
Sesampainya di tempat tujuan, Kinar dan keluarganya turun dari mobil. di dalam gedung mahasiswa di pisahkan dengan keluarga.
Kinar masuk ke dalam gedung, semua orang menatap takjub ke arahnya, Kinar memanglah wanita tercantik di kampusnya dengan kesederhanaannya.
Namun malam ini semua mata tertuju padanya karna Kinar malam ini terlihat elegant seperti anak konglomerat.
Kinar terdiam ketika semua orang menatap dirinya, Kinar merasa tidak nyaman jika orang-orang harus menatapnya.
Rangga yang baru sampaipun langsung masuk ke dalam gedung, ketika melihat Kinar hanya diam saja.
Rangga terkejut ketika melihat semua orang menatap istrinya. jika saja bukan acara resmi ia akan memberitahukan jika istrinya bukanlah sebuah tontonan bagi mereka, karna para lelaki pun menatap Kinar.
"Apa kamu hanya mau berdiri di situ saja?" tanya Rangga dengan berbisik
"Haaaa" Kinar terkejut dengan Rangga yang sudah berada di belakangnya.
Orang-orang sedang membicarakan kalau Kinar begitu serasi dengan Rangga, tapi beberapa orang mengatakan kalau Kinar dan Rangga bagaikan bumi dan langit. seperti yang mereka ketahui Rangga adalah pengusaha sukses sedangkan Kinar hanyalah putri dari seorang ayah biasa yang hanya bekerja di tempat elektronik.
"Lia lihat, wuaa Kinar serasi banget dengan tuan Rangga" ucap Ria dengan seheboh mungkin
"Sssttt.. jangan berisik Ria"
"Tapi itu tidak mungkin, mana mungkin tuan Rangga menyukai Kinar" ucap Ria lagi dengan wajah yang lemes.
Lia yang mengetahui semuanya, hanya bisa tersenyum mendengar tanggapan orang-orang yang berada di gedung itu.
"Mereka memang serasi, cantik dan tampan" ucap Lia
"Benarkan, bukan aku aja yang merasa kalau mereka tuh serasi banget" ucap Ria lagi.
Mahasiswi lainnya yang mendengar percakapan Lia dan Ria, langsung menatap mereka berdua.
__ADS_1
"Jangan mimpi deh, mana ada barang mewah cocok dengan bawang rongsokan" ucap salah satu mahasiswi.
"Iya bener, si Kinar walaupun dandan sebagus mungkin tetap aja wanita miskin"
Mahasiswi itu tertawa terbahak-bahak ketika menghina Kinar di depan Lia dan Ria.
Lia mengepalkan kedua tangannya, rasanya ia ingin merobek mulut mahasiswi itu.
Ria yang sudah mulai emosi berdiri dari tempat duduknya sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Maksud kalian ngomong seperti itu apa?" tanya Ria dengan nada marah
"Kenapa kamu jadi marah, kita kan gak ngomongin kamu"
"Kamu gak tau kalau si Kinar punya sahabat ya?"
"Oh iya sabahatnya kan sama dengannya dari kalangan rongsokan, uuuppsss" ucap mahasiswi itu dengan menutup mulutnya sendiri dengan sengaja.
"Sudahlah Ria, gak perlu ladenin mereka, sekarang kita fokus di acara malam ini, dan kasian Kinar jangan sampai dia malu hanya karna kita" ucap Lia dengan meredahkan emosi sahabatnya.
"Kamu mau aku gendong?" tanya Rangga dengan berbisik
Kinar langsung menatap Rangga
"Oh jadi kamu ingin di gendong yaa" ucap Rangga dengan bersiap-siap menggendong Kinar
"Stop Rangga, aku bisa berjalan sendiri" ucap Kinar dengan mulai berjalan dan meninggalkan Rangga yang berdiri.
Rangga tersenyum bahagia bisa menjahili Kinar. sebenarnya Rangga gak berani menggendong Kinar, ia hanya menggertak saja agar Kinar tidak terlihat gugup di depan orang-orang yang sedang menatap dirinya.
Kinar duduk di tempat duduknya di antara sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
Sedangkan Rangga mulai berjalan menuju ke tempat yang di tunjukan untuk dirinya, Rangga adalah salah satu donatur di kampus di mana tempat Kinar kuliah.
Rangga duduk di antara pejabat-pejabat dan juga pendiri kampus tersebut. namun sesekali Rangga menatap ke arah Kinar yang tengah asyik mengobrol dengan sahabatnya.
Rangga mengepalkan tangan kanannya ketika melihat seorang pria yang sedang berbicara dengan Kinar, Rangga terlihat cemburu jika ada laki-laki lain mendekati wanitanya. rasanya Rangga ingin mengajak Kinar duduk di dekatnya agar tak ada yang berani melirik wanitanya lagi.
Acara telah di mulai, Rangga menyampaikan satu kata, dua kata, di susul dengan pendiri kampus memberikan pidato, dan memberikan medali ke mahasiswa seluruh.
Acara telah selesai sekarang di lanjutkan dengan berbincang-bincang dan makan-makan.
Rangga yang sedang berbicara dengan pendiri kampus, tiba-tiba ada seorang mahasiswi mendekati mereka.
"Papa.." panggil gadis itu dengan mendekati Rangga dan pendiri kampus.
Gadis itu ternyata adalah anak dari pendiri kampus yang bernama Helena, tapi dirinya sering di panggil dengan Helen.
Helen mendekati mereka, Helen menatap Rangga.
"Hay kak Rangga" sapa Helen ke Rangga.
Helen sudah terbiasa memanggil Rangga dengan sebutan kak Rangga.
Kinar yang dari jauh melihat Helen menatap Rangga, membuat Kinar cemburu. tatapan Helen menggambarkan jika ia menyukai Rangga.
Rangga yang sudah merasa tidak nyaman dengan Helen menggandeng tangannya. rasanya Rangga ingin pergi dari tempat itu, tapi ia tidak enak karna Helen adalah putri dari pendiri kampus.
"Helen, jangan seperti itu, tuan Rangga adalah tamu kita, jangan buat tuan Rangga malu" ucap pendiri kampus agar Helen melepaskan tangannya.
"Tapi pa, Helen ingin di dekat kak Rangga"
"Kamu pergi kesana, bergabunglah dengan teman-temanmu, kamu tak seharusnya bergabung dengan papa" ucap pendiri kampus dengan memberi pengertian ke putrinya.
__ADS_1
Helen pergi dengan wajah yang cemberut,karna papanya tidak ingin Helen mengganggu Rangga. karna saat ini Rangga terlihat tidak nyaman berada di sana ketika mendengar kalau istrinya menjadi topik pembicaraan mahasiswa-mahasiswi lainnya.