
Rangga dan keluarga sedang sarapan pagi sedangkan Aditia dan Gavin berada di kamar mereka.
"Mama dengar semalam Aditia di ganggu oleh orang yang tak di kenal?" tanya nyonya Tika dengan memulai percakapan saat berlangsungnya sarapan pagi
Rangga dan Kinar terkejut ketika mendengar yang di katakan nyonya Tika. Kinar dan Rangga saling bertatapan. lalu Rangga mengalihkan pandangannya ke arah nyonya Tika dan menjawabnya.
"Iya ma, Rangga juga gak tau siapa orang itu dan apa tujuan dia mengganggu Aditia semalam" jawab Rangga
"Bukankah mama sudah bilang, biarkan bodyguard itu menjaga mereka tapi kamu sendiri malah melarang mereka ikut dengan kalian semalam"
"Iya ma, Rangga tau Rangga salah dan lalai menjaga Aditia dan Gavin"
"Mama bersyukur tidak terjadi apa-apa pada mereka semalam, tapi kita tidak tau hari berikutnya akan seperti apa. apakah orang itu akan muncul lagi atau tidak"
"Rangga akan waspada dan memperketat penjagaan pada keluarga kita terutama Aditia dan Gavin"
"Kamu harus mencari tau siapa orang yang membuat Aditia menangis dan ketakutan, sebelum semua masalah ini terdengar ke telinga Anand dan tuan Robert"
"Iya ma, Rangga akan mencari orang itu"
__ADS_1
Rangga pergi ke kantornya begitupun Kinar, kedua anaknya di jaga oleh baby sister dan juga nyonya Tika dan Bu Yati. namun sebelum Rangga dan Kinar pergi mereka mengumpulkan semua pengawal mereka dan menugaskan menjaga setiap sudut pintu dan rumah.agar menjaga Gavin dan Aditia.
Aditia sedang bermain mobil-mobilan, sedangkan Gavin berada di kamarnya dengan di temani beberapa buku gambar dan alat pewarna dalam melukis.
Gavin terus menggerakan tangannya melukis, sampai akhirnya gambar yang ia buat selesai dan berbentuk wajah seseorang tapi gak ada satu orangpun yang tau siapa yang di gambar Gavin.
Gavin menggambar seorang pria dewasa sedang mengobrol dengan anak kecil, dan anak kecil itu menangis, sampai pria itupun pergi Gavin menggambarnya namun ia tak memberitahukan kepada Rangga dan Kinar tentang lukisannya.
Apa yang di takutkan nyonya Tika akhirnya terjadi, siang itu Anand menelfon Kinar dan menanyakan perihal tentang si kembar.
"Bagaimana kabar Aditia dan Gavin?" tanya Anand di balik telfon
"Apakah ada sesuatu yang terjadi kepada mereka?" tanya Anand
Kinar terdiam, ia tidak menyangka kalau Anand memiliki batin begitu kuat dengan si kembar sehingga apapun yang terjadi dengan mereka Anand pasti menelfon dirinya dan menanyakan kabar si kembar.
"Gak ada paman, mereka baik-baik saja"
"Baguslah kalau mereka baik-baik saja, tapi aku ingatkan jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari aku apalagi tentang si kembar"
__ADS_1
"Baik paman, Kinar akan selalu mengatakan semua tentang mereka bahkan sesuatu yang mereka lalui setiap hari."
"Ya sudah, paman akan menutup telfonnya. paman gak meminta banyak dari kamu cukup jaga baik-baik si kembar"
"Baik paman"
Panggilan telfon itu berakhir, Kinar menghela nafasnya seolah rasanya ia begitu lega ketika Anand menutup telfonnya. Namun berbeda dengan Anand, jika Kinar merasa lega. Anand terus berfikir sambil memainkan handphonenya.
Anand merasa kalau Kinar sedang menyembunyikan sesuatu tapi ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. dengan rasa khawatirnya ia menelfon seseorang yang begitu ia percaya, Anand meminta bantuan agar seseorang itu mau membantunya dengan mengawasi si kembar untuknya. Tapi Anand memintanya untuk menjaga mereka berdua secara diam-diam tanpa sepengetahuan Rangga dan Kinar.
Anand hanya bisa mengandalkan orang itu dengan ia membayarnya sepuluh kali lipat agar si kembar baik-baik saja tanpa ada orng yang mengganggu pertumbuhan mereka berdua.
******
Rangga duduk di kursi kebesarannya sedang menunggu seluruh orangnya memeriksa cctv yang ada di pasar malam. Setelah 40 menit menunggu akhirnya orang-orang Rangga menelfon dan mengatakan di sana tak ada cctv satupun.
Mendengar apa yang di katakan orang-orang suruhannya, ia memegang pelipis kepalanya seolah ia menahan rasa kesalnya karna tak mendapatkan jejak pria yang membuat putranya ketakutan dan menangis.
Rangga berjanji demi nama kedua putranya, jika sampai ia menemukan orang itu. ia akan membunuhnya Tanpa belas kasihan sedikitpun.
__ADS_1