
Pukul 4 Kinar bangun dari tidurnya ia berusaha melepaskan dirinya, 10 menit Kinar berhasil melepaskan dirinya. Kinar menatap Rangga yang masih tertidur dengan memainkan kepalan tangannya ke wajah Rangga.
"Dasar pria setres" ucap Kinar
Kinar pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan sekaligus mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. setelah selesai Kinar melanjutkan dengan menyiapkan sarapan untuk suaminya walaupun suaminya begitu menyebalkan.
Kini Kinar berpacu dengan panci, rempah-rempah, kompor dan beberapa wadah. Kinar yang sudah terbiasa hidup sederhana baginya hal memasak adalah hal yang begitu gampang baginya tapi yang lebih gampang adalah membuat makanan kesukaannya seperti nasi goreng, telur dadar dan juga mie instan.
Setiap pagi pelayan di rumah Rangga selalu melihat tingkah istri tuannya itu menyiapkan sarapan pagi untuk majikannya di iringi dengan sebuah lagu yang Kinar nyanyikan.
Kinar tersenyum ketika melihat pelayan yang sedang berdiri di sampingnya, Kinar mengajak pelanyan yang bernama nur itu untuk menemaninya bergoyang. Kinar adalah seorang wanita yang ceria siapapun di dekatnya akan selalu tersenyum dan akan selalu menyayanginya. Bi Nur sudah menganggap Kinar sebagai putrinya sendiri sehingga ia melakukan apapun yang Kinar lakukan padanya.
Kinar menyanyi seperti seorang penyanyi dengan caranya menyanyinya. di dalam ruangan itu di penuhi dengan tawa dan canda Kinar dan juga Bi nur.
Rangga yang setiap pagi bangun dari tidurnya hanya ingin melihat Kinar memasak dengan gayanya yang bar bar. dan itu selalu berhasil membuat Rangga tersenyum.
"Dasar gadis gila" ucap Rangga dengan tersenyum.
Kinar sedikit lagi akan menyelesaikan aktivitasnya setiap pagi yaitu masak memasak, menyiapkan sarapan pagi buat suaminya.
Rangga yang sudah melihat Kinar hampir menyelesaikan pekerjaannya, Rangga bergegas kembali ke dalam kamarnya agar Kinar tak mengetahuinya bahwa selama ini dirinya selalu memperhatikan sikap bar bar istrinya. Rangga kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang seolah dirinya masih tertidur pulas.
__ADS_1
Rangga tersenyum ketika mengingat sikap Kinar yang menari-nari bersama dengan pelayannya.
Sentak kaki terdengar menunjukan seseorang sedang berjalan menuju ke kamar, Rangga tau jika orang itu adalah Kinar siapa lagi kalau bukan istrinya Karna yang bisa masuk ke dalam kamarnya hanyalah Kinar dan juga dirinya. langkah itu semakin dekat dengan cepatnya Rangga menutup matanya agar tidak ketahuan.
Kinar menatap suaminya yang sedang tertidur dengan kedua tangannya di lipat di dadanya.
"Ternyata belum bangun" ucap Kinar lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi kembali karna tubuhnya sudah berkeringat dan lengket.
Rangga membuka mata sebelahnya melihat Kinar yang sedang berjalan menuju ke dalam kamar mandi.
30 menit Kinar menyelesaikan mandinya ia segera mengganti pakaiannya. setelah selesai Kinar mendekati Rangga yang tetap masih tertidur dengan posisinya yang tadi.
Kinar senyum-senyum ketika mendapatkan sebuah cara membangunkan Rangga dengan cepat, karna selama ini Rangga begitu susah di bangunkan. Kinar naik ke atas tempat tidur duduk di belakang Rangga karna saat ini posisi Rangga miring.
"Suamiku, apa kamu gak akan bangun? apakah kamu akan selalu tidur, jika iya biarkan aku mengelus-ngelus wajahmu" ucap Kinar dengan menahan tawanya. "Oh suamiku tampan" ucap Kinar lagi dengan mencubit pipi milik Rangga.
Rangga yang mulai merasa nyaman bahkan ia mulai terbiasa dengan tingkah Kinar. Rangga membiarkan tangan Kinar memegang wajahnya, mencubit wajahnya seolah dirinya sedang tertidur pulas tapi Rangga hanya berpura-pura saja.
Kinar yang melihat Rangga tak bangun, Kinar mendekatkan wajahnya lalu membisikan sesuatu ke telinga Rangga "Apa kamu keenakan suamiku?" bisik Kinar dengan mulai kesal.
Rangga yang merasa telinganya geli ia langsung berbalik ke arah Kinar namun ketika Rangga berbalik Kinar terjatuh ke dalam pelukannya ketika Kinar bangun Rangga tiba-tiba menahannya. dengan wajahnya yang berdekatan dengan wajah Rangga mereka saling bertatapan. Rangga mulai mendekatkan wajahnya dan Kinar menutup kedua matanya tapi yang dilakukan Rangga ia membisikan "Wajah jelekmu itu selalu mengganggu pemandangan pagiku setiap ku bangun" bisik Rangga dengan mendorong Kinar agar menyingkir di dekatnya.
__ADS_1
Kinar membuka matanya, Kinar begitu malu namun mendengar apa yang Rangga ucapkan membuat Kinar ingin menjambak rambut Rangga namun Rangga keburuh masuk ke kamar mandi.
"Dasar laki-laki stres, mata rabun" teriak Kinar
Rangga yang mendengarkan teriakan Kinar hanya tersenyum di dalam kamar mandi sambil menatap dirinya di depan cermin dan memegang wajahnya yang di sentuh oleh istrinya.
Kinar turun dari tempat tidur, merapikan tempat tidur menyiapkan pakaian kantor untuk Rangga suaminya. Kinar melanjutkan dengan dirinya berdandan untuk keluar bersama dengan teman-temannya.
Rangga telah menyelesaikan mandinya ia keluar dan memakai pakaiannya namun pandangan Rangga selalu menatap Kinar yang tengah bersiap-siap. Rangga memberikan das kepada Kinar dengan melemparkan kewajah Kinar.
Kinar yang sedang berdandan tiba-tiba di ganggu oleh Rangga sehingga polesan wajahnya menjadi berantakan. Kinar berbalik lalu menatap wajah Rangga dengan penuh energi.
"Sudahlah wajahmu membuatku takut karna kejelekannya"
Kinar berdiri dari tempat duduknya lalu memakaikan das di leher Rangga. dengan tatapan yang ingin membunuh Rangga.
"Jangan mencoba melakukannya" ucap Rangga dengan memberi peringatan agar Kinar tidak melakukan sesuatu pada dirinya. "Auuu kamu mau membunuhku?"
"Iya aku ingin membunuhmu agar semua aset milikmu menjadi miliku hahahahaha" ucap Kinar dengan di barengi tertawa
"Dasar gadis gila"
__ADS_1
Kinar meninggalkan Rangga yang berdiri ia pergi keluar untuk sarapan.
Setelah Kinar pergi keluar Rangga tersenyum dan sangat puas melihat raut wajah kinar yang seperti itu.