
Pagi telah tiba, seperti biasa setiap pagi mereka melakukan sarapan pagi sebelum beraktivitas.setelah sarapan Rangga dan Kinar berangkat kerja namun sebelum pergi ke arah kantor mereka mengantarkan si kembar lebih dulu.
Rangga membukakan pintu mobil untuk si kembar, Kinar pun ikut turun dari mobil untuk mengantarkan si kembar masuk ke kelas mereka dan di ikuti oleh beberapa bodyguard.
Di luar sekolah seseorang sedang memperhatikan mereka dengan wajahnya yang terlihat buruk, pria itu kesal dan marah seketika ia mengeluarkan senjatanya untuk menembak si kembar namun niatnya terhenti dengan bunyi handphonenya yang berdering.
Pria itu melihat nama yang tertera di layar handphonenya ia langsung mengangkatnya.
"Hallo ma"
"Bukankan mama sudah peringatan kamu jangan melakukan sesuatu tanpa perintah mama"
"Viki tidak mengerti dengan maksud mama" ucap Viki yang terus memperhatikan Rangga dan Kinar.
"Kamu pikir mama tidak tau kamu di mana sekarang?"
__ADS_1
Viki yang sadar kalau mamanya bisa melakukan sesuatu jika melanggar perintahnya.
Viki melihat-lihat sekelilingnya, ia yakin kalau ibunya sedang mengawasinya dan benar ibu Viki sedang berada tepat di belakang mobil Viki.
Viki memukul stir mobilnya dan melemparkan senjatanya di kursi sebelahnya dengan marah.
Dengan marah nyonya rose turun dari mobil setelah melihat Kinar dan Rangga pergi. Nyonya Rose turun dari mobil mengetuk jendela mobil putranya agar Viki segera turun dari mobil. dan ketika Viki keluar dari mobil nyonya Rose menampar wajah putranya.
"Mama sudah ingatkan jangan gegabah melakukannya, kita tunggu waktu yang tepat" ucap nyonya rose yang membuat Viki tidak bisa berbuat apa-apa.
Viki pergi ke bandara di antara oleh nyonya rose sampai pesawat yang di naiki Viki lepas landas baru nyonya rose kembali melihat kakaknya, pendiri kampus.
Luka yang di alami pendiri kampus sangatlah parah sehingga bergerakpun ia belum bisa, luka bakar itu sepenuhnya belum sembuh masih dalam pengobatan.
" Aku berjanji padamu, aku akan membalaskan dendammu, dan memberi perhitungan kepada keluarga mereka." ucap nyonya rose di hadapan pendiri kampus.
__ADS_1
"Mereka harus membayar apa yang mereka lakukan kepada Helen dan kamu, nyawa harus di bayar dengan nyawa" ucap nyonya rose lagi.
*******
Tiba-tiba Kinar mendapatkan telfon dari guru Gavin dan Aditia, Kinar di undang agar datang ke sekolah saat ini juga.
Kinar segera pergi ke sekolah si kembar, ia begitu khawatir ini baru pertama kalinya dirinya di undang ke sekolah melalui telefon bukan dari undangan tertulis.
Sesampainya di sekolah Kinar menuju ke ruang kepala sekolah, Kinar terkejut melihat kedua putranya berantakan, termasuk Aditia yang saat ini terlihat berantakan dan wajahnya sedikit tergores.
Namun dengan elegannya Kinar tetap menjaga sikapnya walaupun ia merasa khawatir pada putranya.
Kepala sekolah dan guru wali kelas Gavin dan Aditia berdiri menyambut Kinar dan mereka saling berjabat tangan.
Kinar menatap kedua putranya dan juga serang anak yang sama hal berantakannya seperti kedua putranya dan wajahnya yang memar seperti Aditia.
__ADS_1
"Maaf nyonya Kinar sudah mengganggu nyonya Kinar dengan mengundang nyonya datang kemari, tujuan saya mengundang nyonya yaitu ingin membicarakan masalah Gavin dan Aditia yang berkelahi dengan anak-anak yang lain" ucap kepala sekolah.
Kinar menatap kedua putranya lalu menatap anak yang sedang duduk di depannya. ia mencoba mengajak anak itu berbicara baik-baik dan meminta maaf atas apa yang di lakukan oleh kedua putranya.