
Setelah mendapatkan kerja sama, Rangga pergi ke kantor ia mengadakan rapat. dalam rapat Rangga menegaskan kalau mereka harus extra berkerja.mengingat baru saja mendapatkan kontrak kerja sama Rangga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, bahkan ia mengumumkan gaji sumua staff, karyawan dan petugas keamanan tetap akan di berikan walau beberapa Minggu lalu perusahaannya mengalami penurunan.
Kinar pergi ke perusahaan beatiful. sampainya di sana semua orang memandangnya dengan merendahkan bahkan mereka membicarakan Kinar ketika mendengar gosip kalau Kinar adalah seorang istri dari Rangga Wijaya.
Kinar hanya tersenyum mendengar apa yang mereka bicarakan, ia terus berjalan menuju ke resepsionis menanyakam ibu Sera.
Ketika mendapatkan pemberitahuan dari resepsionis bahwa Kinar sudah di tunggu di ruangannya di lantai tiga. Dengan pakaian casualnya ia berjalan masuk ke lift.
Semua orang mencibirnya karna adanya gosip tentang dirinya dan Rangga Wijaya pengusaha termuda di kota A.
Kinar masuk ke dalam ruangan langsung di sambut oleh Sera. Sera berlari menghampirinya.
"Aku merindukan mba Kinar" ucap Sera dengan langsung memeluk Kinar.
"Aku juga begitu merindukanmu Sera" Kinar membalas pelukan Sera. dan tak lupa mereka tertawa bahagia.
"Bagaimana Sera? apa semua berjalan dengan baik?"
"Sesuai perintah mba Kinar"
"Aku berfikir akan ketahuan ternyata gak"
"gak sia-sia saya menyerahkan semua tugas perusahaan ke kamu"
"Kapan mba akan kembali bekerja seperti semula?"
"Aku akan kembali secepatnya setelah peresmian hotel Sera, jadi beberapa hari ini tolong kamu urus perusahaan dulu.
Sera adalah seorang gadis yatim piatu yang dulunya Kinar adopsi sebagai adiknya. apa yang Kinar lakukan hanya satu orang yang mengetahuinya yaitu pamannya Anand. orang tuanya pun tak mengetahuinya. Kinar menyekolahkan Sera sampai kuliah. setelah menyelesaikan studinya Sera di berikan tanggung jawab sebagai asistennya di perusahaan.
Bertahun-tahun Kinar meninggalkan perusahaannya dengan asistennya yang mengurus, sudah saat ia akan kembali mengelolahnya sebagai CEO.
Kinar melihat berkas kontrak kerja sama perusahaannya dengan perusahaan milik suaminya.
Kinar mengangguk-anggukan kepalanya melihat kerja Sera dalam menangani perusahaan.
"Okey Sera aku tinggal dulu, masih ada yang harus aku lakukan"
__ADS_1
"Baik mba"
Kinar tersenyum bahagia ketika dirinya bisa membantu suaminya dalam kesulitan. Kinar selalu siap membantu suaminya dan dirinya tidak kepikiran harus meminta bantuan ke keluarganya karna menurutnya ini masalah rumah tangganya, kehormatan suaminya. sehingga Kinar berfikir akan menyelesaikan masalah apapun dengan suaminya.
Malam ini Rangga terlihat begitu bahagia, bahkan sikapnya yang selalu menjahili istrinya telah kembali.
Kinar yang sedang serius menonton tv tiba-tiba Rangga datang dengan langsung tiduran dengan kepalannya di letakan di paha istrinya.
Kinar tak mempermasalahkannya ia hanya mengelus-ngelus kepala suaminya sambil tersenyum lalu kembali menonton tv.
Kinar yang dengan seriusnya menonton dengan memakan cemilannya. tiba-tiba Rangga menahan tangannya. namun Kinar tetap menarik tangannya.
"Kamu kenapa sih"
"Aku juga mau"
Kinar memberikannya ke Rangga tapi yang ia berikan masih berada dalam kemasan bukan yang di pegangnya.
Rangga tidak mengambilnya, dirinya bangun dan pergi menuju ke dapur untuk mengambil minum.
Kinar tertawa dengan wajahnya di letakan di pundak suaminya. ia bergelantungan di tubuh suaminya. Rangga membiarkannya bahkan Rangga tak menahan tubuh istrinya.
Kinar yang merasa dirinya akan terjatuh, ia melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya begitupun kakinya ia lingkarkan di pinggang suaminya sehingga membuat Rangga sedikit susah melanggkah.
Rangga membuka kulkas mengambil dan meminum air mineral yang ada di kulkas. dengan masih posisi yang sama yaitu Kinar bergelantungan di belakangnya.
