Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 41


__ADS_3

Keesokan harinya Kinar bangun pagi seperti biasa, ia melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri dengan menyiapkan sarapan pagi, pakaian kantor untuk suaminya.


Setelah selesai semua, Kinar berdiri sambil menatap Rangga yang masih tidur, Kinar ingin membangunkan Rangga namun dirinya tidak memiliki keberanian, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membangunkan Rangga.


Ketika Kinar hendak pergi tiba-tiba Rangga menarik tangan Kinar, sehingga membuat Kinar terjatuh ke pelukan Rangga.


Kinar melototkan matanya dengan wajah memerah karna saat ini hidung mereka saling bersentuhan.


Rangga yang berpura-pura sedang mengigau memeluk erat Kinar, dan mencium bibir Kinar, dengan kedua matanya yang masih tertutup.


Kinar yang melihat Rangga seperti sedang mengigau, Kinar membiarkan apa yang Rangga lakukan.


Rangga tersenyum ketika tidak ada perlawanan dari Kinar.


"Apa kamu menikmati pelukan pagi dariku?" bisik Rangga ke Kinar.


Kinar yang mendengar ucapan Rangga, ia langsung bangun dan mencoba melepaskan pelukan Rangga. tapi ketika ia berusaha bangun dari pelukan Rangga. itu malah membuatnya semakin dekat dengan Rangga. dan tak bisa di hindari Kinar mencium bibir Rangga.


"Apa kamu sedang menciumku? waw ternyata kamu mengincar bibir seksiku ini" ucap Rangga dengan membuka kedua matanya.


"Aku gak sengaja melakukannya, dan itu semua karna kamu menarikku, lepaskan aku" ucap Kinar dengan merontak-rontak agar Rangga melepaskan pelukannya.


Rangga langsung memutar posisi mereka yang saat ini Kinar berada di bawah dan Rangga sudah berada di atas.


Rangga merapikan rambut Kinar yang acakkan yang menutupi wajah cantiknya, Rangga menyentuh wajah Kinar dengan jarinya. ketika Kinar mencoba melepaskan dirinya. Rangga mendekatkan wajahnya yang seperti ingin mencium bibir Kinar.

__ADS_1


Kinar yang melihatnya langsung menutup matanya.


Rangga tersenyum melihat Kinar yang sudah menutup matanya lebih dulu.


"Pagi ini kamu terlihat begitu cantik" bisik Rangga dengan memuji kecantikan Kinar.


Setelah mengatakannya, Rangga mencium dahi milik Kinar. lalu ia bangun dan langsung pergi ke kamar mandi.


Kinar membuka matanya dan tersenyum mendengar apa yang Rangga ucapkan. Jantung Kinar seperti akan keluar dan wajahnya memerah.


Kinar begitu bahagia, ia memainkan kedua kakinya dan menutup wajahnya dengan selimut sambil tersenyum.


Rangga pun tersenyum sambil menatap dirinya sendiri di cermin yang ada di kamar mandi.


Ketika Rangga dan Kinar sedang sarapan pagi tiba-tiba Berly datang dan memeluk Rangga dengan melingkarkan tangannya di leher Rangga.


"Selamat pagi sayang" ucap Berly dengan mencium Pipi milik Rangga.


Rangga yang melihat tingkah Berly, ia langsung menatap Kinar.


"Duduklah Berly" perintah Rangga kepada Berly


Kinar tak menatap mereka, Kinar terus menghabiskan sarapan paginya. karna hari ini ia harus pergi melihat Lia. sahabatnya yang berada di apartemennya.


Rangga terus menatap Kinar, namun Kinar tetap fokus ke makanannya.

__ADS_1


Berly terus merengek agar Rangga menyuapinya, dan Rangga melakukan apa yang Berly minta.


Setelah selesai Kinar bangun dari duduknya, sebelum ia pergi tak lupa ia mencium pipi Rangga seperti yang ia lakukan.


Rangga tersenyum ketika Kinar menciumnya, sedangkan Berly kesal melihat sikap Kinar yang mencium Rangga.


Berly yang tak tahan melihat sikap Kinar, ia bangun dari duduknya dan menarik lengan Kinar.


"Dasar wanita jalang" ucap Berly dengan mengangkat tangannya yang ingin menampar Kinar.


tapi apa yang terjadi, Kinar menangkap tangan Berly sebelum tangan Berly menyentuh pipinya.


"Aku peringatkan padamu, jangan pernah menyentuhku sedikitpun" ucap Kinar dengan memperingati Berly.


Rangga berdiri dari tempat duduknya, ia mencoba melerai mereka dengan berdiri di antara mereka berdua, namun yang Rangga lakukan benar-benar membuat Kinar terkejut.


Rangga menatap Kinar dan membelakangi Berly. Rangga menatap kinar sambil tersenyum lalu tiba-tiba Rangga langsung mencium dahi milik Kinar.


Setelah mencium Kinar Rangga berbalik menatap Berly.


"Habiskan sarapan pagimu" ucap Rangga dengan pergi mengambil tas dan jas nya.


Berly kesal dengan sikap Rangga yang tak membelanya di hadapan Kinar.


Sedangkan Kinar pergi dengan hati yang senang, hati yang lagi berbunga-bunga.

__ADS_1


__ADS_2