
Kehamilan Kinar terdengar di telinga orang-orang yang tidak menyukai Kinar sehingga membuat mereka marah, dengan adanya bayi di dalam perut kinar membuat rumah tangga mereka bertambah bahagia.
Helenpun marah ke ayahnya Rangga belum juga memohon di hadapannya seperti yang ayahnya janjikan, tapi mala mendengar Kinar sedang mengandung anak Rangga.
Pendiri kampus memanfaatkan Reni di mana dirinya begitu membenci Kinar, Reni telah membujuk ayahnya agar melepaskannya, dia sudah berjanji tidak akan mengusik kehidupan Rangga dan kinar tapi semua itu hanyalah sandiwara.
Reni berbohong dengan bersandiwara menangis di depan ayahnya, dan tuan Endrow pun mempercayai begitu saja semua kebohongan Reni.
Malam ini pendiri kampus menelfon Reni dan menceritakan apa yang harus di lakukan Reni agar kinar tau siapa orang yang ia hadapi. Reni dan pendiri kampus tertawa satu sama lain di balik handphone genggam mereka.
"Kalian terlalu meremehkan siapa aku, aku akan menghancurkan kalian dan menyiksa kalian" ucap pendiri kampus.
Dengan rencana yang mereka sepakati Reni menyiapkan semua.
"Mampus kamu Kinar, aku pastikan kamu tidak akan bisa bahagia dan hidup tenang" ucap Reni dengan tertawa terbahak-bahak. "Ini adalah rencana yang tepat yang bisa mendapatkan semua, dengan ini aku yakin pasti bayi yang kamu inginkan tidak akan bertahan lagi" ucap Reni dengan tertawa lagi yang memikirkan bahwa rencana mereka berdua akan berhasil menghancurkan kebahagiaan Kinar.
Sesuai yang di rencanakan pagi ini mereka akan memulainya dengan mengirim sebuah paket ke rumah Rangga.
Mereka melakukan sarapan pagi berdua saja, nyonya Tika dan juga putranya, Rangga. mengingat Kinar masih dalam tahap ngidam membuatnya sangat sulit untuk pergi ke dapur. Kinar selalu berada di dalam kamar akhir-akhir ini, dan sesekali ia keluar dari kamar yaitu di halaman depan.
"Ma, hari ini Rangga akan ada rapat penting, kemungkinan Rangga akan pulang agak telat hari ini"
"Kamu tenang saja mama akan menjaga Kinar dengan baik, kamu fokus saja di rapat hari ini"
"Iya ma, aku hanya minta ke mama jika terjadi sesuatu dengan Kinar tolong menghubungi Ranggaa"
"Iya, iya. Mama pasti akan menghubungi kamu"
Pukul 10 siang Rangga sudah berada di kantornya, ia berangkat ke kantor dari jam 8 pagi, Kinar baru saja keluar dari kamar setelah selesai mandi. ia duduk di ruang keluarga menonton tv bersama dengan nyonya Tika. di tengah mereka sedang serius tiba-tiba bel rumah berbunyi. pelayan membuka pintu seseorang mengantar paket atas nama Kinar.
"Siapa bi?" tanya nyonya Tika
"Ini nyonya kurir, katanya ada paket buat nona kinar" jawab pelayan di rumah itu dengan memberikan paket ke nyonya Tika.
Nyonya Tika menatap Kinar dengan menanyakan tentang paket.
"Kamu memesan paket sayang?"
"Gak ma, Kinar tidak memesan apapun"
Nyonya Tika menatap paket itu dengan menggoyangkan, dengan rasa penasarannya nyonya Tika membukanya.
"Mama buka ya"
__ADS_1
"Iya ma"
Ketika mereka membukanya ternyata paket itu kiriman dari Berly dan juga Deri. mereka mengirimkan album foto dan juga handicame. dalam handicame terdapat video mereka melangsungkan pernikahan dengan pesan terima kasih mereka kepada Kinar dan juga Rangga.
"Mama kira apa, ternyata foto dan video sayang" ucap nyonya Tika tersenyum
"Iya ma" kinarpun ikut tersenyum.
Hanya selang beberapa menit dengan kiriman paket, Berly menelfon Kinar.
