kinar, dan itu membuat Kinar tersenyum malu. sedangkan Rangga tersenyum bahagia.


__ADS_2