Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
bab 108


__ADS_3

Nyonya Tika dan Bu Yati menyuapi Gavin dan Aditia, Gavin yang selalu memegang mainan robotnya sedangkan Aditia selalu menanyakan mommy dan Daddy nya yang tidak menemaninya bermain dan makan.


"Nek, Mommy ?"tanya Aditia


"Mommy lagi...."


Nyonya Tika tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaan cucunya, ia benar-benar bingung.


"Sebentar lagi Mommy dan Daddy turun, jadi Aditia harus menghabiskan makanannya agar bisa bermain dengan Daddy dan mommy" ucap Bu Yati


Nyonya Tika merasa lega, ia tidak perlu memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan ke Aditia. namun kelegaan itu hilang ketika melihat Gavin berdiri dengan mengambil lauk milik Aditia.


Aditia kesal dengan lauknya di ambil ia pun membalasnya dengan menuangkan air ke dalam makanan Gavin.


Nyonya Tika dan Bu Yati hanya bisa bersabar karna mereka masih kecil-kecil, dan membutuhkan bimbingan dari orang dewasa bukan bentakan.


"Aditia! gak boleh begitu, kasian makanannya nanti gak bisa di makan"


"Vin ngambil lauknya ditia nek,"


"Iya nenek tau, tapi kan bisa di ambil lagi lauknya, gak harus Aditia tuang air ke makanannya"


"Ditia bilang kalau Vin gak di ajak" ucap Gavin


Perdebatan antara Aditia dan Gavin berlangsung sambil teriak-teriak dan melempar makanan ke satu sama lain.


"Eee gak boleh Aditia, Gavin."


"Ditia nakal nek"


"Vin yang nakal nek"


Nyonya Tika menarik nafasnya lalu mengatur pernafasannya melihat kedua cucunya yang setiap hari ada saja pertengkaran di antara mereka berdua.


"Ya sudah lempar aja semua makanannya, nanti kalau makanannya nangis dan pergi ninggalin Gavin dan Aditia. nanti Aditia dan Gavin mau makan apa?"


"Minum susu"jawab Aditia dan Gavin bersamaan


"Susu akan ikut dengan makanan, karna susu gak suka dengan orang yang nakal"


Aditia dan Gavin menatap makanan yang sudah berhamburan di lantai, lalu mereka memungutnya dan di letakan kembali di piring.


"Kenapa di letakan di situ, makanan itu sudah kotor"


"Gak nek, ini mau ditia kasih sama pus"


"Iya nek, Vin juga"


"Trus buat Gavin dan Aditia?"


"Nanti nenek buatin buat Ditia dan Vin"


Kesabaran nyonya Tika dan Bu Yati sedang di uji oleh kedua cucu-cucnya.

__ADS_1


Nyonya Tika dan Bu Yati memandikan Gavin dan Aditia setelah selesai makan, lalu mereka memberikan tanggung jawab ke baby sister agar menidurkan mereka dan menjaganya.


Nyonya Tika dan Bu Yati duduk di ruang tamu untuk istrahat, mereka tidak tau apa yang terjadi kepada mereka kalau saja baby sister gak ada, setelah beberapa drama bersama dengan kedua cucu mereka membuat nyonya Tika dan juga Bu Yati kecapean, apalagi mereka adalah cucu pertama mereka.


jam sudah menunjukan pukul 7 malam, nyonya tidak dan Bu Yati sedang berada di dapur menyiapkan makan malam dan meletakan semua makanan di meja makan untuk makan malam. setelah selesai mereka duduk dan akan memulai makan tanpa menunggu Kinar dan Rangga. mereka takut kedua cucu mereka akan bangun di saat mereka belum makan.


Nyonya Tika memasukan beberapa sendok makanan ke mulutnya, tiba-tiba pandangannya tertuju ke arah Kinar dan Rangga yang saling dorong.


"Kalian sedang apa?" tanya nyonya Tika


"Gak ma" jawab Rangga dengan tersenyum mendekati meja makan.


Rangga mencoba berdamai dengan nyonya Tika, agar dirinya tidak terkena marah. sedangkan Kinar ragu-ragu mendekati meja makan ia merasa tidak enak kepada ibunya dan mertuanya, ia pun merasa malu menurutnya mereka pasti mendengar dan mengetahui apa yang mereka lakukan.


"Kenapa diam saja di situ? kemarilah kita makan malam bersama"


"Baik ma"


Kinar mendekati meja makan dan duduk.


"Sayang kenapa kamu seperti itu?"


"Gak apa-apa"


Nyonya Tika menatap mereka dengan tatapan tak terbacakan sedangkan Bu Yati hanya diam saja karna ia tidak tau apa yang terjadi.


