
Rangga mengganti pakaiannya dengan piyama, begitupun dengan Kinar.
Rangga memeluk Kinar dengan membenamkan wajahnya ke dada istrinya. Kinar pun memeluknya sambil mengelus-ngelus kepala suaminya.
Nafas Rangga terasa di dada istrinya sehingga membuat Kinar berpikir jika saat ini suaminya sedang memiliki masalah, namun suaminya enggan untuk memberitahukannya ke kinar. tapi Kinar mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Apa ada masalah dengan pekerjaan di kantor?" tanya Kinar dengan lembut
"Hmmm"
Kinar mencium kepala suaminya, ia tau kalau saat ini suaminya memiliki masalah.dan Kinar tak berani menanyakannya lagi, ia menunggu suaminya yang akan memberitahu padanya tentang masalah yang ia hadapi saat ini.
"Maaf aku belum bisa cerita"
"Iya gak apa-apa"
Kinar membiarkan Rangga tidur dalam dekapannya, sehingga ia berpikiran kalau Rangga saat ini bukanlah seorang Rangga yang ia kenal.
"Sebagai seorang istri aku akan selalu berada di sampingmu, bahkan aku akan selalu mendukungmu apapun itu" ucap Kinar dengan mencium kepala suaminya lagi, lalu dengan pelan ia memejamkan matanya.
Malam itu di dalam kamar terlihat begitu adem, melihat seorang istri yang tengah memeluk suaminya dengan penuh cinta. malam itu mereka lewatkan tanpa adanya drama yang seperti mereka lakukan setiap sebelum tidur. malam itu berlalu begitu saja ketika keduanya tertidur lelap.
Keesokan paginya Rangga pergi bekerja setelah sarapan pagi bersama dengan kinar. sebelum pergi tak lupa Rangga mencium dahi istrinya. semua itu mulai Rangga lakukan ketika dirinya mulai mencintai Kinar bahkan setiap pagi ia tak pernah lupa mencium dahi istrinya, dan yang paling mengesalkan bagi sekretarisnya yaitu harus menunggu tuannya memeluk istrinya yang butuh waktu lama. jika Frans tidak menegurnya bisa di katakan mereka ke kantor setelah Rangga memeluk istrinya tiga puluh menit terhitung setengah jam.
Oh tuhan kenapa saya harus melihat keuwuan suami istri ini, bahkan tuanku sampai lupa waktu jika sudah memeluk istrinya, ada apa ini. apa yang membuat anda begitu candu memeluk istrimu tuan sampai anda membuang-buang waktu seperti ini hanya memeluk istri Anda tuan. kata-kata yang selalu anda ucapkan pada saya anda kemanakan tuan, yang selalu anda lemparkan ketika saya melambat dalam pekerjaan saya. saya ingin menanyakan di mana kata-kata itu tuan kalau waktu adalah uang kita tidak bisa membuang-buang waktu begitu saja tapi anda malah membuang-buang waktu seperti ini. Frans
Frans ingin mengingatkan ke Rangga kalau pagi ini mereka akan mengunjungi kantor beautiful, tapi Frans tidak bisa mengatakannya mengingat tuannya akan terlihat begitu sensitif jika di ganggu bersama dengan istrinya.
"Sayang.."
"hmmm"
"Pergilah, kasian sekretaris Frans yang sedang menunggumu"
Rangga mengalihkan pandangannya ke arah sekretaris Frans.
"Biarkan saja dia melihat, biar dia tau betapa enaknya memiliki pasangan" ucap Rangga dengan tersenyum dalam pelukan istrinya.
"Sayang kasian loh, kamu gak boleh seperti itu"
__ADS_1
Rangga menarik nafasnya lalu melepaskan pelukannya.
"Baiklah " melepaskan karna terpaksa "dasar sekretaris pengganggu" ucap Rangga dengan menatap Frans.
Kinar tertawa melihat tatapan suaminya yang terlihat kesal.
"Gak boleh ngomong seperti itu sayang" ucap Kinar dengan memegang pipi suaminya lalu mengelusnya
"Baiklah, aku berangkat dulu"
"Iya.."
Rangga mencium dahi milik istrinya, mencium bibir mungil istrinya dan juga tak lupa Rangga memeluk Kinar kemabali.
Kenapa di peluk lagi astaga, lama-lama saya kesal dengan sikap anda tuan. nanti kalau dia memeluk anda nona saya akan lama menunggu lagi agar dia melepaskan pelukannya ke anda nona.
Frans kesal ketika melihat Rangga memeluk istrinya kembali.
