Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 47


__ADS_3

Hari ini kedua keluarga itu berkumpul di rumah Rangga dan Kinar, karna malam ini adalah acara rama Tama yang akan di lakukan di kampus Kinar.


Nyonya Tika sudah mempersiapkan semuanya, dari pakaian, dan makeup. ia ingin agar menantunya terlihat cantik dan memukau di acara nanti.


Tak lupa kinarpun mengajak Lia agar menunggu acara malam nanti di rumahnya. Lia yang sudah mengetahui semuanya pun menolak permintaan Kinar. Lia merasa tidak enak harus berada di keluarga yang terkaya dan ternama itu.


Kinarpun tak memaksa Lia, ia meminta salah satu kenalannya agar datang ke apartemen nya di mana Lia tinggal, agar Lia di makeover.


Ayah Ranggapun datang, ia tidak ingin melewatkan acara menantunya itu. walaupun Hans sibuk ia tetap menyempatkan dirinya untuk datang.


Kedua keluarga saling mengobrol dan di barengi dengan canda dan tawa.


Kinar merasa tidak leluasa berada di tempat itu, karna Rangga selalu mengawasinya, bahkan tangan Rangga tak pernah ia pindahkan dari belakang Kinar. walaupun tangan Rangga hanya berada di atas shofa tapi Kinar merasa tidak nyaman karna ada orang tuanya dan juga mertuanya.


Rangga sesekali memegang rambut Kinar, menyisir rambut Kinar dengan jari-jarinya. dan menyelipkan rambut Kinar ke telinga Kinar.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kinar dengan merasa canggung


"Aku melakukan apa yang aku ingin lakukan"


"Kita sedang berada di antara orang tua kita, dan ini tidak baik Rangga"


"Trus bagaimana? aku bahkan ingin menciummu di sini" ucap Rangga dengan berbisik


Kinar langsung menatap Rangga dengan raut wajah yang marah.


"Apa kamu sudah gila?"


"Sepertinya iya" jawab Rangga sambil tersenyum dan tangannya terus memegang rambut Kinar.

__ADS_1


Kinar yang mendengar apa yang Rangga katakan terbengong-bengong ketika mendengar jawaban Rangga.


"Dan kamu tau apa yang membuatku gila?"


"Apa ?"


"Karna kamu aku menjadi gila, kamu sudah meracuni pikiranku dan juga kamu sudah mencuri hatiku" ucap Rangga dengan berbisik


Kinar tersenyum kecil mendengar apa yang Rangga katakan, rasanya Kinar ingin melompat-lompat ketika mendengar pengakuan Rangga. tapi ia menahannya agar tidak terlepas kendali, dan mempermalukan dirinya di depan Rangga dan juga orang tuanya.


Rangga yang melihat kalau Kinar tersenyum, ia berencana akan membuat Kinar jatuh cinta kembali padanya, bahkan ia ingin agar Kinar tidak akan melupakannya dan tidak ingin jauh darinya.


Rangga memegang tangan kanan Kinar, ia menariknya dan menempelkan tangan Kinar ke dadanya.


"Apa yang kamu lakukan Rangga, lepaskan Rangga malu di lihat oleh mereka"


"Rasakan, bahkan aku tidak bisa mengendalikan detak jantungku ketika melihatmu dan berada di dekatmu Kinar" ucap Rangga penuh gombalan.


"Jika kamu tidak ingin mereka melihat kita, haruskah kita pergi ke tempat yang tak ada satupun orang yang bisa melihat kita?" tanya Rangga.


Kinar yang mendengar apa yang Rangga katakan, ia terbatuk-batuk mendengar apa yang Rangga katakan.


"Kamu gak apa-apa sayang?" tanya nyonya Tika dengan memberikan segelas air.


"Aku gak apa-apa ma" jawab Kinar sambil mengambil air yang di berikan nyonya Tika dan meminumnya.


Rangga menatap mamanya.


"Kenapa kamu menatap mama seperti itu Rangga?"

__ADS_1


"Seharusnya kan Rangga yang mengambil airnya dan memberikannya ke Kinar ma"


"Kamu kelamaan keburu meninggal anak orang ketika harus menunggu kamu"


"Mama, koq gitu sih ngomongnya"


Ayah Rangga, ibu Yati dan Bram tertawa melihat sikap Rangga yang tidak terima kalau mamanya mengambil ahli peran yang harus ia lakukan.


"Ini, kamu berikan ke Kinar"


"Tapi Kinar sudah selesai meminumnya ma"


"Ya gak apa-apa, anggap saja kamu sudah melakukannya"


Rangga mengusap-usap belakang Kinar agar segera mereda batuknya. namun Kinar keselek kembali ketika Rangga membisikan sesuatu.


"Udah baikan SAYANG?" bisik Rangga dengan memanggil Kinar dengan kata sayang.


"Uhuk...uhuk.."


"Ini minumlah" Rangga memberikan air agar Kinar meminumnya lagi, dan sambil mengusap-usap belakang Kinar.


"Rangga berhentilah, kasian Kinar"


"Rangga tidak melakukannya ma"


"Kamu pikir mama gak tau apa yang kamu bisikin ke telinganya Kinar"


"Emang Rangga salah, memanggil istri Rangga dengan kata sayang, memanggil sayang ke wanita yang Rangga cintai" ucap Rangga memberitahukan ke mamanya.

__ADS_1


Kedua orang tua Kinar terdiam ketika mendengar apa yang di katakan oleh Rangga, dengan sendirinya senyuman itu terbit di wajah kedua orang tua Kinar. ayah Kinar memegang tangan istrinya dan merasa bahagia kalau dirinya tidak salah memberikan putrinya ke laki-laki yang tepat.


__ADS_2