Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 37


__ADS_3

"Kinar..." panggil Lia


"Ada apa Lia? kamu jangan bergerak dulu"


"Aku gak apa-apa Kinar" ucap Lia.


Lia menatap Kinar sambil memegang tangan sahabatnya.


"Makasih Kinar, sudah repot-repot membantuku"


"Kamu ngomong apa Lia, itu sudah jadi tugasku sebagai sahabat kamu. dan oh iya kamu bukan lagi sahabat bagiku tapi sebagai keluargaku" ucap Kinar mengusap air mata Lia. karna saat itu mata Lia berkaca-kaca sehingga tak bisa menahan air matanya keluar.


"Kamu kenapa Lia, kenapa kamu menangis. jangan buat aku sedih juga Lia"


"Karna masalahku kamu mengorbankan nyawa kamu"


"Tapi aku gak apa-apa Lia"


"Jangan bohong Kinar, aku dengar apa yang dokter katakan. kalau lengan kamu"


"Oh ini? kamu gak perlu khawatir itu masih kuat koq" ucap Kinar dengan memukul-mukul lengannya untuk menyenangkan Lia. agar tidak merasa bersalah


Lia tersenyum melihat sahabatnya, Kinar.


*****


Rangga mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah


"Bi..Berly mana?" tanya Rangga

__ADS_1


"Nona Berly ada di atas tuan" jawab bi nur


Berly sedang berdiri dengan mengintip di balik pintu, apakah Rangga sudah datang atau belum, dan ketika ia mendengar suara Rangga dan melihat Rangga menuju ke arah kamar. Berly berlari cepat ke tempat tidur dan berpura-pura sakit.


"Apa yang terjadi?" tanya Rangga ke Berly


"Aku gak tau Rangga, tiba-tiba aku jatuh dari tangga" jawab Berly dengan memeluk lengan milik Rangga.


"Kamu seharusnya hati-hati Berly"


"Aku kepikiran kamu terus Rangga"


"ya sudah, kamu istirahat dulu"


"Tapi aku mau kamu di sini, aku gak mau kamu pergi"


"Baiklah" Rangga menuruti permintaan Berly


Rangga menatap Berly. lalu ia mengalikan tatapannya ke tempat lain dengan memikirkan Kinar yang saat ini berada di rumah sakit.


Rangga masih mengkhawatirkan Kinar, walaupun Rangga sudah melihat kalau Kinar baik-baik saja.


Berly terus menatap Rangga yang melamun, entah apa yang di pikirkan oleh Rangga.


"Kamu gak tidur?"


"Aku belum ngantuk, kamu tidurlah"


"Tapi janji saat aku sudah tertidur kamu jangan tinggalin aku"

__ADS_1


Rangga menarik nafasnya lalu menghembuskannya kembali.


"Iya, aku akan tetap di sini"


Setelah Berly tertidur, Rangga keluar dari kamar. Rangga pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan beristirahat. namun Rangga tak bisa tidur, Rangga bangun, duduk, dan memegang handphonenya dengan mencari nama Kinar di layar handphonenya.


Rangga ingin menghubungi Kinar, namun keberaniannya untuk menghubungi ia urungkan. mengingat bagaimana cara Rangga memperlakukan Kinar. membuat dirinya belum terbuka dengan istrinya.


Rangga kembali tidur dengan menatap langit-langit kamarnya, pikirannya yang mengingat sikap Kinar membuatnya tersenyum. bahkan Kinar menciumnya pun selalu terbanyang di pikiran Rangga.


****


Keesokan harinya Rangga pergi ke rumah sakit untuk memastikan Kinar dan Lia.


"Bagaimana kondisi Kinar, dokter?" tanya Rangga.


Rangga yang datang ke rumah sakit tidak menjenguk Kinar dan sahabatnya langsung, melainkan Rangga menemui dokter yang menangani mereka.


"Kondisi Kinar baik-baik tuan" jawab dokter Arka.


Dokter Arka memberikan keterangan kalau Kinar baik-baik saja, karna dokter Arka tau kalau yang ingin di dengar oleh Rangga adalah keadaan Kinar, bukan orang lain.


"Bagus, dan teman Kinar bagaimanam?"


"Lia juga baik-baik saja dan kemungkinan liar akan keluar hari ini juga"


"terima kasih atas waktunya dokter Arka, dan terima kasih sudah merawat mereka" ucap Rangga dengan mengulurkan tangannya ke dokter Arka, sebagai tanda terima kasihnya.


"Sama-sama tuan" ucap dokter Arka dengan mengulurkan tangannya dan mereka saling bersalaman.

__ADS_1


Rangga keluar dari ruang dokter Arka. ia mengintip dari pintu untuk memastikan keadaan Kinar. setelah ia melihatnya Rangga pergi menuju ke kantor.


Kinar tertawa bersama Lia di ruangan, entah apa yang mereka tertawakan. tapi melihat Kinar tertawa Rangga pun ikut tersenyum.


__ADS_2