
Beberapa menit kemudian perawat yang sebenarnya datang, ketika ia sampai di depan pintu masuk semua pengawal saling bertatapan. mereka merasa ada yang aneh malam ini. mengingat Rangga berada di dalam para pengawal membiarkan perawat itu masuk ke dalam.
Bukan hanya pengawal saja yang merasa aneh Rangga dan Frans pun merasakan hal yang sama. Rangga menatap perawat yang masuk lalu menatap istrinya yang sedang tidur.
Frans yang paham isi pikiran tuannya, ia mendekati perawat.
"Maaf suster" ucap Frans dengan menahan perawat itu mengganti infus yang di gunakan Kinar dengan yang baru.
"Iya tuan"
"Apakah setiap beberapa menit perawat bergantian harus mengecek pasien?" tanya Frans dengan wajah yang datar.
Perawat itu kebingungan dengan apa yang di tanyakan Frans, karna malam ini adalah jadwalnya untuk mengecek semua yang di gunakan oleh pasien bernama Nn.Kinara Aurora Wijaya. jadi menurutnya hanya dia yang bisa masuk di kamar pasien selain dokter. tapi yang membuatnya bingung kenapa mereka menanyakan hal itu.
"Maaf membuat anda kebingungan, saya bertanya karna salah satu perawat baru saja keluar beberapa menit yang lalu setelah memeriksa Nona Kinar." jelas Frans.
"Ada yang datang sebelumnya? tapi saya adalah perawat yang di tugaskan untuk memeriksa pasien yang bernama Nn.Kinara Aurora Wijaya. mana mungkin ada orang lain" jawab perawat itu di depan Frans.
"Jadi..." Frans pergi keluar untuk mengejar wanita yang baru saja keluar setelah memeriksa Kinar. Frans tak menemukannya wanita itu telah pergi. namun Frans tak kehilangan akal.
Frans masuk ke dalam ruangan menemui Rangga, Frans menunda apa yang ingin ia bicarakan dengan Rangga. karna saat ini perawat itu sedang mengganti infus yang di gunakan Kinar dan mensterilkannya.
Rangga duduk di dekat istrinya sambil menatap istrinya yang tengah tertidur dengan mengenggam tangan Kinar. setelah perawat itu keluar Rangga langsung menanyakannya pada Frans.
__ADS_1
"Apa kamu menemukan wanita itu Frans?"
"Wanita itu sudah pergi tuan, saya kehilangan jejaknya"
"Cepat kamu cek cctv nya Frans, saya yakin wanita itu mencoba mencelakai Kinar"
"Baik tuan" Frans pergi untuk mengecek cctv malam itu
Setelah melihat cctv, Frans mengerutkan keningnya, ia tidak mengenal wanita yang masuk ke ruangan Kinar, yang mencoba dengan menyamar sebagai perawat.
"Siapa wanita ini, ada masalah apa dia dengan nona Kinar" ucap Frans dengan berfikir. "Kenapa dia ingin mencelakai Nona Kinar?"
Frans mengambil softcopy file cctv dan membawanya ke Rangga. setelah di perlihatkan Ranggapun tak mengenal siapa wanita itu.
"Baik tuan" jawab Frans dengan menundukkan kepalanya.
Frans pergi keluar dari ruangan, ia meninggal Rangga bersama dengan istrinya di dalam ruangan. para pengawal itu terus menjaga di depan pintu sesuai dengan perintah Anand.
Rangga mencium dahi milik istrinya, lalu ia mengenggam kembali tangan istrinya dan sesekali ia mencium tangan istrinya. dan menempelkan tangan itu ke pipinya.
Kinar yang merasakan kehangatan di tangannya, ia membuka matanya dan memandangi suaminya yang saat ini sedang menunduk di tangannya sendiri.
Kinar menggerakkan tangannya, dan membuat Rangga tersadarkan.
__ADS_1
"Sayang.." ucap Rangga dengan langsung berdiri membantu Kinar untuk bangun dan menyandarkannya di bantal yang Rangga letakan tepat di belakang istrinya.
"Kamu mau apa sayang, nanti aku ambilkan"
"Aku haus"
Rangga mengambil air yang ada di atas meja tepat di samping istrinya. lalu membantu Kinar meminumnya.
"Kamu mau apa lagi sayang?" tanya Rangga dengan antusias
Kinar menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau apa-apa"
Rangga menatap istrinya, lalu mencium dahi milik istrinya.
"Kamu harus banyak istrahat, jangan banyak bergerak dan berbicara dulu"
"Aku baik-baik saja"
"Tapi dengarkanlah sayang, aku sudah merindukan dirimu, merindukan masakanmu, merindukan semua tentang kamu di rumah kita, aku berharap agar kamu menuruti apa yang dikatakan dokter Arka." ucap Rangga dengan wajah yang senduh.
Kinar tersenyum mendengarkan apa yang suaminya katakan, bahkan ia tidak menyangka suaminya akan membuka hatinya untuk namanya ketika dirinya yang mulai menyerah dengan pernikahannya.
__ADS_1