Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 70


__ADS_3

Anand membawa Mira dan putrinya di tempat yang biasanya ia lakukan untuk mengintrogasi atau menyiksa pengkhianat ataupun yang mengusik hidupnya dan keluarganya.


Mira terlihat ketakutan ketika menyusuri sebuah jalan terowongan menuju ke suatu tempat, terowongan itu terlihat begitu menakutkan.


Ketakutan Mira bertambah ketika melihat seseorang yang sedang di siksa, di pukuli oleh beberapa orang di dalam ruangan.


Anand adalah seorang ketua mafia yang di kenal tidak memiliki belas kasihan pada siapapun, Anand terlihat seperti ayahnya ketika orang itu membuat kesalahan dan tidak mengakui kesalahan. Anand langsung akan membunuhnya di tempat.


Membuat Anand begitu keras dan tegas karna didikan dari ayahnya, dan satu hal lagi yang membuat Anand tak berbelas kasih pada siapapun termasuk wanita. Anand adalah laki-laki yang tidak terlalu menyukai wanita sehingga saat ini dengan umurnya yang bisa di katakan sudah waktunya untuk menikah tapi Anand sampai saat ini tidak memiliki kekasih. karna menurutnya dunia percintaan membosankan, dan di dunia ini tidak ada wanita yang setia tapi wanita hanya mementingkan dirinya sendiri. Anand berfikiran seperti itu ketika melihat ibunya yang berduaan dengan pria lain ketika ayahnya pergi keluar kota. sampai akhirnya kedua orang tuanya bercerai dan ibunya memilih meninggalkannya. Bukan hanya itu saja Anand juga tidak menyukai pria yang menghancurkan hubungan orang lain, kehidupan orang lain demi mewujudkan kebahagiaannya sendiri.


Saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah Kinar keponakannya.


Anand saat ini sedang berhadapan dengan Mira dan juga serina.


"Aku akan bertanya atau kalian sendiri yang mengatakannya?" tanya Anand dengan menatap layar handphonenya


Mira dan Serina diam saja, mereka tidak mengatakan apapun.


Anand yang tak mendengarkan apapun, ia langsung menatap Mira dan Serina dengan tatapan tajam.


"Apa kalian tidak akan mengatakannya?"


"tidak, kami tetap tidak mau mengatakannya" bentak Mira. walaupun ia ketakutan tapi dirinya mencoba melawan Anand


Anand memegang kepalanya sambil memijitnya, tiba-tiba Anand berdiri dan melayangkan tangannya tepat di depan wajah, tapi Anand menahannya. Mira terkejut dan saat ini nafasnya tak beraturan karna ketakutan.


Anand menarik nafasnya dengan memintanya laki-laki yang mereka siksa untuk di bawah ke ruangan di mana dirinya dan Mira berada.


Pengawal membawanya tepat di hadapan Anand ketika itu Anand sudah berpindah tempat tapi masih dalam satu ruangan dengan Mira.

__ADS_1


Laki-laki itu adalah seorang pengkhianat yang berani berkhianat ke Anand dengan mencuri beberapa senjata milik Anand. Dengan Tanpa merasa kasihan Anand menembak laki-laki itu tepat di hadapan Mira dan juga putrinya.


Mira terkejut melihat pembunuhan di hadapannya, Serina pun ikut terkejut sehingga membuatnya pingsan. Mira berteriak histeris melihat putrinya jatuh pingsan.


Anand dan beberapa pengawal di dalamnya hanya melihat apa yang terjadi. Anand menyuruh salah satu pengawalnya untuk mendekati Serina yang pingsan. dengan kasarnya laki-laki itu menarik Mira dari tempatnya agar menyingkir.


Laki-laki itu mencoba memeriksa apa yang terjadi dengan Serina.


"Dia pingsan bos"


Anand mengangguk-anggukan kepalanya berulang-ulang sampai ia memberikan perintah ke pengawalnya.


"Bangunkan dia"


Pengawal itu pergi dengan membawa air di gelas untuk di siramkan ke wajah Serina. namun Serina tetap bersikeras pada pendirian dengan berpura-pura pingsan agar Anand melepaskannya dan ibunya.


Anand meminta senjata pada salah satu pengawalnya, Anand mulai memainkan senjatanya dan mengarahkannya ke arah Serina.


Mira mencoba membangunkan Serina, ia membujuk agar menyudahi sandiwaranya yang berpura-pura pingsan.


"Serina cukup, kamu harus bangun"


"Gak Bu, Serina akan tetap pura-pura pingsan sampai dia membebaskan kita" ucap Serina.


"Aku beri kesempatan sekali lagi, jika kamu tetap dengan sandiwaramu, maka aku akan meneruskan sandiwaramu dengan membuatmu tidak akan bangun lagi"


"Serina ibu mohon, bangunlah dia akan membunuhmu"


"Dia tidak akan berani membunuhku Bu"

__ADS_1


Dor.....


Bunyi tembakan tepat mengenai daun kuping Serina, Serina terkejut sesuatu menyambar kupingnya dan saat ini kupingnya terasa begitu sakit.


"Sayang telingamu berdarah" ucap Mira dengan menangis sambil memegang kuping putrinya.


"Dor... kena juga " ucap Anand lalu tertawa terbahak-bahak.


Mira yang melihat Anand mengarahkan senjatanya ke arah putrinya, ia bergegas mendekati Anand dengan memeluk kaki sambil memohon.


Anand merasa risih dengan apa yang Mira lakukan, Anand menatap pengawalnya. pengawalnya dengan kasar menarik Mira di rambutnya dan di seretnya jauh dari Anand dan juga putrinya.


"Aku mohon maafkan kami" ucapnya dengan sesegukan sambil memegang tangan pengawal itu yang sedang menarik rambutnya. "aku hanya melalukan apa yang di perintahkan"


"Bu.." panggil Serina dengan memegang kupingnya.


Anand terus menatap sasaran yang harus dia tembak.


"Siapa orang yang memerintahkanmu"


"Aku tidak mengenalnya, dia selalu memakai topi dan penutup wajah ketika bertemu" ucap Mira dengan menangis.


Anand mendekati Mira, "Tangan yang mana kamu gunakan semalam?" tanya Anand


Mira dengan gemetar mengangkat tangannya.


Tanpa belas kasihan Anand menginjak tangan yang Mira gunakan untuk membunuh Kinar.


"Ampun tuan, ampun" teriak Mira dengan memohon ampun. namun kaki Anand semakin keras menginjak tangan Mira.

__ADS_1


Serina yang melihat ibunya di siksa hanya bisa menangis sambil memegang kupingnya yang berdarah. Serina menangis sesenggukan.


Anand pergi meninggalkan Mira dan juga Serina yang saat ini Mira terlihat tak berdaya, karna siksaan yang di berikan oleh Anand.


__ADS_2