
Setelah tuan Robert menyelesaikan urusannya dengan pendiri kampus, ia pergi menjenguk cucunya.
"Kakek..!" panggil Kinar dengan menghampirinya dan memeluknya
Rangga terlihat begitu tegang ketika kedatangan tuan Robert, pria yang selalu memasang wajah menakutkan dan tak pernah terlihat senyuman di wajahnya.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Baik kek, kakek kenapa gak bilang ke Kinar kalau mau datang nanti kinar masak makanan kesukaan kakek."
"Kakek memiliki beberapa urusan dan harus menyelesaikannya, sehingga membuat kakek datang dengan terburu-buru tanpa memberi kabar ke Kinar" jelas tuan Robert dengan mengalihkan pandangannya ke arah Rangga.
Rangga menatap tuan Robert dengan memasang senyuman di wajahnya, namun tuan Robert tak sedikitpun tersenyum.
Anand pun terdiam ia tidak berani mengatakan apa-apa setelah ayahnya marah besar dengan membiarkan orang-orang yang mencoba membunuh Kinar masih berkeliaran di luar sana.
"Kakek harap kamu baik-baik saja Kinar"
"Pasti kek, Kinar akan selalu menjaga diri Kinar"
"Hmmmm, bagus"
Tuan Robert pamit ke Kinar, ia tidak bisa berlama-lama karna ada sesuatu yang harus ia periksa.
"Gak makan dulu kek?"
"Kakek buru-buru Kinar"
"Baiklah, tapi kakek janji ketika anak-anak Kinar lahir kakek harus datang"
"Pasti kakek datang" ucap tuan Robert dengan memeluk Kinar dengan wajah tanpa ekspresi.
Kinarpun membalas pelukan tuan Robert.
"Kamu harus menjaga cucu saya, jangan sampai dia terluka"
"Baik tuan"
"Ingat jangan sampai terluka" ucap tuan Robert dengan memperjelas dan mempertegas ucapannya lagi.
Kinar menatap wajah Rangga yang begitu tegang, untuk menghilangkan ketegangan di wajah Rangga, Kinar memegang tangan suaminya yang sudah berkeringat sambil berbisik.
"Santai saja sayang, kakek orangnya baik koq" ucap Kinar ke Rangga.
"Iya sayang" jawab Rangga.
Baik sih baik sayang, tapi kalau seperti itu wajah kakekmu, siapapun orang yang akan melihatnya pasti ketakutan juga.
__ADS_1
"Aku meminjam semua pengawal rumah ini, nanti yang akan menggantikannya sementara beberapa orang-orangku" ucap tuan Robert membuat Anand bertanya-tanya ada apa dengan ayahnya yang tiba-tiba meminjam anak buahnya yang ia tugaskan menjaga rumah Rangga. sedangkan ayahnya membawah beberapa pengawal.
Tanpa bantahan lagi Rangga mengiyakan apa yang tuan Robert katakan, setelah ia menatap Anand yang menganggukan kepalanya dengan menyuruhnya mengizinkan apa yang ayahnya inginkan.
Tuan Robert pamit untuk kembali dengan membawa semua pengawal rumah Rangga.
"Anand! ada apa,? kenapa ayahmu ingin membawah semua pengawal yang ada di rumah ini,?"
"Aku juga gak tau Rangga,? jawab Anand dengan menatap tuan Robert yang telah pergi dengan mobil.
"Paman! ada apa dengan kakek? Kakek bukan orang yang suka berpergian kalau gak ada urusan penting" ucap Kinar
"Maksud kamu sayang? berarti kakek kamu datang kemari karna ada sesuatu yang membuatnya marah?" tanya Rangga dengan wajah kebingungan
"Iya sayang, kakek orangnya sibuk banget, dia selalu mengutus orang-orang kepercayaannya untuk pergi mengurus semuanya. Kakek bukan orang yang gampang bisa di temui"
Mendengar ucapan Kinar, Rangga mengalihkan tatapannya ke arah Anand.
"Anand! apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Rangga.
Sebelum menjawab Anand menatap Rangga lalu ke arah Kinar. Rangga yang paham bahwa Anand tidak bisa mengatakan di hadapan Kinar. Anand takut nanti akan berdampak pada kehamilan Kinar.
"Sayang, kamu istrahat lebih dulu, ada sesuatu yang harus aku bahas dengan Anand" ucap Rangga sambil mengelus-ngelus perut Kinar.
"Baik sayang"
Setelah tubuh Kinar tak terlihat, Rangga menatap Anand dan menanyakan apa yang terjadi.
"Ayahku baru saja membunuh tuan Rator dan putrinya"
"Apa?!"