"Apakah kamu sudah menerima paket dariku"
"Iya Berly, maaf aku gak bisa datang"
"Aku mengerti koq karna saat ini kamu sedang berbadan dua."
"Maaf ya"
"Gak apa-apa Kinar, semoga aku akan cepat menyusul juga" ucap Berly dengan tertawa.
Bel rumah mereka berbunyi kembali dengan pelayan yang membukakan pintu, pelayan mengantarkan paket lagi untuk Kinar.
"Berly kamu terlalu memberiku begitu banyak kejutan dengan foto dan video ini, tapi kamu mengirimkan paket lagi"
"Iya, paket satu baru sampai Berly"
"Tapi Kinar aku tidak mengirimkan paket lagi aku hanya mengirimkan paket satu saja yang berisikan album foto dan juga video."
"Terus ini paket dari siapa?"
"Aku gak tau Kinar"
Kinar menatap nyonya Tika sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Berly pamit dengan mengakhiri panggilannya dengan Kinar.
"Kalau bukan dari Berly siapa yang mengirimkan Kinar"
"Gak tau ma, Kinar tidak memesan barang apapun"
Karna dengan rasa penasaran nyonya Tika mencoba mulai membukanya, tapi ia memiliki firasat buruk tentang paket ini. nyonya Tika melepaskan perekat dengan pelan.
Kinarpun mulai penasaran dengan isi paket itu, tapi ia tidak bisa mengabaikan tenggorokannya yang kering, Kinar pergi ke belakang mengambil segelas air putih. Kinar terkejut ketika sedang meminum air mendengar teriakan mertuanya. dengan cepat Kinar menghampiri nyonya Tika tapi nyonya Tika berjalan ke arah Kinar dengan memeluk Kinar.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu kesana sayang, kamu temani mama minum air" ucap nyonya Tika mencoba mengalihkan Kinar agar tidak melihat apa isi paket itu.
"Mama kenapa sampai berteriak seperti itu?" tanya Kinar dengan menatap ke arah ruang keluarga.
"Mama gak apa-apa sayang, hanya kaget saja. mama kira ada kecoak di bawah kursi tapi bukan" jawab nyonya Tika dengan berbohong.
Pelayan di rumah itupun terkejut ketika melihat sesuatu yang ada di dalam dus, nyonya Tika memintanya agar meletakannya di belakang untuk di perlihatkan ke Rangga.
Nyonya Tika menunggu Rangga pulang untuk di beritahukan apa yang terjadi di rumah ini. setelah menidurkan Kinar. nyonya Tika berdiri di ruang tamu menunggu Rangga.
Rangga pun telah tiba, ia melihat tumben mamanya menunggunya di depan pintu.
"Ada apa ma, kenapa mama berdiri di sini gak pergi istirahat"
"Ada sesuatu yang ingin mama ceritakan padamu"
Rangga meletakan tas dan jas nya, lalu ia pergi ke dapur untuk mengambil air putih di dalam kulkas.
"Apa ada sesuatu yang terjadi hari ini ma?" tanya Rangga
"Iya Rangga"
"Apa saja yang terjadi hari ini, dan apakah istriku baik-baik saja ma?"
"Kinar baik-baik saja, hanya saja"
"Hanya saja kenapa ma?"
Nyonya Tika menarik nafasnya lalu menceritakan semuanya dari A sampai Z, dari Berly mengirimkan paket sampai paket kedua tiba.
"Isi paket itu apa ma?" tanya Rangga dengan penasaran
Nyonya Tika mengajak Rangga ke belakang untuk di perlihatkan isi paket itu.
"Kita mau kemana ma?"
"Kamu akan tau Rangga"
Sampai di belakang nyonya Tika menunjukan sebuah dus yang berisikan sesuatu.
Rangga pun terkejut melihat isi dus itu, yang berisikan foto Kinar dan tikus mati sambil tertulis mereka tidak akan membiarkan Kinar bahagia, mereka akan menghantui Kinar sampai tidak bisa mengendalikan pikiran dan ketakutan istrinya.
Rangga mengepalkan kedua tangannya ketika melihat apa yang di perbuat oleh orang-orang yang berani menyakiti istrinya. malam itu Rangga menelfon Frans agar datang ke rumahnya, Rangga menunggu Frans di ruang kerjanya.
__ADS_1