
Kinar begitu bahagia akhirnya ia bisa melewati ujiannya, Kinar yang masih remaja selalu mengikuti apa yang ia inginkan, jalan bersama dengan teman-temannya, makan, nonton dan nongkrong bersama dengan sahabatnya ria dan Lia, walaupun Kinar sering bersama dengan sahabat-sahabatnya namun ia tidak pernah melupakan statusnya seorang istri. Kinar selalu pulang sebelum suaminya pulang dari kantornya, Kinar bahkan selalu pulang tepat waktu dengan menyediakan makan malam, dan pakaian untuk suaminya.
Libur akhir semester telah tiba teman-teman Kinar mulai merencakan hari libur mereka tak lupa juga mereka mengajak Kinar. namun Kinar menolaknya alasan Kinar yaitu membantu orang tuanya sebab sampai saat ini tak ada satupun yang tau kalau kinar sudah menikah.
Kinara terlihat sedih karna tidak bisa merasakan hari liburnya bersama teman-teman karna statusnya yang telah berubah yang dulunya single sekarang telah bersuami.
beberapa hari yang lalu Rangga menbawah Kinara untuk tinggal bersamanya di rumah milik Rangga. ia tidak ingin dalam rumah tangganya orang tuanya ikut campur entah apa maksud Rangga yang tidak ingin orang tuanya ikut campur.
Kinara mulai membiasakan dirinya dalam berumah tangga, dari bangun pagi memasak masakan untuk suaminya, menyiapkan pakaian untuk suaminya. begitu setiap hari yang di lalui Kinara. walaupun di antara mereka berdua belum begitu dekat mengingat suaminya begitu dingin.
Rangga seperti awalnya tak banyak bicara, dingin dan cuek. kadang Kinar merasa dirinya tinggal bersama dengan robot jika di arahkan baru akan berbicara. begitu pun dengan Rangga. ia akan menjawab apa yang Kinara tanyakan. contoh tentang makanan jawabannya hanyalah terserah kamu saja.
Rangga begitu sibuk dengan pekerjaannya kadang membuatnya harus bekerja lembur.
"Frans sediakan semua berkas aku ingin memeriksanya"
"Baik tuan"
Frans memberikan begitu banyak berkas kepada Rangga, berkas perusahaannya namun sebagian sudah Frans kerjakan namun Rangga meminta agar Frans tidak membantunya dan membiarkan ia melakukannya sendiri.
"Pulanglah dan istrahatlah frans"
"Saya akan menemani tuan sampai pekerjaannya selesai"
"Kamu gak usah menemani saya, saya bisa melakukannya sendiri"
__ADS_1
Kinar setelah kembali dari kampus ia menyiapkan makan malam untuk suaminya namun selama sebulan Rangga tidak pernah makan malam di rumah bersama dengan Kinar. Rangga hanya Sarapan pagi di rumah saja.
Selama sebulan Rangga selalu makan di luar, lembur di kantor kadang pulang dan kadang tidak. awalnya Kinar hanya biasa saja atau masa bodoh tapi setiap bergantinya jam, hari, dan Minggu Kinar mulai merasa sedih seperti dirinya tak di anggap oleh suaminya sendiri.
Sama seperti dulu Kinar tertidur di ruang tamu di atas shofa dan di temani tv yang menyalah. hampir setiap malam Kinara menunggu Rangga namun Rangga tidak pernah menghiraukan dirinya, Rangga pulang sesuka hatinya dan tidak peduli apa yang terjadi pada istrinya.
Namun Kinar melaluinya penuh dengan kesabaran bahkan dalam pikirannya tak ada sedikitpun untuk meninggalkan Rangga. Kinar berusaha menjadi istri yang pada umumnya.
"Aku sudah ingatkan kamu gak usah menungguku pulang, dan menyiapkan makan malam untukku"
Angga berjalan melewati Kinar ketika Kinar berusaha bangun dari tidurnya hanya demi menyambut Rangga pulang tapi apa yang Kinar dapatkan hanya ucapan yang membuat telinganya sakit bukan membahagiakan telinganya.
Kinar hanya tersenyum mendengar ucapan Rangga suaminya.
"Sabar Kinar, kamu harus tetap semangat mengambil hati suamimu" ucap Kinar dengan menyemangati dirinya sendiri
Rangga kini sedang beristirahat setelah membersihkan tubuh.
Kinar masuk ke dalam kamar menyusul Rangga. ketika Kinar menatap Rangga yang saat ini sedang tidur tiba-tiba dirinya mendapatkan ide untuk menjahili suaminya.
Kinar dengan pelan naik di atas tempat tidur merentangkan tangan Rangga, Kinar tidur bukan di atas bantal tapi dirinya tidur di atas tangan Rangga.
Beberapa menit Rangga mulai merasakan di bagian tangannya terasa kram seperti tertindis oleh beban berat, ketika ia membuka matanya Rangga terkejut tepat di depan wajahnya ia melihat wajah kinar. Rangga terkejut sambil berteriak lalu mendorong kepala Kinar.
Kinar pun terkejut ketika kepalanya di dorong dengan rencananya kinar mulai berakting " kamu " ucap Kinar sambil menunjuk Rangga lalu melihat tubuhnya " Apa yang kamu lakukan? kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan yaa?" ucap Kinar dengan menuduh Rangga.
__ADS_1
Rangga yang mendengar ucapan Kinar mulutnya terbuka "Haaa, apa kamu bilang aku mengambil kesempatan? kamu yang mengambil kesempatan padaku biar dekat denganku"
"Siapa bilang, orang jelas-jelasnya kamu memelukku"
"Kenapa kamu sampai berada di tempat tidurku haaa? tempat tidurmu itu di sana" ucap Rangga sambil menunjuk shofa yang biasa menjadi tempat tidur Kinar sebelumnya.
"Mana aku tau, apa jangan-jangan kamu menggendongku memindahkanku tidur di dekatmu? ngaku kamu"
"Dasar wanita gila, minggir kamu aku mau tidur" ucap Rangga dengan mendorong Kinar
Namun Kinar tak mau kalah ia tetap bertahan tidur di tempat tidur yang di tempati Rangga. sampai akhirnya mereka tidur berdua dengan di batasi bantal guling, Namun kejahilan Kinar tetap berlanjut ia pura-pura tidur lalu tangnnya menyentuh tubuh Rangga dan juga memeluk Rangga.
Rangga mulai kesal dengan sikap Kinar sampai akhirnya Rangga mengangkat Kinar lalu mengikatnya di shofa.
"Selamat beristirahat gadis gila"
"Lepaskan aku" teriak Kinar pada Rangga
"oh tidak bisa, pokoknya kamu harus tidur begini mulai sekarang" ucap Rangga lalu ia pergi meninggalkan Kinar.
Rangga pergi ke ranjangnya untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu. sedangkan Kinar terus berteriak namun teriakannya tidak berhasil Rangga menaruh kapas di kedua telinganya
"Dasar robot, kulkas" teriak Kinar lagi namun tetap tidak berhasil.
Akhirnya Kinar menyerah dan tertidur dengan posisi tubuhnya terikat di shofa.
__ADS_1