Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 64


__ADS_3

Anand yang mulai menginjak kedua tangan pria yang menabrak Kinar. tiba-tiba ia mendapat kabar kalau operasi Kinar berjalan lancar, hanya menunggu Kinar sadar saja.


Anand tersenyum tak terbacakan ketika melihat wajah pria itu memohon agar tidak membunuhnya, namun jeritan dan permohonannya membuat Anand menggila ingin membunuhnya. sehingga Anand mengambil senjatanya dan menembak kepala pria itu.


Setelah menyelesaikannya Anand menyuruh orangnya agar membungkusnya dan meletakan di dalam koper. lalu menyuruh orangnya untuk mengirimkan koper yang berisikan mayat ke rumah seseorang yang menyuruhnya menabrak Kinar.


Anand membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru, dan membakar pakaiannya yang sudah berlumuran darah oleh laki-laki yang ia bunuh.


Anand kembali ke rumah sakit melihat kondisi Kinar. dan ia juga akan menemui tuan Robert. sesampainya di rumah sakit Anand langsung menemui tuan Robert di satu ruangan yang tidak bisa orang lain jangkau.


"Bagaimana? apa kamu menemukannya Anand?"


"Iya pa, Anand sudah membunuhnya"


"Bagaimana dengan orang yang memberikan perintah membunuh Kinar?"


"Anand sedang memberinya pelajaran pah, dan akan membunuhnya pelan-pelan dengan rasa ketakutannya"


"Bagus, jangan buat papa kecewa kedua kalinya Anand. kamu tau apa kesalahan kamu pertama?"


"Karna Anand tidak bisa menjaga Kinar pa"


"Hmmm, papa ingin mendengar kabar baik darimu Anand"


"Baik pa"


Tiba-tiba Bram mengetuk pintu, dan masuk ke dalam ruangan, Anand terdiam melihat kakaknya yang sedang berdiri menatap tuan Robert.

__ADS_1


Anand pamit meninggalkan mereka berdua, sudah puluhan tahun Bram tidak menemui tuan Robert, sehingga Anand memberi mereka kesempatan.


"Maafin Bram pa" ucap Bram meminta maaf dengan kesalahannya di masa lalu.


Tuan Robert berdiri dengan menatap Bram.


"Apa ini yang kamu sebut bertanggung jawab atas keluargamu, apa ini yang kamu sebut seorang ayah, bahkan kamu tidak bisa menjaga putrimu sendiri Bram" bentak tuan Robert kepada Bram putranya.


Bram hanya diam saja dengan mata berkaca-kaca mengingat kejadian putrinya tepat di depan matanya.


"Mulai hari ini biarkan Kinar di kawal oleh beberapa pengawal, papa tidak ingin terjadi sesuatu lagi ke cucuk papa, dan kamu jangan coba-coba membantah perintah papa kali ini" ucap tuan Robert ke arah Bram. tuan Robert begitu marah sehingga meneriaki Bram putra sulungnya.


Tuan Robert melihat cucuknya lalu ia pergi kembali ke kota karna ada sesuatu yang harus ia urus. beberapa orang masih belum tau siapa sosok Robert.


Hans menundukkan kepalanya ketika melihat tuan Robert. namun tuan Robert hanya melihatnya dan melewati Hans dan istrinya.


Dokter belum mengizinkan siapapun masuk mengunjungi Kinar, mereka hanya bisa melihatnya melalu kaca pembatas di ruangan itu.


Rangga mendapatkan telfon dari Frans. Rangga pamit ke mereka untuk pergi sebentar. ia pergi menemui Frans dan juga orang-orang Frans.


"Maaf tuan kita sudah menemukan mobilnya tapi kita belum menemukan orang yang menabrak nona Kinar" ucap Frans dengan menunduk


Rangga yang begitu marah menendang kaki milik Frans dan juga orang-orang Frans.


"Jika kalian belum menemukannya kenapa kalian menghubungiku" teriak Rangga dengan sangat marah.


Rangga melemparkan sesuatu ke arah mereka

__ADS_1


"Aku tidak ingin mendengarkan alasan apapun dari kalian. aku ingin kalian segera membawanya di hadapanku, aku beri kalian waktu hanya sampai besok pagi, jika kalian tidak menemukannya habislah kalian semua termasuk kamu Frans" ucap Rangga dengan menunjuk Frans


Rangga kembali ke rumah sakit dengan menemani istrinya, menjaga istrinya.


****


Tepat pukul lima dini hari, pendiri kampus mendapatkan paket, ia kebingungan siapa yang mengirimkan paket berupa koper pada dirinya jam begini.


Pendiri kampus penasaran dengan apa yang terisi di dalam koper, namun dirinya pun begitu khawatir jangan sampai yang berada dalam koper itu adalah bom.


Pendiri kampus dan juga Helen sedang duduk berhadapan dengan koper itu, ia menyuruh petugas keamanannya membuka koper tersebut. ketika koper sudah terbuka betapa terkejutnya mereka, bahkan Helen berteriak dengan keras karna ketakutan.


Pendiri kampus itu berteriak memerintahkan ke petugas keamanan agar mengambil sebuah kertas yang berada di dalam koper itu yang sudah berlumuran darah.


Isi surat:


*Ternyata kamu memiliki beberapa nyawa dan nyali dengan berani menyentuh keluargaku, bahkan wanita yang begitu ku sayangi,aku akan memperingatimu bahwa kamu salah mengganggu hidup wanita yang sedang terbaring di rumah sakit. aku pastikan kamu dan keluargamu akan mengalami lebih dari apa yang laki-laki ini dapatkan. isi surat yang yang melambang sebuah kepala singa.


Jangan pernah menghubungi polisi jika kamu dan keluargamu ingin selamat*.


Pendiri kampus menelan ludahnya karna saat ini tenggorokannya terasa kering. tangannya gemetaran melihat laki-laki yang ia perintahkan meninggal dengan tragis bahkan wajahnya tak bisa di kenali lagi.


Petugas keamanan memberikan sebuah rekaman yang ia dapatkan dari gengaman laki-laki yang berada di dalam koper.


Pendiri kampus terkejut mendengar isi rekaman itu, yang berisikan pengakuan laki-laki yang ia perintahkan untuk membunuh Kinar.


Dan pukul 6 pagi Rangga mendapatkan info dari Frans. bahwa laki-laki yang menabrak Kinar telah meninggal, laki-laki itu tidak melakukan bunuh diri tapi dirinya di bunuh yang saat ini Frans masih mencari tau siapa yang telah membunuhnya.

__ADS_1


Frans juga mengatakan kalau mereka kalah cepat dari orang yang membunuh laki-laki itu, dan orang itu begitu profesional sehingga membuat Frans tidak menemukan jejak kecilpun dari orang itu.


__ADS_2