Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 101


__ADS_3

Pendiri kampus sampai di rumahnya, ia duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sambil menutup matanya, tiba-tiba ia tertawa mengingat bagaimana dirinya melawan Anand dengan kata-katanya.


"Kamu hebat Rator, mengucapkan kata-kata seperti itu di hadapan Anand" ucap pendiri kampus dengan memuji dirinya sendiri


Tiga puluh menit sampai di rumahnya, pendiri kampus mulai mencari Helen yang sedari tadi tak terlihat.


"Helen! kamu di mana sayang, ayah membawa kabar gembira buat kamu" ucap pendiri kampus dengan mencari-cari Helen di kamarnya tapi ia tidak menemukannya.


Pendiri kampus berteriak-teriak memanggil nama putrinya, Helen. tapi Helen tak menjawab panggilannya.


"Kalian semua kemarilah" teriak pendiri kampus mengumpulkan pembantu dan penjaga keamanan di rumahnya.


Semua orang berkumpul dengan menundukan kepala di hadapan pendiri kampus. mereka tidak berani menatap wajah pendiri kampus.


"Di mana Helen?" tanya pendiri kampus


Semua orang terdiam mereka tak menjawab apa yang di tanyakan oleh pendiri kampus.


"Aku tanya di mana putriku?" tanya pendiri kampus sambil berteriak dan membentak mereka


Anand tersenyum tak terbacakan melihat pendiri kampus yang begitu khawatir pada putrinya. raut wajah Anand seketika berubah, lalu mengambil handphonenya dengan melihat-lihat gambar di handphonenya, dan berencana mengirimkannya pada pendiri kampus.


"Kenapa kalian hanya diam saja, di mana putriku?" tanya pendiri kampus dengan mencekram baju penjaga keamanan rumahnya.


"Di mana putriku, cepat katakan"


"Ma-maaf tuan, putri anda baru saja pergi keluar" jawab salah satu penjaga keamanan.


Pendiri kampus mencoba mengambil handphonenya di saku celana untuk menghubungi putrinya, ia menelfon tapi panggilannya tak di jawab oleh Helen.


"Kamu di mana Helen" ucap pendiri kampus dengan begitu cemas. ia mondar mandir terus menelfon Helen.

__ADS_1


Tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika mendapatkan notifikasi pesan dari seseorang, ia membuka pesan itu dan betapa terkejutnya ia melihat isi pesan itu.


"Apa ini, apa iniii" teriak pendiri kampus yang terkejut melihat gambar belakang mobil Helen. Pendiri kampus tau dan ingat warna mobil Helen dan juga plat nomor mobilnya.


Di susul dengan notifikasi pesan masuk lagi, tapi kali ini membuat pendiri kampus sok dan tubuhnya terasa lemes. pendiri kampus tidak percaya ketika melihat mobil milik putrinya, helen. kecelakaan.


"Gak mungkin, ini gak mungkin terjadi pasti ada kesalahan" ucap pendiri kampus dengan mencoba tidak mempercayainya dan berusaha tenang menghadapinya karna ia tau ini adalah rencana anand untuknya.


"Gak mungkin" ucap pendiri kampus lagi dengan duduk dan meminum segelas air putih yang berada di atas meja.


Anand terlihat senang dengan apa yang ia lakukan.


"Apakah dengan gambar ini kamu masih akan terlihat baik-baik saja tuan Rator" ucap Anand dengan mengirim gambar terakhir.


Pendiri kampus melihat notifikasi pesan di handphonenya, tapi ia belum membuka dan melihatnya.


Pendiri kampus mengusap wajahnya yang saat ini sedang berkeringat dan ia tidak bisa menutupi tubuhnya yang saat ini bergetar karna melihat gambar putrinya yang sedang berada di dalam mobil dengan mobilnya setengah berapi.


Pendiri kampus mencoba terlihat kuat dengan berlari keluar mencari putrinya, namun langkah kakinya terhenti ketika handphonenya berdering. pendiri kampus melihat nomor yang tertera di layar handphonenya tak bernama, dengan cepat ia mengangkatnya sambil menuju ke mobil.


"Bagaimana tuan Rator? apakah kejutanku begitu mengagetkanku" ucap Anand


"Siapa kamu sialan"


"Aku? kamu menanyakan siapa aku? aku adalah orang yang akan selalu menjadi mimpi burukmu" ucap anand dengan menakut-nakuti pendiri kampus


"Siapa kamu sebenarnya, apa maumu."teriak pendiri kampus dengan kesal.