"Bagaiman? apa sudah selesai membuatnya?"


"Mama tanya apakah sudah selesai dengan proyeknya?"


"Udah ma" jawab Rangga tanpa berfikir dan merasa canggung.


Kinar yang mendengar jawaban suaminya terkejut, ia menyiku lengan Rangga dan melototkan matanya.


"Ada apa sayang?" tanya Rangga dengan terus menuangkan lauk ke piringnya.


"Jaga omonganmu sayang"


"Aku hanya menjawab pertanyaan mama sayang"


Nyonya Tika yang mendengar jawaban dari Rangga merasa kesal karna Rangga tidak bisa menjaga omongannya, nyonya Tika takut jika cucu-cucunya mendengar.


"Apa kalian tidak bisa melakukannya di saat anak-anak kalian sedang tidur?" tanya nyonya Tika dengan memasukan makanan ke dalam mulutnya


"Udahlah ma gak usah di bahas, kami juga melakukannya hanya sekali koq" ucap Rangga cuek


Bu Yati tersenyum mendengar apa yang di katakan menantunya, wajah kinar memerah karna malu dengan ulah suaminya.


Mendengar apa yang di katakan Rangga, nyonya Tika menggeleng-gelengkan kepala, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan kepada putranya.


"Lagi pula Rangga dan Kinar lagi berusaha agar mendapatkan perempuan nanti" lanjut Rangga.


"Sayang.." Tegur Kinar agar Rangga menghentikan omongannya

__ADS_1


"Kenapa sayang, aku hanya memberitahukan kepada mama dan ibu"


"Kamu lihat kan Kinar bagaimana sikap suamimu ini yang tidak bisa menempatkan diri dan menjaga rahasia kalian"


"Apa yang di rahasiakan ma, kan mama pasti tau apa yang aku dan Kinar inginkan, iyakan sayang?" ucap Rangga dengan tersenyum menatap Kinar


"Sudahlah tidak perlu di bahas lagi nanti Gavin dan Aditia mendengarnya" ucap nyonya Tika mengakhiri percakapan mereka


"Maafin Kinar ma yang sudah merepotkan"


"Mama sudah memaafkan kamu, tapi.." ucapan nyonya Tika berhenti dan terus menatap putranya


"Ayolah ma, Rangga tau Rangga salah tapi Rangga gak bisa menahannya ma" ucap Rangga karna tidak tahan dengan tatapan nyonya Tika yang selalu menatapnya.


"Jangan ulangi lagi, mama tidak ingin cucu-cucu mama mendengar atau melihat apa yang tak harus mereka ketahui"


"Iya ma, Kinar dan Rangga akan berhati-hati dan ini yang terakhir kalinya" ucap Kinar


Rangga tidak terima dengan apa yang istrinya katakan.


"Apa yang kamu katakan sayang, pokoknya aku gak mau"


"Sayang dengerin aku dulu" Kinar mencoba membujuk Rangga agar mengerti dengan apa yang ia katakan


"Gak, pokoknya aku gak mau, emang kamu mau kalau aku main di luar" ucap Rangga dan langsung mendapatkan lemparan garbu dari nyonya Tika.


"Sekali lagi kamu ngomong seperti itu mama akan melemparkan semua pakaianmu keluar"


"Habisnya Kinar ngomong seperti itu, coba siapa yang gak kesal"


Karna kesal nyonya tika memukul kepala Rangga dengan sendok.


"Sakit ma"


"Dasar bodoh, maksud Kinar ini terakhir kalian kalian melakukannya di siang atau sore hari. kalian bisa melakukannya di malam hari ketika semua sudah tidur termasuk Gavin dan Aditia sudah tidur"


"Kenapa gak bilang dari tadi, kalau itu aku juga mau biar aku bisa melakukannya beberapa kali tanpa ada yang mengganggu"


Kinar menundukan kepalanya, ia malu menatap ibu dan mertuanya.


"Kamu kenapa sayang?! kamu gak usah malu mama sama ibu juga pernah melakukannya koq, bedanya kita belum ada saat itu" ucap Rangga dengan serius.


Nyonya Tika pergi meninggalkan Kinar dan Rangga, ia kesal dengan sikap putranya yang gak tau malu. sedangkan Bu Yati sudah pergi ke kamar cucu-cucunya.


"Mau kemana kamu?" tanya Rangga dengan menahan lengan istrinya yang tiba-tiba berdiri dari duduknya.


"Mau tidur"


"Bentar, kita makan dulu biar punya tenaga nanti"


"Dasar..."


Kinar meninggalkan Rangga sendirian di meja makan, ia sudah tidak bisa menahan rasa malunya karna ulah suaminya yang ceplas ceplos di hadapan mertua dan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2