
Hari pernikahan Rangga telah tiba namun pernikahan itu tidak seperti yang Rangga inginkan sehingga ia membuat aturan yang orang tuanya tidak mengerti, pada hal orang tua Rangga menginginkan pernikahan putra tunggalnya di rayakan dengan di tampilkan dalam semua layar, namun Rangga menginginkan jika pernikahannya tak di ekspor di luar, yang awalnya ia menginginkan semuanya namun cerita itu berbeda dengan rencana awal karna wanita yang akan ia nikahin adalah wanita yang berbeda. saat ini Rangga berdiri berdampingan dengan Kinara semua orang memuji kecantikan Kinara namun tidak dengan Rangga. melihatnya saja tidak apalagi memujinya. dengan sikap Rangga yang seperti itu Kinara sabar saja semoga ia bisa melewati pernikahan ini.
"Selama para tamu mendekati ke arah kita saya harap kamu tidak membuat kesalahan dengan mempermalukan saya di depan mereka"
Kinara menatap pria yang berada di sampingnya yang baru saja mengatakan sesuatu entah apa yang dia ucapkan, Kinara terus tersenyum setiap kali para tamu menatap ke arahnya walaupun ia gak tau apa yang mereka omongin.
Para tamu mulai mendekati ke arah mereka berdua dengan memberikan hadiah pernikahan dan juga memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka. Kinar yang di besarkan dari keluarga sederhana tak lupa dengan menundukkan kepalanya tanda dirinya memberi hormat. orang-orang begitu memuji Kinara. selain cantik, Kinara ramah dan penuh sopan santun namun semua itu Rangga tak memperdulikannya, yang di pedulikan Rangga adalah dirinya.
Rangga menatap Kinara dengan tatapan yang tak terbacakan, Rangga mengalihkan pandangannya ke arah lain "Kamu gak perlu menunduk seperti itu ke mereka, biarkan mereka yang menunduk karna kamu adalah istri Rangga Wijaya" ucap Rangga
Kinara yang mendengarkan ucapan Rangga, ia memonyongkan bibirnya "Tapi kamu tetap manusia, memangnya kamu Rangga Wijaya terbuat dari robot? bisa saja dia terbuat dari robot" batin Kinara. Kinara memiringkan wajahnya ke samping sambil tertawa.
Rangga menatap Kinara yang tubuhnya bergetar dengan tangannya menutup mulutnya karna suara tawanya terdengar oleh Rangga.
"Kamu sedang apa?"
Kinara yang mendengarkan ucapan Rangga, ia merapikan rambutnya sambil berdiri tegak dan menatap para tamu, namun bibir Kinara masih terlihat tersenyum. "aku sedang tertawa karna menemukan nama yang lucu untukmu" batin Kinar sambil menahan tawa.
Rangga yang melihat Kinara menahan tawa entah apa yang ia tertawakan. "dasar gadis yang aneh" ucap Rangga dengan suara kecil.
Para tamu mulai pamit satu persatu setelah memberikan ucapan selamat kepada keduanya. Rangga yang terkenal dengan sikap dingin, tegas, dan tak pernah tersenyum membuat orang-orang tak mengharapkan mendapatkan senyuman balasan dari CEO tampan itu. para tamu lebih nyaman memberikan selamat pada Kinara dari pada Rangga.
Kini yang tersisa hanyalah keluarga saja dan mereka berdua. para orang tua begitu bahagia bahkan mereka berniat mengantarkan Kinara dan rangga masuk ke dalam kamar.
Kinara sebagai anak yang ramah dan penurut ia menuruti ucapan orangtuanya. berbeda dengan Rangga yang tak mendengarkan ucapan orang tuanya, ia malah meninggalkan mereka dan menuju ke kamar.
__ADS_1
Sikap Rangga membuat keluarga salah paham yang mereka pikir Rangga kebelet udah gak tahan lagi makanya ia memberi kode pada Kinara dengan ia masuk ke dalam kamar lebih dulu.