Semua orang kaget melihat pendiri kampus yang begitu marah, mereka tidak mengetahui apa yang membuat dirinya begitu marah sampai melempar semua benda yang ada di rumahnya.


Pendiri kampus membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam tapi ia terdiam ketika mendengar apa yang di katakan Anand

__ADS_1


"Sepuluh menit lagi, jika anda datang lebih dari sepuluh menit aku yakin anda tidak akan bisa melihat putri anda yang terakhir kalinya" ucap Anand lalu mengakhiri panggilan telfonnya.


Tanpa menunggu lama lagi, pendiri kampus menghidupkan mobilnya dan menarik gas mobilnya, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, bunyi klakson mobilnya di tekan trus agar ia mendapatkan jalannya dengan leluasa. namun pendiri kampus terhalang dengan mobil lain karna berbeda arah dan ia menerobos lampu lalu lintas yang menandakan untuk berhenti.


Pengendara mobil lain terlihat kesal karna mobil pendiri kampus yang asal main menyerempet mobil mereka. pendiri kampus terus menatap jam di layar handphonenya dengan terus menelfon Helen.


Sesampainya di tempat kecelakaan, pendiri kampus melihat dari kejauhan mobil Helen yang sudah terbalik dengan sebuah api menyala. pendiri kampus keluar dari mobilnya dengan mencoba mendekati mobil Helen dan berusaha menyelamatkan putrinya, Helen. tapi ketika ia sudah mendekati mobil putrinya tiba-tiba anak buahnya menahan tubuh pendiri kampus agar tidak mendekati mobil yang sebentar lagi akan meledak. mereka mencoba menarik pendiri kampus agar menjauh dari mobil itu.


Anand menghitung dengan menggunakan jarinya untuk meledaknya mobil itu.


"Buuummmm" ucap Anand dengan tersenyum tipis.


Anand duduk di dalam mobilnya sambil melihat mobil Helen yang meledak dan pendiri kampus semakin menggila yang ingin menerobos pergi ke mobil yang terbakar dengan menyelamatkan putri semata wayangnya.


"Tidaaaaakkkkk" teriak pendiri kampus ketika melihat mobil Helen meledak dan mengeluarkan api besar, pendiri kampus semakin menggila mengingat kalau putrinya masih berada di dalam mobil itu.


"Tidaaaakkk, heleeeenn" teriak pendiri kampus dengan menangis sambil tubuhnya di tahan oleh beberapa orang-orangnya.


"Aku mohon selamatkan putriku, berapapun yang kalian inginkan akan aku penuhi. aku mohon selamatkan putriku" ucap pendiri kampus dengan mengatupkan kedua tangannya bermohon di hadapan anak buahnya untuk menolong Helen yang saat ini sedang berada di dalam mobil.


Pendiri kampus terlihat lemas ketika melihat mobil itu sudah tidak berbentuk seperti sebelumnya, mobil itu terlihat hanya kerangka kosong saja.


Setelah api padam ia berjalan dengan pelan mendekati mobil milik putrinya yang sudah tidak bisa di kenali lagi yang terlihat seperti benda rongsokan. ia terduduk dengan air mata yang terus keluar, ia menyesal meninggalkan putrinya sendirian.


"Maafin ayah Helen, ayah belum bisa mewujudkan apa yang kamu inginkan, tidak seharusnya kamu terlibat dengan apa yang ayah lakukan"


Pendiri kampus berdiri dengan di tuntun anak buahnya, mereka membawa pendiri kampus masuk ke mobil dan pulang ke rumahnya. ia terlihat tak bersemangat lagi ketika melihat putrinya meninggal dengan tragis yaitu terbakar di dalam mobil tepat di hadapannya.


#**Maaf author jarang up karna author lagi sakit dan di rl begitu sibuk, tapi author akan terus mencoba untuk up dan menyelesaikan cerita ini.


Oh iya untuk pemenang yang mengirimkan gift untuk karya author, yang berada di kursi pertama dan keempat silahkan masuk di GC dan PC author untuk mengambil hadiahnya. terima kasih semua yang masih setia menunggu up cerita novel ini 🤗**.

__ADS_1


__ADS_2