
Rangga terus menatap Kinar yang menyiapkan makanan di atas meja, sampai Kinar mengambil makanan buat dirinya. namun Kinar terlihat biasa saja bahkan dirinya hanya melemparkan senyuman ke Rangga.
Kenapa dia terlihat santai Skali, apa dia tidak mengingat dengan yang terjadi semalam di antara kita, dan kenapa aku yang jadi salah tingkah seperti ini, dan apa ini kenapa jantungku berdetak cepat.
Rangga memegang dadanya, ia tidak mengerti kenapa dirinya seperti ini, dan kenapa Kinar terlihat begitu santai.
Kinar menyelesaikan makannya lalu pergi, karna hari ini ia udah janji mengajak Lia dan Ria pergi melamar kerja. dan tanpa di duga Lia langsung di terima di restaurant termahal, termewah. Lia tidak bisa berkata-kata ketika dirinya langsung di terima. dan Lia langsung di terima sebagai Manager restaurant.
Kinar melihat sahabatnya tersenyum dirinya pun ikut tersenyum, sebagai sahabat ia ingin menjaga Lia dan Ria, dan akan selalu membuat mereka bahagia.
Ria mencoba melamar di kantor Beautiful, namun dirinya hanya tinggal menunggu panggilan saja, jika dirinya di panggil itu berarti dirinya di trima.
Kinar membantu kedua sahabatnya untuk melamar kerja dan semua itu berhasil. kini tinggal dirinya
"Makasih ya Kinar, karna sudah membantu kita melamar kerja" kata Lia
"Demi kalian apapun itu pasti akan ku lakukan" jawab Kinar dengan tersenyum
"Kamu enak Lia, udah ke trima. aku masih menunggu panggilan" ucap Ria dengan terlihat sedih.
"Percayalah Ria, kamu pasti akan di trima juga" ucap Lia dengan menyemangati Ria.
"Semangat Riaaaaaaa" teriak Kinar dan Lia.
Setelah berteriak mereka berpelukan satu sama lain.
Mereka pergi untuk istrahat di restaurant yang Lia di trima, tapi Lia dan Ria sedikit menolak untuk makan di sana, karna mereka mengetahui makanan di sana mahal-mahal.
Namun Kinar langsung mengatakan kalau dirinya ingin mentraktir kedua sahabatnya, dan sahabatnya pun menerimanya. karna menurut mereka kapan lagi makan di tempat mewah.
*****
Kinar pergi di suatu tempat, ia masih merahasiakan apa yang ia lakukan, bahkan orang tuanya pun tidak mengetahuinya.
Sehingga 3 hari semua kejutan itu akan Kinar perlihatkan untuk kedua orang tuanya.
Kinar memeriksa sebuah tempat, untuk memastikan semuanya sudah selesai. dan ternyata semua telah selesai hanya tinggal menunggu waktunya saja.
__ADS_1
Handphone Kinar berdering, ia mengeluarkan handphonenya di dalam tasnya, tertera nama Anand memanggil di layar handphonenya.
"Hallo paman"
"Bagaimana? apa kamu siap dalam 3 hari lagi?
"Siap paman"
******
Lia pergi ke rumahnya ia ingin memperlihatkan ke ayahnya kalau dirinya telah menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan. namun sesampainya di rumah bukan sambutan bahagia yang ia dapatkan tapi sambutan amarah.
"Dari mana saja kamu nak?" tanya ibu tirinya dengan berdiri dan mengusap rambut Lia.
hah! dasar wanita bermuka dua, di depan ayah saja sok baik. tapi di belakang ayah seperti ib*is
"Sayang, padahal aku sudah mencoba melarang Lia agar tidak keluyuran di luar, tapi dia tetap memaksa pergi"
Cih.
"Apa kamu gak salah makan, sampai berubah seperti itu"
"Aku berharap kamu tidak kembali lagi ke tempat ini" ucap Mira lagi dengan membisikan di telinga Lia.
"Ayah aku membawakan kabar gembira, aku telah mendapatkan pekerjaan.
"Kamu sudah mendapatkan pekerjaan? ibu ikut senang" ucap Mira dengan berpura-pura bahagia.
Dasar anak sialan, kelihatanya jalanmu begitu mulus. tunggu saja aku akan membuatmu di pecat dari tempat itu. Mira
Lia menepiskan tangan Mira, Lia masih mengingat bagaimana perlakuan Mira terhadapnya.
"Jaga sopan santunmu dengan baik Lia" bentak ayahnya
"Ayah, aku hanya membela diriku dari wanita bermuka dua ini"
"Diam Lia" teriak ayahnya dengan melayangkan tangannya di pipi milik Lia
__ADS_1
"Kamu tidak berbeda dari ibumu, kamu sama saja dengan ibumu, hanya menyusahkan" ucap ayahnya dengan menunjuk wajah Lia.
"Sayang, semua ini salahku bukan salah Lia." Mira sok membela Lia di depan ayahnya
"Lihat ibu tiri yang kamu benci bahkan dia tetap memaafkanmu, dan membela sikapmu yang kurang ajar itu"
Lia menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca sambil memegang pipinya.
"Ayah jangan pernah menyebut ibu seperti itu, karna ibu sudah tenang di surga"
"Kenapa kamu gak suka ayah mengatakan kalau sikapmu seperti sikap ibumu yang keras kepala itu"
"Ayaaahhh" teriak Lia karna dirinya mulai terlihat kesal.
"Bahkan ayah tidak tau kalau selama ini aku tidur di gudang, selalu di kunci dan tidur di luar. aku kedinginan, semua itu ibu Mira yang melakukannya" ucap Lia lagi
"Diam kamu, kamu tidak berhak memfitnah ibumu seperti itu"
"Tapi ayah"
"Silahkan pergi dari rumah ini, aku tidak ingin melihatmu lagi" ucap ayah Lia dengan mengusir dirinya
"Sayang, kamu tidak perlu mengusirnya, nanti kalau Lia pergi dia tidur di mana sayang. kasian Lia"
"Biarkan dia pergi, dia bisa mendapatkan tempat untuk dirinya sendiri" ucap ayahnya Lia, lalu dirinya masuk kedalam kamar.
Lia berdiri di tempatnya dengan menangis, yang ia miliki di dunia ini hanya ayahnya. tapi ayahnya yang begitu ia sayangi malah mengusirnya pergi tanpa membelanya sedikitpun.
"Akhirnya kamu pergi juga Lia" ucap Mira dengan menarik nafasnya. "Aku tidak perlu membuangmu karna ayahmu sendiri telah membuangmu"
"Akhirnya aku menjadi pemilik kamar itu seutuhnya, tanpa harus berbagi." ucap serina.
Lia mengambil beberapa pakaiannya dan juga beberapa kenangan dirinya bersama dengan ibunya.
"Cepatlah keluar, kami ingin istirahat" teriak Mira dan Serina adik tirinya.
Lia keluar dari rumah itu, Lia tidak tau kemana ia harus pergi, karna saat ini di luar hujan begitu deras Lia berjalan di bawah turunnya air hujan. dengan adanya hujan Lia bisa menyembunyikan air matanya.
__ADS_1
Lia menangis sambil berjalan, yang dirinya tidak tau harus pergi kemana.