Rangga meletakan tubuh Kinar di atas meja dengan posisi Kinar sedang duduk, setelah itu Rangga menatap wajah istrinya.
"Apa yang kamu lakukan, minggir aku mau turun" Namun saat ini Rangga berdiri di antara selakangan paha istrinya, membuat Kinar terlihat susah untuk turun dari meja makan. Rangga tak membiarkan Kinar turun dari meja sehingga saat ini tangan Rangga di letakannya di atas meja untuk menghadang Kinar pergi.
Rangga menatap wajah Kinar, dengan pelannya ia mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya, sampai akhirnya kedua hidung mereka bersentuhan.
"Jangan lakukan sayang, nanti ada yang melihat kita"
"Aku tidak peduli, kamu yang memancingku dengan bergelantungan di belakangku"ucap Rangga lalu mencium bibir istrinya.
Kinar hanya diam saja ketika Rangga menciumnya. sampai akhirnya Kinar membalas ciuman dari suaminya. setelah beberapa menit berciuman, Rangga memegang wajah istrinya dengan kedua tangannya sambil menempelkan dahi mereka.
__ADS_1
Keduanya mengatur pernafasan mereka yang saat ini terdengar tak beraturan bahkan Kinar ngos-ngosan karna ciuman dari Rangga.
Rangga mendekatkan kembali bibirnya kepipi istrinya dengan pelan ia menciumnya sampai ke telinga milik istrinya.
Kinar merasa dirinya sudah mulai berada di dunia tak sadarkan diri. ia mulai tenggelam dengan sentuhan bibir Rangga yang terus mencium bagian telinga dan juga lehernya.
Seorang pelayan tidak sengaja melihat Rangga dan Kinar yang sedang bermesraan dengan Kinar berada di atas meja dan Rangga berdiri. Kinar terkejut ketika melihat seorang pelayan berada di belakang suaminya yang hanya berjarak 2 meter dari suaminya.
Kinar menahan Rangga, dan menyuruhnya berhenti tapi Rangga terus melakukannya dengan mencium leher istrinya.
"Maafkan saya nona, tuan. saya tidak sengaja kemari"
Wajah kinar berubah menjadi memerah karna merasa malu, ia tidak memiliki keberanian menatap pelayan itu, Kinar membenamkan wajahnya di dada suaminya.
"Kamu bisa pergi"
"Maafkan saya tuan"
"Hmmm"
Rangga tersenyum dengan menatap wajah malu istrinya. Rangga mencium Bibir istrinya lalu ia menggendong Kinar kembali, namun saat ini Kinar di gendong di depan bukan di belakang.
Rangga membawa Kinar dalam gendongannya menuju ke kamar mereka. Kinar meletakan tangannya di leher suaminya agar tidak terjatuh.
Rangga mengunci pintu kamar mereka, Kinar tak berani menatap wajah suaminya mengingat apa yang ia lakukan ketika Rangga mencium lehernya ia terus mengeluarkan desahan, sehingga mengingatnya Kinar merasa malu.
Rangga meletakan tubuh istrinya di atas tempat tidur dengan pelan dan dengan pelan Rangga mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya. saat ini Rangga berada di atas tubuh istrinya dengan merapikan rambut istrinya yang menutupi wajah istrinya yang malu.
Dengan lembut Rangga mulai melanjutkan apa yang ia lakukan di meja makan tadi. Rangga mencium bibir istrinya dengan lembut tak lupa aksi nakalnya dengan membuat stempel kepemilikan sehingga Kinar mengeluarkan desahan.
Rangga tersenyum sambil membuka kancing baju istrinya. setelah terbuka Rangga mulai menciumnya dan memberikan stempel kepemilikan. mendengar desahan sang istri membuat Rangga semakin bersemangat sehingga malam itu Rangga tak memberikan Kinar berhenti mendesah. Rangga membuat Kinar mengeluarkan desahan, sampai akhirnya desahan yang Kinar keluarkan memenuhi ruang kamar mereka.
Di balik jendela seseorang wanita mengepalkan kedua tangannya melihat kemesraan Rangga dan istrinya. melihat Rangga menggendong istrinya menuju ke kamar bahkan wanita itu melihat bagaimana perlakuan lembut Rangga ke istrinya.
Berly yang berencana datang untuk bertemu dengan Rangga dan juga kinar untuk berdamai, tapi setelah melihat apa yang Rangga dan Kinar lakukan membuatnya sakit bahkan ia tidak bisa menahan sesaknya di dada menahan sakit.
Deri yang melihat Berly menangis masuk ke dalam mobil ia langsung memeluk Berly. menguatkan Berly agar bisa melepaskan Rangga karna Rangga bukanlah pria untuknya.
__ADS_1