"Sayang, sayang"
"Iya, iya"
Kinar tersenyum mendengar umpatan suaminya kepada sekretaris Frans.
Rangga melambaikan tangannya, dan di balas oleh Kinar.
"Pagi ini pukul 10 kita akan pergi ke kantor beautiful untuk bertemu dengan pemiliknya tuan"
"Baiklah"
Rangga duduk di kursi keberasarannya sambil memeriksa semua data perusahaannya, pencapaian perusahaannya bulan ini.
Rangga mendapatkan telfon dari seseorang desainer tempat yang selalu ia datangi ketika memerlukan pakaian resmi.
Rangga pergi ke kantor Beautiful tapi ia tak menemukan pemiliknya, dari info yang mereka dapatkan pemilik kantor Beautiful masih di luar kota menghadiri acar launching salah satu produk beautiful.
Rangga dan Frans terlihat begitu kecewa karna tidak bisa bertemu dengan pemilik kantor Beautiful, Rangga melanjutkan pergi ke tempat desainer untuk melihat pakaian yang akan Kinar pakai malam ini.
Waktu begitu berlalu dengan cepat, orang yang menjadi prioritas utamanya dulu, kini menjadi seseorang yang tak begitu penting bagi dirinya.
__ADS_1
Frans tidak menyangka jika tuannya harus bertemu dengan mantanya yang bernama Berly.
Rangga seperti biasa ia begitu cuek, bahkan dirinya tak melihat Berly yang sedang berdiri.
Berly yang mengangkat tangannya berniat ingin menyapa, tapi sebelum suara itu keluar dari bibirnya. Rangga melewatinya ia langsung duduk di tempat biasa yang ia duduki.
Wanita yang menjadi desainernya menatap Berly dan Rangga bergantian, karna ia adalah saksi bagaimana keuwuan pasangan itu di masalalu. tapi yang ia lihat saat ini hanyalah sikap yang begitu dingin dan tak saling kenal.
"Apa kamu hanya ingin berdiri di sana saja"
"Oh maaf tuan Rangga, ini semua pakaian yang anda minta tuan"
"Aku ingin kamu mengirimkan warna, hitam, maron dan peach untuk istriku"
"Baik tuan"
Apa harus sebegitunya anda tuan, begitu tidak memiliki perasaan atau menjaga perasaan orang lain, sehingga anda begitu entengnya mengatakan istri, sayangku di depan wanita yang dulu pernah anda cintai. Desainer
"Sudahlah Lili, ini bukan urusanmu, urusanmu yaitu mengirim semua pesanan tuan Rangga kerumahnya, sebelum kamu akan terkena masalah cukup diam saja, okey Lili" ucap Lili dengan mulai menyelesaikan pakaian yang di pesan Rangga.
Berly mencoba menyapa, ia ingin berbicara dengan Rangga tapi Rangga tak menghiraukannya.
"Rangga" sapa Berly
Rangga berjalan melewati Berly dengan mengancing jasnya. bahkan Rangga tak melihat Berly yang sedang berdiri.
Berly yang melihat sikap Rangga kepadanya berubah, ia menundukkan kepalanya sambil menahan tangis.
Deri mendekatinya dengan merangkulnya,
"Aku tau apa yang kamu rasa Berly, ikhlaskan saja, aku akan selalu bersama denganmu selalu akan menemanimu dalam suka dan dukamu" ucap deri dengan memeluk Berly yang sedang menangis sambil menatap Rangga pergi keluar dan masuk ke mobilnya.
Di dalam mobil Rangga menelfon istrinya memberitahukan bahwa malam ini mereka akan pergi menghadiri acara dari pendiri kampus untuk merayakan kelulusan putrinya Helen.
"Aku begitu kasian melihat si Berly karna sikap Rangga yang sudah kelewatan, tapi itulah Rangga yang ku kenal siapapun akan menjadi orang asing, yang tak di kenalnya jika berani mengkhianatinya. atau membuat masalah dengannya" ucap Lili dengan menatap Berly menangis dalam pelukan Deri.
"Ah sudahlah Lili, kamu harus fokus okey, pelangganmu adalah seseorang yang begitu teliti"
#Terima kasih semua yang masih setia menunggu up dari author, oh iya author punya kabar buat kalian. author akan mengadakan event siapa yang beruntung menempati tempat 1,2,3 dan 4 akan mendapatkan hadiah dari author, eventnya di mulai dari hari ini dan di umumkan tgl 31 nanti. kalian cukup baca, like, vote dan juga memberi gift ke karya author. trima kasih semua readersku, sayang kalian semua ๐ค๐
__ADS_1