"Lihat sayang, suamimu udah gak tahan ia ingin kamu segera menyusulnya" ucap nyonya Tika selaku ibu dari Rangga.
Kinar yang mendengarkan ucapan mertuanya tersenyum penuh keterpaksaan "Tante gak tau kalau dia itu gak suka sama aku, bukan ngajak aku tidur cepat" batin Kinar.
"Kamu masuklah nak, kasian suami kamu sudah menunggu" ucap ibunya Kinara.
"Tapi Bu, Kinar masih ingin bersama dengan ibu dan ayah"
"Gak usah, kan kita sering ketemu, pergi sana jangan buat suamimu lama menunggu" ucap ibunya Kinara.
Mertuanya pun mengantarkan Kinara sampai di depan pintu kamar dan meninggalkan Kinara.
"Jangan lupa buat yang banyak biar mama gak kesepian" ucap nyonya Tika tanpa malu-malu mengucapkannya.
"Masuk saja sayang, kamu gak perlu takut putra mama gak akan menggigit kamu koq" ucap nyonya Tika
Nyonya Tika mengetuk pintu kamar dan pergi meniggalkan Kinara yang terlihat bingung dengan apa yang mertuanya lakukan.
Pintu kamar mulai di buka namun Rangga malah meninggalkan Kinara yang berdiri di depan pintu. ia menuju ke tempat ganti.
Kinara masuk ke dalam kamar dengan jantung yang berdetak kencang namun jantung itu bukan karna ia jatuh cinta melainkan takut. ia berdiri saja dan gak berani melangkah maju ke depan.
Rangga menatap kinar dengan penuh kebingungan "Apa kamu gak akan mandi?" tanya Rangga.
__ADS_1
"Akuuuu..akuuu" ucap Kinara dengan mencari alasan yang masuk akal
"Tenang saja kamu bukan seleraku jadi tak perlu berharap dan berfikiran lebih jauh lagi" ucap Rangga dengan nada suara yang tegas.
"kamu pikir kamu tipeku juga? gak kali kamu tuh jauh dari tipeku" batin Kinara yang membalas ucapan Rangga.
Setelah berganti pakaian Rangga pergi keluar mencari udara segar, ia meninggalkan Kinara berada di dalam kamar.
Kinara melayangkan kakinya di depan pintu sambil mengumpat karna kesal dengan sikap Rangga yang sok tampan.
"Kamu fikir aku menyukai pernikahan ini? haaa, kamu fikir aku tertarik dengan dirimu jangan kegeeran deh" ucap Kinara dengan berteriak-teriak sambil memukul pakaian Rangga yang tergantung di dalam lemari.
Kinara yang sudah kesal ia memukul pakaian Rangga sampai pakaian Rangga yang tergantung menjadi robek dan itu membuat Kinara panik.
"Kenapa ini,mengapa bisa robek aku kan hanya memukulnya sedikit" ucap Kinara dengan panik.
Karena takut ketahuan Kinara merapikan kemeja yang robek itu dengan baik setelah ia melakukannya, Kinara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kinara menikmati mandinya sambil bernyanyi setelah selesai ia mengganti pakaiannya dan tak lupa ia mengecek kemeja yang robek itu, Kinara melihatnya tak ada masalah. "Okey udah beres saatnya untuk beristirahat"
Kinara berjalan mendekati tempat tidur lalu melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memainkan tangan dan kakinya di atas tempat tidur
"Nyamannya, semoga si robot gak kembali kemari, semoga si robot nyasar dan tak menemukan kamar ini" ucap Kinara
Dengan pelan mata Kinara mulai tertutup karna kecapean membuat dirinya merasa mengantuk berat.
__ADS_1
"Hari ini membuat tenagaku terkuras bahkan kakiku menjadi pegal-pegal, rasanya ingin di pijit" ucap Kinara dengan mata yang mulai tertutup sambil mengkhayal pria tampan yang memijit tangan dan kakinya yang terasa pegal itu, sampai akhirnya ia tertidur pulas karna khayalannya itu.