"Iya Rangga, ayah mengetahui kalau selama ini pendiri kampus itu mencoba melukai Kinar. makanya ayah marah dengan menyiksa mereka lalu membunuh dan memasang bom di rumah pendiri kampus"
"Terus hubungannya dengan pengawal rumahku apa Anand?"
"Itu yang aku pikirkan Rangga, sepertinya ayahku mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui"
"Begini saja, biar lebih jelasnya kamu pergi dan susul ayahmu biar semua jelas."
"Kamu harus menjaga Kinar dengan baik Rangga, jangan sampai terjadi sesuatu dengannya. kamu masih ingat apa yang ayahku katakan tadi sebelum dia pergi."
"Iya aku ingat Anand"
"Baguslah kalau kamu ingat, ya sudah aku pergi dulu melihat apa yang terjadi sebenarnya"
Anand pergi mengejar tuan Robert, untuk mengetahui apa yang terjadi. sedangkan Rangga menutup rumahnya dengan rapat-rapat dan menemani kinar yang sedang istirahat di kamar.
__ADS_1
Rangga naik ke atas tempat tidur tepat di samping istrinya, ia memeluk istrinya dari belakang sambil memikirkan apa yang Anand katakan padanya.
"Paman sudah pergi?"
"Iya sayang" jawab Rangga sambil mengelus-ngelus perut istrinya dan merasakan tendangan dari sang buah hati.
Gerakan dari sang buah hati membuat mereka tersenyum, Rangga mencium seluruh perut istrinya.
"Daddy gak sabar lagi menantikan kalian wahai anak-anak Daddy" ucapan Rangga refleks mendapatkan respon dari buah hatinya dengan memberikan gerakan menendang perut Kinar.
"Lihat sayang, mereka bergerak ketika mendengar apa yang aku ucapkan" ucap Rangga menunjuk perut Kinar dengan menatap Kinar.
"Iya sayang" jawab Kinar tersenyum ikut bahagia.
Anand sampai di tempatnya ia melihat Roy sedang berdiri.
"Ayahku mana?" tanya Anand dengan berjalan sambil di ikuti Roy.
"Ayah anda sedang berada di dalam tuan" jawab Roy
Anand menuju ke ruangan yang selalu ia gunakan untuk menyiksa dan membunuh orang-orang yang jahat padanya dan orang-orang terdekatnya.
Anand mendengar suara rintihan dengan keras dan suara memohon, Anand menghentikan langkahnya dengan menatap Roy untuk memperjelas teriakan seseorang.
Suara teriakan itu semakin keras, Anand melebarkan langkah kakinya menuju ke ruangan yang biasa ia lakukan untuk mengintrogasi dan menyiksa musuh ataupun pengkhianat.
Sesampainya di ruangan, Anand terkejut melihat apa yang tuan Robert lakukan pada orang-orangnya yang ia utus untuk menjaga rumah Rangga dan Kinar.
"Ayah!" panggil Anand dengan menatap ayahnya yang saat ini sedang menyiksa dengan mencam**k mereka.
Tuan Robert berhenti lalu menatap Anand. tuan Robert menghela nafasnya lalu memukul mereka sekali lagi.
"Ayah! apa yang terjadi?"
Tuan Robert menyuruh Anand agar melihat sesuatu di handphone yang ada di atas meja. Anand menatap ayahnya dan menatap anak buahnya, lalu ia mengambil sebuah handphone di atas meja. Anand memutar video dan betapa terkejutnya ketika melihat beberapa orangnya bekerja sama dengan pendiri kampus.
"Ayah tidak percaya kamu bisa selalai ini mengurus anak buahmu Anand" ucap tuan Robert.
Anand tak bisa berkata-kata lagi setelah melihat apa yang mereka lakukan.
Salah satu orang yang berkhianat padanya mendekatinya dengan memeluk kakinya dan mohon ampun. agar Anand memaafkan apa yang mereka lakukan.
Anand menatap mereka yang saat ini tubuh mereka penuh luka, tuan Robert menyiksa mereka dengan hanya memakai celana pendek saja. Anand melepaskan kakinya dengan mundur kebelakang.
Anand membiarkan apa yang akan ayahnya lakukan, ia menyadari karna telah melakukan kesalahan yang hampir saja melayangkan nyawa Kinar, ponakan kesayangannya.
Mendengar mereka memohon ampun membuat tuan Robert marah sehingga memotong Li*ah mereka agar tidak memohon lagi.
__ADS_1
Beberapa orang terdiam ketika melihat teman mereka yang sedang berteriak memohon harus kehilangan lidahnya. dan beberapa orang kehilangan tangan kanan mereka.
Tuan Robert memberikan mereka pelajaran dengan memo**ng tangan kanan mereka. lalu ia memberikan tugas ke Anand untuk mengurus mereka dan menyelesaikannya.